12 Jun 2012

Tips Jitu untuk Memotret Bayi

Memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Mereka punya sejuta ekpresi dan gerakan bagus, tetapi Anda harus sabar menunggunya. Ada beberapa faktor penting saat Anda memotret bayi, simak triknya agar Anda bisa menjadi fotografer handal untuk si kecil.

1. Kamera dan setelannya. Gunakan kamera jenis DSLR atau Digital Single-Lens Reflex Untuk menghasilan foto-foto yang bagus. Keunggulan kamera DSLR:

Kamera DSLR mampu mengabadikan adegan dengan cepat dan tanpa jeda. Ini tidak seperti kamera digital pocket yang saat tombol kameranya dipencet, terjadi jeda waktu sepersekian detik sebelum gambar diambil - shutter lag. Kemungkinan besar, Anda akan kehilangan momen bagus yang hendak dibidik, karena bayi sudah mengubah gerak atau ekspresinya.
Kamera DSLR lebih unggul dalam pencahayaan karena memiliki ASA/ISO atau tingkat kepekaan tinggi. Saat memotret di dalam ruangan, ASA/ISO bisa dinaikkan sampai 6400 agar Anda tidak perlu menggunakan flash. Flash dapat mengganggu bayi karena kilat cahayanya memaksa pupil mata bayi membesar. Jika ingin menggunakan flash di ruangan, nyalakan dulu lampu ruangan sehingga pupil mata bayi membesar untuk menyesuaikan dengan nyala lampu. Dengan begitu, mata bayi telah beradaptasi saat terpapar flash kamera. Saat memotret di luar ruangan dengan asumsi cahaya banyak, turunkan kembali ASA/ISO. Kerugian lain menggunakan flash adalah, jika digunakan di dalam ruangan dapat membuat hasil foto tampak flat atau datar. Jadi, pertimbangkan betul jika ingin menggunakan flash.
Saat ini teknologi kamera DSLR sudah maju dan harganya semakin murah. Kecanggihan teknologi kamera DSLR keluaran 4 tahun lalu dibanding keluaran tahun ini, berbeda jauh. Kamera terbaru memiliki sensor gambar, karakter dan kontras warna lebih bagus, sehingga memotret jadi semakin menyenangkan. Jika Anda memiliki kamera DSLR model lama, sebaiknya tukar dengan model baru, apalagi harganya kini semakin murah.
Kamera DSLR model terbaru memiliki ASA hingga 32.000 sehingga sanggup menghasilkan gambar yang sangat berkualitas. Untuk foto dokumentasi keluarga, ASA/ISO 6400 cukup dalam menghasilkan gambar ukuran 5R.

Setelan:

Gunakan setelan “manual”, bukan “auto” dan pastikan shutter tinggi agar bisa menghasilkan gambar-gambar yang freeze, atau tidak kabur.
Gunakan lensa normal hingga medium tele. Jangan gunakan lensa wide atau lebar sebab dapat membuat bagian tubuh bayi terdistorsi, misalnya kepala atau kakinya jadi besar.

2. Bunda dan ayah fotografer

Bergeraklah sigap dan cepat untuk memotret bayi karena bayi juga bergerak dengan cepat. Tetapi Anda juga harus sabar, dalam arti siap menunggu momen terbaik.
Pegang terus kamera dan intip terus bayi dari lubang kamera, tunggu sampai dia beraksi. Bila ada adegan bagus, jepret sebanyak-banyaknya. Jangan pelit mengambil gambar karena dengan teknologi kamera digital, Anda tidak perlu memerhitungkan jumlah film.
Jangan memotret saat Anda sendirian agar Anda bisa memotret bayi dengan leluasa. Anda butuh orang dewasa lainnya untuk menjaga bayi, mengarahkan bayi, atau ikut menjadi obyek foto, misalnya dengan menggendong atau membimbing bayi berjalan.
Ambil gambar dari berbagai angle. Ada foto bayi yang adegannya tampak bagus, ada yang biasa-biasa saja, mengapa? Kuncinya adalah angle atau sudut pengambilan gambar. Untuk mendapatkan foto yang bagus, Anda harus rela berganti posisi seperti berdiri, jongkok, duduk, bahkan tengkurap agar bisa berada di posisi eye level atau sejajar mata bayi.
Untuk lebih menguasai teknik memotret ikuti mini workshop fotografi, yang saat ini banyak diadakan dengan menghadirkan instruktur fotografer profesional.

3. Bayi

Semua bayi pada dasarnya lucu, meski pun tubuhnya kurus, rambutnya tipis atau kulitnya gelap. Tinggal bagaimana kejelian Anda mengabadikan momen terbaiknya dan memilih angle. Tidak ada bayi yang tidak fotogenic. Semua bayi bisa memiliki foto-foto yang lucu dan menggemaskan.
Semua aktivitas bayi menarik untuk difoto, misalnya ketika dia sedang makan, mandi, bermain, atau tidur.
Foto bayi harus natural. Sebelum difoto, bayi tidak perlu didandani berlebihan, misalnya wajahnya dibedaki, bibirnya dipulas lipstick, rambutnya ditata, dipakaikan bando besar, atau pakaiannya kelewat rapi. Ini menghasilkan foto yang tidak natural. Dalam lomba-lomba foto, foto-foto bayi dengan dandanan berlebihan biasanya langsung disingkirkan oleh dewan juri. Kunci keindahan foto bayi, salah satunya adalah penampilan yang natural.
Jangan sampai ekspresi bayi tenggelam oleh benda-benda atau warna-warni di sekitarnya. Kenakan pakaian polos, berwarna putih atau warna lembut. Singkirkan benda-benda di dekat bayi, seperti boneka atau bantal, ganti sepreinya dengan motif polos jika bayi difoto saat tidur.
Momen bagus dapat dipancing atau diciptakan. Buatlah bayi tertawa, berteriak atau menggerak-gerakkan tangan, dengan memanggil namanya atau menggoyangkan mainan dalam jarak pandang matanya.

Simpan hasil foto Anda dalam bentuk kolase foto yang memuat foto anak dalam berbagai ekspresi.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/trik.memotret.bayi/001/005/1149/1
Share |
Memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Mereka punya sejuta ekpresi dan gerakan bagus, tetapi Anda harus sabar menunggunya. Ada beberapa faktor penting saat Anda memotret bayi, simak triknya agar Anda bisa menjadi fotografer handal untuk si kecil.

1. Kamera dan setelannya. Gunakan kamera jenis DSLR atau Digital Single-Lens Reflex Untuk menghasilan foto-foto yang bagus. Keunggulan kamera DSLR:

Kamera DSLR mampu mengabadikan adegan dengan cepat dan tanpa jeda. Ini tidak seperti kamera digital pocket yang saat tombol kameranya dipencet, terjadi jeda waktu sepersekian detik sebelum gambar diambil - shutter lag. Kemungkinan besar, Anda akan kehilangan momen bagus yang hendak dibidik, karena bayi sudah mengubah gerak atau ekspresinya.
Kamera DSLR lebih unggul dalam pencahayaan karena memiliki ASA/ISO atau tingkat kepekaan tinggi. Saat memotret di dalam ruangan, ASA/ISO bisa dinaikkan sampai 6400 agar Anda tidak perlu menggunakan flash. Flash dapat mengganggu bayi karena kilat cahayanya memaksa pupil mata bayi membesar. Jika ingin menggunakan flash di ruangan, nyalakan dulu lampu ruangan sehingga pupil mata bayi membesar untuk menyesuaikan dengan nyala lampu. Dengan begitu, mata bayi telah beradaptasi saat terpapar flash kamera. Saat memotret di luar ruangan dengan asumsi cahaya banyak, turunkan kembali ASA/ISO. Kerugian lain menggunakan flash adalah, jika digunakan di dalam ruangan dapat membuat hasil foto tampak flat atau datar. Jadi, pertimbangkan betul jika ingin menggunakan flash.
Saat ini teknologi kamera DSLR sudah maju dan harganya semakin murah. Kecanggihan teknologi kamera DSLR keluaran 4 tahun lalu dibanding keluaran tahun ini, berbeda jauh. Kamera terbaru memiliki sensor gambar, karakter dan kontras warna lebih bagus, sehingga memotret jadi semakin menyenangkan. Jika Anda memiliki kamera DSLR model lama, sebaiknya tukar dengan model baru, apalagi harganya kini semakin murah.
Kamera DSLR model terbaru memiliki ASA hingga 32.000 sehingga sanggup menghasilkan gambar yang sangat berkualitas. Untuk foto dokumentasi keluarga, ASA/ISO 6400 cukup dalam menghasilkan gambar ukuran 5R.

Setelan:

Gunakan setelan “manual”, bukan “auto” dan pastikan shutter tinggi agar bisa menghasilkan gambar-gambar yang freeze, atau tidak kabur.
Gunakan lensa normal hingga medium tele. Jangan gunakan lensa wide atau lebar sebab dapat membuat bagian tubuh bayi terdistorsi, misalnya kepala atau kakinya jadi besar.

2. Bunda dan ayah fotografer

Bergeraklah sigap dan cepat untuk memotret bayi karena bayi juga bergerak dengan cepat. Tetapi Anda juga harus sabar, dalam arti siap menunggu momen terbaik.
Pegang terus kamera dan intip terus bayi dari lubang kamera, tunggu sampai dia beraksi. Bila ada adegan bagus, jepret sebanyak-banyaknya. Jangan pelit mengambil gambar karena dengan teknologi kamera digital, Anda tidak perlu memerhitungkan jumlah film.
Jangan memotret saat Anda sendirian agar Anda bisa memotret bayi dengan leluasa. Anda butuh orang dewasa lainnya untuk menjaga bayi, mengarahkan bayi, atau ikut menjadi obyek foto, misalnya dengan menggendong atau membimbing bayi berjalan.
Ambil gambar dari berbagai angle. Ada foto bayi yang adegannya tampak bagus, ada yang biasa-biasa saja, mengapa? Kuncinya adalah angle atau sudut pengambilan gambar. Untuk mendapatkan foto yang bagus, Anda harus rela berganti posisi seperti berdiri, jongkok, duduk, bahkan tengkurap agar bisa berada di posisi eye level atau sejajar mata bayi.
Untuk lebih menguasai teknik memotret ikuti mini workshop fotografi, yang saat ini banyak diadakan dengan menghadirkan instruktur fotografer profesional.

3. Bayi

Semua bayi pada dasarnya lucu, meski pun tubuhnya kurus, rambutnya tipis atau kulitnya gelap. Tinggal bagaimana kejelian Anda mengabadikan momen terbaiknya dan memilih angle. Tidak ada bayi yang tidak fotogenic. Semua bayi bisa memiliki foto-foto yang lucu dan menggemaskan.
Semua aktivitas bayi menarik untuk difoto, misalnya ketika dia sedang makan, mandi, bermain, atau tidur.
Foto bayi harus natural. Sebelum difoto, bayi tidak perlu didandani berlebihan, misalnya wajahnya dibedaki, bibirnya dipulas lipstick, rambutnya ditata, dipakaikan bando besar, atau pakaiannya kelewat rapi. Ini menghasilkan foto yang tidak natural. Dalam lomba-lomba foto, foto-foto bayi dengan dandanan berlebihan biasanya langsung disingkirkan oleh dewan juri. Kunci keindahan foto bayi, salah satunya adalah penampilan yang natural.
Jangan sampai ekspresi bayi tenggelam oleh benda-benda atau warna-warni di sekitarnya. Kenakan pakaian polos, berwarna putih atau warna lembut. Singkirkan benda-benda di dekat bayi, seperti boneka atau bantal, ganti sepreinya dengan motif polos jika bayi difoto saat tidur.
Momen bagus dapat dipancing atau diciptakan. Buatlah bayi tertawa, berteriak atau menggerak-gerakkan tangan, dengan memanggil namanya atau menggoyangkan mainan dalam jarak pandang matanya.

Simpan hasil foto Anda dalam bentuk kolase foto yang memuat foto anak dalam berbagai ekspresi.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/trik.memotret.bayi/001/005/1149/1
Share |

Makanan Pendamping ASI

Setelah usia bayi diatas 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah saatnya dikenalkan. Makanan apa saja yang dianjurkan?

Sumber karbohidrat: beras putih, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar kuning/merah, ubi jalar ungu, labu kuning, sukun dan arrowroot (tepung garut).

Pilih yang segar. Misalnya, kentang atau ubi jalar yang kulitnya tidak kisut
Bila sudah dalam bentuk tepung, pilih yang bersih. Misalnya, terbungkus dalam kantung plastik, baunya wangi (tidak apek) dan tidak bergumpal-gumpal.

Sumber vitamin, mineral dan serat: avokad, pisang ambon, pepaya, melon, apel merah, pir hijau, wortel, bayam erah, bayam hijau, daun katuk, daun labu, tauge, brokoli, kembang kol, labu air, jamur, zukini dan bit.

Untuk buah-buahan, pilih yang segar dan matang. Misalnya, pilih pisang yang seluruh kulitnya berwarna kuning tua karena rasanya manis dan tidak asam (jika perlu cicipi dulu). Buah-buahan sebaiknya diberikan dalam bentuk segar supaya kandungan gizinya, misalnya vitamin C, tidak berkurang.
Untuk sayuran, pilih yang tidak berserat banyak, misalnya bayam hanya daunnya. Sayuran segar antara lain ditandai dengan warnanya yang cemerlang dan jika berdaun, daunnya tidak layu. Sayuran sebaiknya dimasak dalam waktu singkat dengan cara dikukus atau direbus dengan air yang tidak terlalu banyak. Sebelumnya, semua bahan makanan harus dibersihkan dengan seksama, jika perlu kupas kulitnya.
Olah sayuran sesuai kebutuhan bayi, jangan dalam jumlah banyak. Beberapa sayuran seperti bit, brokoli, kol, wortel, selada dan bayam mengandung nitrat yang bisa menyebabkan bayi sakit karena sel darah merahnya rusak. Untuk mencegahnya, segera sajikan makanan tersebut setelah diolah.

Sumber protein: kacang hijau, kacang kedelai.

Kacang hijau bisa dibuat bubur kacang hijau, atau dibuat tepung.
Kacang kedelai dalam bentuk susu kedelai dibuat puding, atau dalam bentuk tempe.

Tidak sulit kan menyiapkan hidangan pendamping ASI untuk bayi Anda sesuai yang disarankan?!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/makanan.pendamping.asi.yang.disarankan/001/001/1248/39/1
Share |
Setelah usia bayi diatas 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah saatnya dikenalkan. Makanan apa saja yang dianjurkan?

Sumber karbohidrat: beras putih, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar kuning/merah, ubi jalar ungu, labu kuning, sukun dan arrowroot (tepung garut).

Pilih yang segar. Misalnya, kentang atau ubi jalar yang kulitnya tidak kisut
Bila sudah dalam bentuk tepung, pilih yang bersih. Misalnya, terbungkus dalam kantung plastik, baunya wangi (tidak apek) dan tidak bergumpal-gumpal.

Sumber vitamin, mineral dan serat: avokad, pisang ambon, pepaya, melon, apel merah, pir hijau, wortel, bayam erah, bayam hijau, daun katuk, daun labu, tauge, brokoli, kembang kol, labu air, jamur, zukini dan bit.

Untuk buah-buahan, pilih yang segar dan matang. Misalnya, pilih pisang yang seluruh kulitnya berwarna kuning tua karena rasanya manis dan tidak asam (jika perlu cicipi dulu). Buah-buahan sebaiknya diberikan dalam bentuk segar supaya kandungan gizinya, misalnya vitamin C, tidak berkurang.
Untuk sayuran, pilih yang tidak berserat banyak, misalnya bayam hanya daunnya. Sayuran segar antara lain ditandai dengan warnanya yang cemerlang dan jika berdaun, daunnya tidak layu. Sayuran sebaiknya dimasak dalam waktu singkat dengan cara dikukus atau direbus dengan air yang tidak terlalu banyak. Sebelumnya, semua bahan makanan harus dibersihkan dengan seksama, jika perlu kupas kulitnya.
Olah sayuran sesuai kebutuhan bayi, jangan dalam jumlah banyak. Beberapa sayuran seperti bit, brokoli, kol, wortel, selada dan bayam mengandung nitrat yang bisa menyebabkan bayi sakit karena sel darah merahnya rusak. Untuk mencegahnya, segera sajikan makanan tersebut setelah diolah.

Sumber protein: kacang hijau, kacang kedelai.

Kacang hijau bisa dibuat bubur kacang hijau, atau dibuat tepung.
Kacang kedelai dalam bentuk susu kedelai dibuat puding, atau dalam bentuk tempe.

Tidak sulit kan menyiapkan hidangan pendamping ASI untuk bayi Anda sesuai yang disarankan?!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/makanan.pendamping.asi.yang.disarankan/001/001/1248/39/1
Share |

Serba Serbi tentang Mengendong

Lebih baik gendongan tradisional atau kain ya? Bagaimana posisi yang benar saat menggendong bayi? Temukan jawabannya di sini.

1. Mana yang lebih baik, kain gendongan tradisional atau kain gendongan siap pakai? Untuk pilihan cara menggendong yang bervariasi, lebih baik pilih kain gendongan tradisional semacam jarit. Dengan kain gendongan itu, kita bisa menggendong bayi dalam berbagai posisi; di depan perut, di punggung, atau di pinggul. Kain gendongan itu juga sempurna dalam menyesuaikan bentuk tubuh orangtua dengan bayi, sejak ia lahir hingga usia balita.

2. Bisakah kain gendongan tradisional dimodifikasi agar lebih mudah dipakai? Bisa. Kai Schaffran, penasehat produk gendongan dan pemilik Toko Gendongan “LeLo karli 123” di Leipzig, Jerman, menyarankan agar orangtua yang baru pertama kali menggendong dengan kain menggunakan teknik silang lilit dan memasang pengait di ujung kain gendongan.

3. Bisakah kita salah posisi saat menggendong bayi? Bisa, tetapi tidak perlu khawatir, sebab menurut Dr. Heiner Biedermann, ahli ortopedi dan penanganan kecelakaan dari Cologne, Jerman, tubuh bayi itu kuat. Bayi-bayi yang sehat, bisa menanggung cara menggendong yang tidak optimal. Penelitian di Jerman oleh dokter anak Dr. Waltraud Stening-Belz dan Hilal Kavruk, menemukan bahwa tidak ada hubungan antara salah menggendong dengan cidera atau kelainan tulang belakang. Dokter lainnya, Susanne Schubert-Schaffran, menyebutkan bahwa ketika orangtua salah menggendong, yang berisiko cidera justeru orangtua itu sendiri, yaitu berisiko cidera punggung.

4. Seperti apa kriteria gendongan yang baik? Kriteria gendongan yang baik menurut Kai Schaffran :

Dudukannya memungkinkan belakang lutut anak tertutup.
Posisi lutut anak saat digendong kurang lebih sejajar dengan pusar, sehingga bagian bokongnya mudah diletakkan.
Bagian punggung anak dapat ditunjang, dan dia dapat bersandar dengan nyaman bahkan ketika tertidur.

5. Saya senang menggendong dengan wajah bayi menghadap ke depan, karena dia jadi bisa melihat apa yang saya lihat. Benarkah? Dokter anak dan fisioterapis Jerman, Dr. Astrid Mueller-Slomka, memiliki pendapat berbeda. Menurutnya, cara menggendong dengan posisi anak menghadap ke depan, justru membuat anak menggantung di gendongan dan tidak duduk dengan benar. Akibatnya, tangan dan kakinya menjulur tanpa ada tekanan pada otot, sehingga seluruh berat tubuhnya berpusat pada dudukan kecil di gendongan. Selain itu, Dr. Astrid melihat ada risiko masalah kejiwaan pada anak yang selama digendong tidak bisa memutar badan. “Saat digendong, usahakan bayi bisa melihat ke segala arah. Idealnya ia digendong di pinggul atau di punggung, karena pada posisi itu ia bisa melihat ke segala arah dan posisi tubuhnya optimal," ujar Dr. Astrid.

6. Benarkah sering menggendong anak akan membuatnya tidak mandiri? Tidak, ujar Katrin Jill Hagemeyer, psikolog dan pelatih keluarga dari Hamburg, Jerman. Menurutnya, setiap anak memiliki rencana atau instink dari dalam dirinya sendiri, untuk lebih mandiri di dunia. Perkembangan itu tidak bisa dicegah hanya dengan sering menggendongnya. Katrin berkata, "Bayi-bayi kecil justru merasa lebih aman saat digendong, dan itu membangun rasa percaya diri. Kelak, rasa percaya diri membantu anak dalam menunaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan kemandirian."

7. Bayi saya malah rewel kalau digendong. Memangnya ada bayi yang tidak suka digendong? "Tidak ada", kata Katrin. Menurutnya, ”Bila ada bayi yang rewel saat digendong, pasti karena ia tidak nyaman, misalnya karena posisi duduknya miring, tubuhnya tertekan, atau ada alasan tersembunyi seperti lapar, sakit perut atau popoknya basah." Katrin juga mengungkapkan bahwa bayi itu peka; mereka bisa merasakan bila ayah atau bundanya kurang yakin, kurang nyaman atau lelah saat menggendong, dan itu bisa membuat bayi rewel. Kata Katrin, "Baru pada usia balita kesukaan anak digendong akan berkurang, karena dia ingin lebih banyak bermain di lantai. Pada saat itu, kurangi frekuensi menggendong anak."

8. Bayi saya sering digendong pengasuhnya. Saya khawatir ia terlambat berjalan. Benarkah kekhawatiran saya? Jangan takut, karena menurut Dr. Astrid, digendong akan memberi manfaat terhadap perkembangan motorik anak. "Melalui gerakan-gerakan yang mudah, anak akan menerima rangsangan yang informatif tentang bentuk tubuh yang bisa ia peragakan dengan menggunakan otot-ototnya, sehingga menjadi aktifitas yang sederhana". Digendong juga merangsang keseimbangan, melatih persepsi diri anak dan kemampuan koordinasi, yang kelak berguna saat ia belajar merangkak dan berjalan.

9. Apa benar anak yang sering digendong, menjadi tidak cengeng? Benar. Menurut berbagai penelitian, dengan digendong tangisan anak di malam hari akan lebih singkat, begitu juga dengan waktu keseluruhan dia berteriak-teriak. Penyebabnya, karena anak tahu orangtuanya tidak akan membiarkan dia merasa sendirian saat menangis. Saat menggendong anak, orangtua akan memberi anak kedekatan, perhatian dan menstimulasi arti kehadiran anak. Para ilmuwan di London berpendapat, efek menggendong anak selama tiga jam sehari, sama seperti memberi perhatian intensif kepada anak selama 24 jam. Menggendong juga baik untuk ikatan batin - saat kita mengaitkan tali gendongan, bukan cuma terbentuk ikatan fisik, tetapi juga terjalin ikatan batin. Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk menggendong anak, gendonglah dia di punggung saat Anda mengerjakan tugas sehari-hari.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/9.pertanyaan.tentang.menggendong.bayi/001/001/1801/1
Share |
Lebih baik gendongan tradisional atau kain ya? Bagaimana posisi yang benar saat menggendong bayi? Temukan jawabannya di sini.

1. Mana yang lebih baik, kain gendongan tradisional atau kain gendongan siap pakai? Untuk pilihan cara menggendong yang bervariasi, lebih baik pilih kain gendongan tradisional semacam jarit. Dengan kain gendongan itu, kita bisa menggendong bayi dalam berbagai posisi; di depan perut, di punggung, atau di pinggul. Kain gendongan itu juga sempurna dalam menyesuaikan bentuk tubuh orangtua dengan bayi, sejak ia lahir hingga usia balita.

2. Bisakah kain gendongan tradisional dimodifikasi agar lebih mudah dipakai? Bisa. Kai Schaffran, penasehat produk gendongan dan pemilik Toko Gendongan “LeLo karli 123” di Leipzig, Jerman, menyarankan agar orangtua yang baru pertama kali menggendong dengan kain menggunakan teknik silang lilit dan memasang pengait di ujung kain gendongan.

3. Bisakah kita salah posisi saat menggendong bayi? Bisa, tetapi tidak perlu khawatir, sebab menurut Dr. Heiner Biedermann, ahli ortopedi dan penanganan kecelakaan dari Cologne, Jerman, tubuh bayi itu kuat. Bayi-bayi yang sehat, bisa menanggung cara menggendong yang tidak optimal. Penelitian di Jerman oleh dokter anak Dr. Waltraud Stening-Belz dan Hilal Kavruk, menemukan bahwa tidak ada hubungan antara salah menggendong dengan cidera atau kelainan tulang belakang. Dokter lainnya, Susanne Schubert-Schaffran, menyebutkan bahwa ketika orangtua salah menggendong, yang berisiko cidera justeru orangtua itu sendiri, yaitu berisiko cidera punggung.

4. Seperti apa kriteria gendongan yang baik? Kriteria gendongan yang baik menurut Kai Schaffran :

Dudukannya memungkinkan belakang lutut anak tertutup.
Posisi lutut anak saat digendong kurang lebih sejajar dengan pusar, sehingga bagian bokongnya mudah diletakkan.
Bagian punggung anak dapat ditunjang, dan dia dapat bersandar dengan nyaman bahkan ketika tertidur.

5. Saya senang menggendong dengan wajah bayi menghadap ke depan, karena dia jadi bisa melihat apa yang saya lihat. Benarkah? Dokter anak dan fisioterapis Jerman, Dr. Astrid Mueller-Slomka, memiliki pendapat berbeda. Menurutnya, cara menggendong dengan posisi anak menghadap ke depan, justru membuat anak menggantung di gendongan dan tidak duduk dengan benar. Akibatnya, tangan dan kakinya menjulur tanpa ada tekanan pada otot, sehingga seluruh berat tubuhnya berpusat pada dudukan kecil di gendongan. Selain itu, Dr. Astrid melihat ada risiko masalah kejiwaan pada anak yang selama digendong tidak bisa memutar badan. “Saat digendong, usahakan bayi bisa melihat ke segala arah. Idealnya ia digendong di pinggul atau di punggung, karena pada posisi itu ia bisa melihat ke segala arah dan posisi tubuhnya optimal," ujar Dr. Astrid.

6. Benarkah sering menggendong anak akan membuatnya tidak mandiri? Tidak, ujar Katrin Jill Hagemeyer, psikolog dan pelatih keluarga dari Hamburg, Jerman. Menurutnya, setiap anak memiliki rencana atau instink dari dalam dirinya sendiri, untuk lebih mandiri di dunia. Perkembangan itu tidak bisa dicegah hanya dengan sering menggendongnya. Katrin berkata, "Bayi-bayi kecil justru merasa lebih aman saat digendong, dan itu membangun rasa percaya diri. Kelak, rasa percaya diri membantu anak dalam menunaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan kemandirian."

7. Bayi saya malah rewel kalau digendong. Memangnya ada bayi yang tidak suka digendong? "Tidak ada", kata Katrin. Menurutnya, ”Bila ada bayi yang rewel saat digendong, pasti karena ia tidak nyaman, misalnya karena posisi duduknya miring, tubuhnya tertekan, atau ada alasan tersembunyi seperti lapar, sakit perut atau popoknya basah." Katrin juga mengungkapkan bahwa bayi itu peka; mereka bisa merasakan bila ayah atau bundanya kurang yakin, kurang nyaman atau lelah saat menggendong, dan itu bisa membuat bayi rewel. Kata Katrin, "Baru pada usia balita kesukaan anak digendong akan berkurang, karena dia ingin lebih banyak bermain di lantai. Pada saat itu, kurangi frekuensi menggendong anak."

8. Bayi saya sering digendong pengasuhnya. Saya khawatir ia terlambat berjalan. Benarkah kekhawatiran saya? Jangan takut, karena menurut Dr. Astrid, digendong akan memberi manfaat terhadap perkembangan motorik anak. "Melalui gerakan-gerakan yang mudah, anak akan menerima rangsangan yang informatif tentang bentuk tubuh yang bisa ia peragakan dengan menggunakan otot-ototnya, sehingga menjadi aktifitas yang sederhana". Digendong juga merangsang keseimbangan, melatih persepsi diri anak dan kemampuan koordinasi, yang kelak berguna saat ia belajar merangkak dan berjalan.

9. Apa benar anak yang sering digendong, menjadi tidak cengeng? Benar. Menurut berbagai penelitian, dengan digendong tangisan anak di malam hari akan lebih singkat, begitu juga dengan waktu keseluruhan dia berteriak-teriak. Penyebabnya, karena anak tahu orangtuanya tidak akan membiarkan dia merasa sendirian saat menangis. Saat menggendong anak, orangtua akan memberi anak kedekatan, perhatian dan menstimulasi arti kehadiran anak. Para ilmuwan di London berpendapat, efek menggendong anak selama tiga jam sehari, sama seperti memberi perhatian intensif kepada anak selama 24 jam. Menggendong juga baik untuk ikatan batin - saat kita mengaitkan tali gendongan, bukan cuma terbentuk ikatan fisik, tetapi juga terjalin ikatan batin. Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk menggendong anak, gendonglah dia di punggung saat Anda mengerjakan tugas sehari-hari.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/9.pertanyaan.tentang.menggendong.bayi/001/001/1801/1
Share |

Bila Harus Menyusui dengan Satu Payudara saja

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi tidak menyusu dari kedua payudara bundanya.
  1. Bundanya hanya punya satu payudara akibat masektomi atau operasi pengangkatan payudara -terjadi pada pasien kanker payudara.
  2. Rusaknya kelenjar dan saluran susu di salah satu payudara.  Jadi,  organ payudara tetap ada, tetapi kelenjar dan saluran ASI di dalamnya -glandula lactiferous dan ductus lactiferous- tidak berfungsi dengan baik akibat pernah dilakukan pengangkatan tumor, pemasangan silikon, implan, susuk, dan sebagainya.
  3. Infeksi kelenjar susu -engorgement atau mastitis- di salah satu payudara, juga bisa mengakibatkan bunda terpaksa menyusui dari satu payudara. Mastitis terjadi akibat kontak puting susu dengan bakteri, yang antara lain masuk lewat payudara yang luka. Ciri-cirinya: pembengkakkan payudara, terdapat benjolan berwarna kemerahan yang berisi nanah, nyeri, dan ada rasa panas. Dalam kasus ini, volume ASI bisa berkurang, hingga tidak keluar sama sekali.
  4. Penyebab paling umum menyusui dengan satu payudara, ternyata tidak berhubungan dengan penyakit atau gangguan itu semua. Melainkan, lebih sering akibat kebiasaan, yaitu, bayi dibiasakan menyusu hanya dari satu payudara, karena posisi tersebut terasa paling nyaman bagi tangan bunda. Misalnya, jika bunda merasa paling nyaman menggendong bayi dengan tangan kiri, maka bayi akan lebih banyak menyusu pada payudara kiri. Akibatnya, karena lebih sering dan lebih lama diisap, volume ASI di payudara kiri jadi lebih banyak dibanding payudara kanan.
  5. Favoritisme payudara tidak hanya terjadi pada bunda, pada bayi juga bisa. Beberapa bayi memang rewel bila disusui dengan salah satu payudara, dan baru mengisap dengan lahap bila disodorkan payudara satunya. Penyebabnya:
  • Payudara favorit memiliki simpanan ASI melimpah, sedangkan payudara satunya ASI-nya lebih sedikit.
  • payudara favorit memiliki puting yang lebih empuk, sedangkan payudara lainnya berputing rata atau masuk -sulit diisap.
  • bayi menderita gangguan di bagian tertentu tubuh, misalnya, torticolis atau otot leher kaku -disebabkan oleh posisi bayi di dalam kandungan-  membuat bayi lebih nyaman menolehke satu sisi saja, atau infeksi telinga, nyeri bekas imunisasi, dan sebagainya.
Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.dengan.satu.payudara/001/001/1900/1
Share |
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi tidak menyusu dari kedua payudara bundanya.
  1. Bundanya hanya punya satu payudara akibat masektomi atau operasi pengangkatan payudara -terjadi pada pasien kanker payudara.
  2. Rusaknya kelenjar dan saluran susu di salah satu payudara.  Jadi,  organ payudara tetap ada, tetapi kelenjar dan saluran ASI di dalamnya -glandula lactiferous dan ductus lactiferous- tidak berfungsi dengan baik akibat pernah dilakukan pengangkatan tumor, pemasangan silikon, implan, susuk, dan sebagainya.
  3. Infeksi kelenjar susu -engorgement atau mastitis- di salah satu payudara, juga bisa mengakibatkan bunda terpaksa menyusui dari satu payudara. Mastitis terjadi akibat kontak puting susu dengan bakteri, yang antara lain masuk lewat payudara yang luka. Ciri-cirinya: pembengkakkan payudara, terdapat benjolan berwarna kemerahan yang berisi nanah, nyeri, dan ada rasa panas. Dalam kasus ini, volume ASI bisa berkurang, hingga tidak keluar sama sekali.
  4. Penyebab paling umum menyusui dengan satu payudara, ternyata tidak berhubungan dengan penyakit atau gangguan itu semua. Melainkan, lebih sering akibat kebiasaan, yaitu, bayi dibiasakan menyusu hanya dari satu payudara, karena posisi tersebut terasa paling nyaman bagi tangan bunda. Misalnya, jika bunda merasa paling nyaman menggendong bayi dengan tangan kiri, maka bayi akan lebih banyak menyusu pada payudara kiri. Akibatnya, karena lebih sering dan lebih lama diisap, volume ASI di payudara kiri jadi lebih banyak dibanding payudara kanan.
  5. Favoritisme payudara tidak hanya terjadi pada bunda, pada bayi juga bisa. Beberapa bayi memang rewel bila disusui dengan salah satu payudara, dan baru mengisap dengan lahap bila disodorkan payudara satunya. Penyebabnya:
  • Payudara favorit memiliki simpanan ASI melimpah, sedangkan payudara satunya ASI-nya lebih sedikit.
  • payudara favorit memiliki puting yang lebih empuk, sedangkan payudara lainnya berputing rata atau masuk -sulit diisap.
  • bayi menderita gangguan di bagian tertentu tubuh, misalnya, torticolis atau otot leher kaku -disebabkan oleh posisi bayi di dalam kandungan-  membuat bayi lebih nyaman menolehke satu sisi saja, atau infeksi telinga, nyeri bekas imunisasi, dan sebagainya.
Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.dengan.satu.payudara/001/001/1900/1
Share |

Tips Berkomunikasi dengan Bayi Usia 0 - 1 bulan

Meski di usia ini,  bayi hanya bisa menangis, ia sebenarnya sedang aktif belajar berkomunikasi. Ia sudah dapat meniru ekspresi muka dan akan menggunakan bahasa tubuh untuk memberitahu apa yang diinginkan. Walau tahu takkan mendapat jawaban, Anda sebaiknya mulai mengajaknya berkomunikasi.Menangis. Berkomunikasi dengan bayi baru lahir seperti berjalan menembus kabut. Saat dia menangis, misalnya, ibu menduga-duga penyebab tangisnya. Bagi telinga yang belum terlatih, semua tangisan terdengar sama. Padahal, penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bayi memproduksi suara tangis yang berbeda-beda tergantung apakah dia lapar, tidak nyaman, lelah atau bosan. Tangis lapar biasanya berirama dan teratur. Tangis rasa sakit biasanya berupa satu jeritan atau ratapan panjang diikuti engahan. Tangis yang sulit direspon adalah tangis bosan atau rewel yang biasanya berupa rengekan ringan tapi bisa berlangsung lama.

Ekspresi muka dan bahasa tubuh. Pada rentang usia ini, bayi juga sudah dapat meniru ekpresi muka Anda. Tanpa dia sadari, upayanya akan membantunya memperkuat dan melatih otot-otot mulut, bibir dan lidahnya untuk mendukung keterampilan bicaranya.  Selain itu, bayi baru lahir juga akan menggunakan bahasa tubuh untuk memberitahu Anda apa yang dia inginkan. Kala gembira, dia akan bergerak-gerak dari kepala sampai kaki. Sementara saat mengantuk, dia akan menguap dan menggosok-gosok matanya.

Kiat berkomunikasi:
  • Sealami mungkin. Kebanyakan ibu baru dapat menemukan cara yang alami untuk menenangkan atau menghibur bayinya, antara lain lewat sentuhan dan suaranya. Sentuhan mengekspresikan cinta, dan cara paling alamiah memberi sentuhan adalah dengan memeluk dan menyusui  bayi Anda. Sementara suara ibunya adalah suara yang sudah bisa dikenali bayi baru lahir. Ia pun berusaha menolehkan kepala ke arah suara ibunya, bahkan sebelum dia bisa tersenyum.
  • Lakukan ‘pembicaraan’. Walau tahu takkan mendapat jawaban, Anda sebaiknya mulai mengajaknya berkomunikasi. Lakukan saat kondisi kesadarannya penuh yaitu ketika dia merasa nyaman, khususnya seusai makan. Tanyakan padanya, “Enak ya ASI Bunda?” Pertanyaan Ini  membantunya  belajar merespon orang yang bicara padanya.  
  • Batasi kalimat. Bicaralah pada bayi dengan struktur bahasa sederhana, kalimat pendek, kecepatan bicara diperlambat dan suara lembut, namun jelas. Bila perlu, perpanjang huruf hidup, misalnya, “Dimas cakeeep sekali”.    
  • Empeng jangan terus menerus. Penelitian dari The University of Washington menemukan bayi-bayi yang diberi empeng selama 3 tahun  berisiko tiga kali lebih besar untuk mengalami kesulitan berbicara daripada  mereka yang tidak diberi empeng.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/kiat.berkomunikasi.dengan.bayi.01.bulan/001/005/1089/1
Share |
Meski di usia ini,  bayi hanya bisa menangis, ia sebenarnya sedang aktif belajar berkomunikasi. Ia sudah dapat meniru ekspresi muka dan akan menggunakan bahasa tubuh untuk memberitahu apa yang diinginkan. Walau tahu takkan mendapat jawaban, Anda sebaiknya mulai mengajaknya berkomunikasi.Menangis. Berkomunikasi dengan bayi baru lahir seperti berjalan menembus kabut. Saat dia menangis, misalnya, ibu menduga-duga penyebab tangisnya. Bagi telinga yang belum terlatih, semua tangisan terdengar sama. Padahal, penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bayi memproduksi suara tangis yang berbeda-beda tergantung apakah dia lapar, tidak nyaman, lelah atau bosan. Tangis lapar biasanya berirama dan teratur. Tangis rasa sakit biasanya berupa satu jeritan atau ratapan panjang diikuti engahan. Tangis yang sulit direspon adalah tangis bosan atau rewel yang biasanya berupa rengekan ringan tapi bisa berlangsung lama.

Ekspresi muka dan bahasa tubuh. Pada rentang usia ini, bayi juga sudah dapat meniru ekpresi muka Anda. Tanpa dia sadari, upayanya akan membantunya memperkuat dan melatih otot-otot mulut, bibir dan lidahnya untuk mendukung keterampilan bicaranya.  Selain itu, bayi baru lahir juga akan menggunakan bahasa tubuh untuk memberitahu Anda apa yang dia inginkan. Kala gembira, dia akan bergerak-gerak dari kepala sampai kaki. Sementara saat mengantuk, dia akan menguap dan menggosok-gosok matanya.

Kiat berkomunikasi:
  • Sealami mungkin. Kebanyakan ibu baru dapat menemukan cara yang alami untuk menenangkan atau menghibur bayinya, antara lain lewat sentuhan dan suaranya. Sentuhan mengekspresikan cinta, dan cara paling alamiah memberi sentuhan adalah dengan memeluk dan menyusui  bayi Anda. Sementara suara ibunya adalah suara yang sudah bisa dikenali bayi baru lahir. Ia pun berusaha menolehkan kepala ke arah suara ibunya, bahkan sebelum dia bisa tersenyum.
  • Lakukan ‘pembicaraan’. Walau tahu takkan mendapat jawaban, Anda sebaiknya mulai mengajaknya berkomunikasi. Lakukan saat kondisi kesadarannya penuh yaitu ketika dia merasa nyaman, khususnya seusai makan. Tanyakan padanya, “Enak ya ASI Bunda?” Pertanyaan Ini  membantunya  belajar merespon orang yang bicara padanya.  
  • Batasi kalimat. Bicaralah pada bayi dengan struktur bahasa sederhana, kalimat pendek, kecepatan bicara diperlambat dan suara lembut, namun jelas. Bila perlu, perpanjang huruf hidup, misalnya, “Dimas cakeeep sekali”.    
  • Empeng jangan terus menerus. Penelitian dari The University of Washington menemukan bayi-bayi yang diberi empeng selama 3 tahun  berisiko tiga kali lebih besar untuk mengalami kesulitan berbicara daripada  mereka yang tidak diberi empeng.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/kiat.berkomunikasi.dengan.bayi.01.bulan/001/005/1089/1
Share |

Tips Cara Menjadi Ibu Baru yang Super

Jangan jadi zombie karena baru punya bayi. Atasi kelelahan dengan 10 cara berikut!

1. Makan siang dengan benar. Ketika baru punya bayi, saking sibuknya, pada jam makan siang Anda hanya mengambil sedikit nasi atau mencicipi sedikit kue. "Ah, lemak di tubuhku, kan, masih banyak. Tidak apa-apa makan sedikit, malah bagus karena aku bisa cepat kurus, " demikian alasan Anda.  Padahal, itu adalah taktik yang salah. Jika Anda membenarkan alasan untuk cuma makan sedikit, kadar gula darah Anda akan cepat turun, akibatnya energi, suasana hati, dan kemampuan berpikir akan menurun. Selain itu, kurang makan minum saat menyusui bisa membuat produksi ASI tidak maksimal, lho.

2. Mengurangi pikiran di kepala. Selagi tidur malam, alarm di kepala Anda berdering-dering, mengingatkan Anda pada setumpuk tugas esok hari; berbelanja mingguan, menjemput anak sulung di sekolah, mencuci pompa ASI elektrik,  membayar kartu kredit, menemani orangtua ke dokter, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin!  Padahal, tidak seharusnya demikian. Singkirkan dari daftar "To Do", hal-hal yang bisa dilakukan nanti atau bukan prioritas. Atau, delegasikan beberapa  tugas pada pasangan dan asisten di rumah. Jika terlintas sesuatu dalam pikiran, jangan dipikirkan  terus karena bisa membuat otak Anda lelah. Tulis saja di secarik kertas, lalu kembalilah tidur.

3. Nikmati seks kilat. “Saya terlalu lelah untuk menikmati seks!".  Karena saat ini bagi Anda tidak ada yang lebih diinginkan selain tidur dan makan. Tetapi,  jangan lupa, seks juga kebutuhan dasar tubuh. Bila kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi atau diabaikan, dengan caranya sendiri tubuh akan "berteriak", misalnya, Anda jadi mudah sakit kepala, uring-uringan, atau tidak bersemangat.  Sebetulnya, seks juga punya khasiat yang sama seperti makanan, yaitu dapat membangkitkan energi.

4. Hitung langkah. Setelah memiliki bayi, kebiasaan Anda melakukan olahraga pun jauh berkurang -tidak seperti dulu- bisa karena Anda merasa tidak punya waktu, atau ada bayi yang saat ini menjadi prioritas Anda. Sebenarnya, Anda bisa beolahraga  dengan mudah, buatlah target 10.000 langkah dan gerak tubuh sehat, hanya dengan mendorong kereta bayi sambil berjalan-jalan pagi dan sore.

5. Tidur berkualitas. Untuk mencapai tidur yang berkualitas, Anda harus memasuki fase tidur pulas yang baru bisa dicapai bila tidur setidaknya 4 jam. Jika bayi Anda sering terjaga di malam hari, sehingga Anda tidak memiliki waktu tidur selama itu, mintalah suami atau babysitter standby di malam hari dan mengambil alih tugas menyusui bayi dengan pemberian ASI perah.  Tidur berkualitas setidaknya 3 hari dalam, seminggu, memberi sumbangan ekstra energi untuk melawan kelelahan.

6. Tidur siang bersama bayi. Jika bayi Anda tidur sepanjang hari, segera sandarkan tubuh Anda untuk ikut beristirahat juga. Sesekali Anda boleh, kok, melewatkan tugas-tugas, acara TV favorit atau apa pun, untuk mendapat ekstra istirahat selama 20 menit di siang hari. Isitirahat tersebut akan mengisi batere tubuh dan pikiran, agar kembali fit hingga malam hari.

7. Kopi, membantukah? Minum kopi terkadang menjadi pilihan agar dapat terjaga dari rasa kantuk. Toleransi dokter untuk minum kopi bagi ibu menyusui, biasanya 1 cangkir per hari. Mengonsumsi kafein sebetulnya tidak menghasilkan banyak energi. Pilihan terbaik makanan yang mendongkrak energi adalah yang dihasilkan dari sumber makanan berprotein tinggi, seperti daging-dagingan, ati ampela, ikan, dan seafood.  Sedangkan minuman terbaik untuk mengatasi rasa lelah adalah susu.

8. Lakukan sesuatu yang baru. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, tentu membuat Anda jenuh dan mematikan setiap perkembangan otak. Lakukan sesuatu yang baru, paling tidak satu hal setiap hari, agar otak Anda bersemangat lagi.  Misalnya:  membacakan anak cerita dari koran atau majalah, mendengarkan CD lagu baru,  belajar bahasa suatu negara yang akan menjadi tujuan wisata Anda berikutnya, atau medekor ulang satu sudut rumah.

9. Abaikan waktu. Jika Anda ingin tidur pulas pada malam hari, jangan sering memerhatikan jam. Bolak-balik memerhatikan jam, membuat otak Anda bekerja terus-menerus karena Anda merasa dikejar oleh waktu dan target pekerjaan.  Selesaikan saja tugas Anda; susui bayi sampai dia kenyang, membedong tubuhnya, menidurkannya kembali, mandi, menyiapkan makanan untuk keluarga, dam seterusnya, berapa pun waktu yang dibutuhkan untuk itu. Dengan berdamai dengan waktu, hati dan pikiran Anda lebih relaks, Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

10. Ritual malam. Bayi baru lahir belum mengenal perubahan waktu dan tidak mengenal ritme yang pasti. Untuk itu, buatlah satu kegiatan untuk menutup hari baginya, seperti menyanyikan lagu pengantar tidur pada malam hari atau mulai menutup tirai kamar untuk memberikan sinyal bahwa hari sudah malam.Usahakan setiap malamnya, pukul 21.00 adalah waktu Anda untuk melakukan semua hal yang membuat Anda bergembira dan merayakan malam dengan kegiatan yang menyenangkan, misalnya: berendam di air hangat, menelpon teman, mengisi buku harian bayi, dan yang tidak kalah penting, membiarkan tubuh Anda berbaring.



Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/10.trik.melawan.lelah.untuk.ibu.baru/001/005/1140/1
Share
|
Jangan jadi zombie karena baru punya bayi. Atasi kelelahan dengan 10 cara berikut!

1. Makan siang dengan benar. Ketika baru punya bayi, saking sibuknya, pada jam makan siang Anda hanya mengambil sedikit nasi atau mencicipi sedikit kue. "Ah, lemak di tubuhku, kan, masih banyak. Tidak apa-apa makan sedikit, malah bagus karena aku bisa cepat kurus, " demikian alasan Anda.  Padahal, itu adalah taktik yang salah. Jika Anda membenarkan alasan untuk cuma makan sedikit, kadar gula darah Anda akan cepat turun, akibatnya energi, suasana hati, dan kemampuan berpikir akan menurun. Selain itu, kurang makan minum saat menyusui bisa membuat produksi ASI tidak maksimal, lho.

2. Mengurangi pikiran di kepala. Selagi tidur malam, alarm di kepala Anda berdering-dering, mengingatkan Anda pada setumpuk tugas esok hari; berbelanja mingguan, menjemput anak sulung di sekolah, mencuci pompa ASI elektrik,  membayar kartu kredit, menemani orangtua ke dokter, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin!  Padahal, tidak seharusnya demikian. Singkirkan dari daftar "To Do", hal-hal yang bisa dilakukan nanti atau bukan prioritas. Atau, delegasikan beberapa  tugas pada pasangan dan asisten di rumah. Jika terlintas sesuatu dalam pikiran, jangan dipikirkan  terus karena bisa membuat otak Anda lelah. Tulis saja di secarik kertas, lalu kembalilah tidur.

3. Nikmati seks kilat. “Saya terlalu lelah untuk menikmati seks!".  Karena saat ini bagi Anda tidak ada yang lebih diinginkan selain tidur dan makan. Tetapi,  jangan lupa, seks juga kebutuhan dasar tubuh. Bila kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi atau diabaikan, dengan caranya sendiri tubuh akan "berteriak", misalnya, Anda jadi mudah sakit kepala, uring-uringan, atau tidak bersemangat.  Sebetulnya, seks juga punya khasiat yang sama seperti makanan, yaitu dapat membangkitkan energi.

4. Hitung langkah. Setelah memiliki bayi, kebiasaan Anda melakukan olahraga pun jauh berkurang -tidak seperti dulu- bisa karena Anda merasa tidak punya waktu, atau ada bayi yang saat ini menjadi prioritas Anda. Sebenarnya, Anda bisa beolahraga  dengan mudah, buatlah target 10.000 langkah dan gerak tubuh sehat, hanya dengan mendorong kereta bayi sambil berjalan-jalan pagi dan sore.

5. Tidur berkualitas. Untuk mencapai tidur yang berkualitas, Anda harus memasuki fase tidur pulas yang baru bisa dicapai bila tidur setidaknya 4 jam. Jika bayi Anda sering terjaga di malam hari, sehingga Anda tidak memiliki waktu tidur selama itu, mintalah suami atau babysitter standby di malam hari dan mengambil alih tugas menyusui bayi dengan pemberian ASI perah.  Tidur berkualitas setidaknya 3 hari dalam, seminggu, memberi sumbangan ekstra energi untuk melawan kelelahan.

6. Tidur siang bersama bayi. Jika bayi Anda tidur sepanjang hari, segera sandarkan tubuh Anda untuk ikut beristirahat juga. Sesekali Anda boleh, kok, melewatkan tugas-tugas, acara TV favorit atau apa pun, untuk mendapat ekstra istirahat selama 20 menit di siang hari. Isitirahat tersebut akan mengisi batere tubuh dan pikiran, agar kembali fit hingga malam hari.

7. Kopi, membantukah? Minum kopi terkadang menjadi pilihan agar dapat terjaga dari rasa kantuk. Toleransi dokter untuk minum kopi bagi ibu menyusui, biasanya 1 cangkir per hari. Mengonsumsi kafein sebetulnya tidak menghasilkan banyak energi. Pilihan terbaik makanan yang mendongkrak energi adalah yang dihasilkan dari sumber makanan berprotein tinggi, seperti daging-dagingan, ati ampela, ikan, dan seafood.  Sedangkan minuman terbaik untuk mengatasi rasa lelah adalah susu.

8. Lakukan sesuatu yang baru. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, tentu membuat Anda jenuh dan mematikan setiap perkembangan otak. Lakukan sesuatu yang baru, paling tidak satu hal setiap hari, agar otak Anda bersemangat lagi.  Misalnya:  membacakan anak cerita dari koran atau majalah, mendengarkan CD lagu baru,  belajar bahasa suatu negara yang akan menjadi tujuan wisata Anda berikutnya, atau medekor ulang satu sudut rumah.

9. Abaikan waktu. Jika Anda ingin tidur pulas pada malam hari, jangan sering memerhatikan jam. Bolak-balik memerhatikan jam, membuat otak Anda bekerja terus-menerus karena Anda merasa dikejar oleh waktu dan target pekerjaan.  Selesaikan saja tugas Anda; susui bayi sampai dia kenyang, membedong tubuhnya, menidurkannya kembali, mandi, menyiapkan makanan untuk keluarga, dam seterusnya, berapa pun waktu yang dibutuhkan untuk itu. Dengan berdamai dengan waktu, hati dan pikiran Anda lebih relaks, Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

10. Ritual malam. Bayi baru lahir belum mengenal perubahan waktu dan tidak mengenal ritme yang pasti. Untuk itu, buatlah satu kegiatan untuk menutup hari baginya, seperti menyanyikan lagu pengantar tidur pada malam hari atau mulai menutup tirai kamar untuk memberikan sinyal bahwa hari sudah malam.Usahakan setiap malamnya, pukul 21.00 adalah waktu Anda untuk melakukan semua hal yang membuat Anda bergembira dan merayakan malam dengan kegiatan yang menyenangkan, misalnya: berendam di air hangat, menelpon teman, mengisi buku harian bayi, dan yang tidak kalah penting, membiarkan tubuh Anda berbaring.



Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/10.trik.melawan.lelah.untuk.ibu.baru/001/005/1140/1
Share
|

7 Nov 2011

Daftar Keperluan bila ingin memberi ASI Eksklusif


Daftar benda berikut ini membantu Anda menunaikan tugas memberi ASI Eksklusif 6 bulan.
Botol
Selain untuk wadah saat memberi ASI, Anda harus punya cukup banyak stok botol yang punya penutup (bukan dot) untuk menampung ASI.
Pompa ASI
Meskipun bisa dilakukan dengan tangan, pompa ASI manual maupun elektrik adalah alat bantu paling praktis.
Boks atau tas ASI
Apabila Anda ibu bekerja atau sering bepergian, milikilah ini. ASI yang Anda bawa dari rumah atau hasil perah di kantor akan aman selama ada di dalamnya antara 7 – 12 jam. Tergantung jumlah kantong pendingin serta tingkat kebekuannya.
Kantong pendingin/cooler bag
Sebelum digunakan keesokan harinya, Anda harus menyimpannya di freezer semalaman.
Sabun steril
Untuk membantu membersihkan dan merawat perlengkapan penyimpan dan pompa ASI, sabun pencuci yang lembut dan aman untuk bayi wajib ada. Gunakan hanya sabun yang terbuat dari bahan alami, tidak memiliki aroma tajam dan biodegradible (bisa diurai di alam). Cermati label pada kemasan.
Label
Tulis tanggal dan jam Anda menyimpan di lemari pendingin atau pembeku dan lekatkan pada botol penyimpan ASI.
Sterilizer
Perangkat botol penyimpan dan pompa ASI harus setelah dicuci dengan
sabun khusus perangkat minum dan makan bayi harus disteril. Sebagai pilihan, Anda bisa membeli alat yang merangkap penghangat makan dan minuman si kecil.
Lemari pendingin dan/atau pembeku
Apabila Anda hendak memiliki “bank” ASI di rumah, ini adalah tempat penyimpan yang wajib ada. Di lemari pendingin, ASI bisa tahan beberapa hari. Apabila ingin menyimpan dalam waktu 1 – 3 bulan, simpanlah ASI di freezer (lemari pembeku)
Breast pad
Mencegah ASI membasahi bra, pelapis ini sangat penting. Anda bisa pilih: sekali pakai (disposable) dan yang bisa dicuci (washable)
Bra menyusui
Penting untuk menyangga payudara ibu menyusui.
Sendok bayi (nursing spoon)
Alat bantu yang memudahkan Anda menyendok ASI hasil perah ke dalam mulut mungilnya. Biasanya terbuat dari bahan silikon atau plastik yang aman (food grade).

Sumber: Ayahbunda
Share |

Daftar benda berikut ini membantu Anda menunaikan tugas memberi ASI Eksklusif 6 bulan.
Botol
Selain untuk wadah saat memberi ASI, Anda harus punya cukup banyak stok botol yang punya penutup (bukan dot) untuk menampung ASI.
Pompa ASI
Meskipun bisa dilakukan dengan tangan, pompa ASI manual maupun elektrik adalah alat bantu paling praktis.
Boks atau tas ASI
Apabila Anda ibu bekerja atau sering bepergian, milikilah ini. ASI yang Anda bawa dari rumah atau hasil perah di kantor akan aman selama ada di dalamnya antara 7 – 12 jam. Tergantung jumlah kantong pendingin serta tingkat kebekuannya.
Kantong pendingin/cooler bag
Sebelum digunakan keesokan harinya, Anda harus menyimpannya di freezer semalaman.
Sabun steril
Untuk membantu membersihkan dan merawat perlengkapan penyimpan dan pompa ASI, sabun pencuci yang lembut dan aman untuk bayi wajib ada. Gunakan hanya sabun yang terbuat dari bahan alami, tidak memiliki aroma tajam dan biodegradible (bisa diurai di alam). Cermati label pada kemasan.
Label
Tulis tanggal dan jam Anda menyimpan di lemari pendingin atau pembeku dan lekatkan pada botol penyimpan ASI.
Sterilizer
Perangkat botol penyimpan dan pompa ASI harus setelah dicuci dengan
sabun khusus perangkat minum dan makan bayi harus disteril. Sebagai pilihan, Anda bisa membeli alat yang merangkap penghangat makan dan minuman si kecil.
Lemari pendingin dan/atau pembeku
Apabila Anda hendak memiliki “bank” ASI di rumah, ini adalah tempat penyimpan yang wajib ada. Di lemari pendingin, ASI bisa tahan beberapa hari. Apabila ingin menyimpan dalam waktu 1 – 3 bulan, simpanlah ASI di freezer (lemari pembeku)
Breast pad
Mencegah ASI membasahi bra, pelapis ini sangat penting. Anda bisa pilih: sekali pakai (disposable) dan yang bisa dicuci (washable)
Bra menyusui
Penting untuk menyangga payudara ibu menyusui.
Sendok bayi (nursing spoon)
Alat bantu yang memudahkan Anda menyendok ASI hasil perah ke dalam mulut mungilnya. Biasanya terbuat dari bahan silikon atau plastik yang aman (food grade).

Sumber: Ayahbunda
Share |

6 Nov 2011

Kebutuhan Bayi Sepulang dari RS

Buku Catatan Kesehatan Bayi
Satu stel pakaian bayi untuk perjalanan pulang
Popok sekali pakai untuk perjalanan pulang
Perlak atau alas ganti popok
Selendang gendong atau stroller
Carseat atau baby bassinet
Selimut
Kaos kaki dan sepatu bayi
Baby wipes
Tisu kering
Sarung tangan
2 stel pakaian dalam

Sumber: Ayahbunda
Share |
Buku Catatan Kesehatan Bayi
Satu stel pakaian bayi untuk perjalanan pulang
Popok sekali pakai untuk perjalanan pulang
Perlak atau alas ganti popok
Selendang gendong atau stroller
Carseat atau baby bassinet
Selimut
Kaos kaki dan sepatu bayi
Baby wipes
Tisu kering
Sarung tangan
2 stel pakaian dalam

Sumber: Ayahbunda
Share |

21 Okt 2011

Kenali Gaya Menyusui Bayi Anda

Gaya bayi menyusu bermacam-macam. Ada yang rakus, heboh, skeptis, si penikmat, hingga si madam yang menyusu dengan gaya tenang dan santai. Termasuk yang mana bayi Anda? Apapun gayanya, Bunda harus bisa menyesuaikannya. Simak triknya!

1. Si Rakus
Gaya menyusui: Dengan enerjik, bayi akan menjejalkan puting susu ibunya ke dalam mulut kecilnya. Setelah itu, dia menyedot seperti vacuum, cepat, mantap, dan tidak butuh waktu lama untuk mengosongkan payudara. Dengan konsentrasi penuh dan penggunaan waktu yang sangat efektif, bayi hanya butuh 10 menit untuk mengosongkan kedua payudara. Sayangnya, gaya menyusu ini membuat bayi rentan tersedak karena minum terburu-buru. Pada ibu, kerap menyebabkan puting susu sakit karena dihisap keras dan cenderung kasar.
Tips menyusui:
  • Susui sebelum dia lapar. Jangan menunda menyusui karena akan membuatnya semakin panik menyusu.
  • Susui bayi dalam posisi bayi setegah berdiri agar ASI yang deras  - karena dihisap cepat - dapat langsung mengalir ke dalam perutnya.
  • Jangan pecah konsentrasinya, misalnya dengan mengajaknya mengobrol saat ia menyusu, karena akan membuat bayi tersedak.
  • Pastikan ia cukup disendawakan, karena minum ASI dengan bergegas membuatnya banyak udara tertelan.
  • Bila puting Anda luka, oles dengan tetesan ASI dan biarkan luka mengering sendiri.
2. Si Penikmat
Gaya menyusui: Baginya, ASI adalah menu super istimewa. Itu sebabnya ia merayakan setiap momen menyusui. Di awal menyusui, dia hanya mencicipi ASI sedikit, setelah itu ada jeda istirahat untuk "menghayati" rasanya. Berikutnya, dimulailah sedotan sesungguhnya, seolah-olah dia tengah menikmati main course. Minum ASI bagi bayi tipe ini, lebih dari sekadar memenuhi rasa dahaga. Ketika menikmati ASI, dia akan membuat kontak mata dengan bunda, menikmati sentuhan lembut bunda, dan banyak tersenyum.
Tips menyusui:
  • Karena waktu yang dibutuhkan untuk membuat bayi kenyang, sangat lama, pilih posisi menyusui yang nyaman bagi Anda, misalnya menggunakan bantal menyusui. Dengan cara ini, Anda terhindar dari rasa pegal pada tangan, pundak dan leher.
  • Pusatkan perhatian pada bayi, seperti, membalas kontak matanya dan  tersenyum saat dia tersenyum.
3. Si Sibuk
Gaya menyusu: Bayi ini terlihat heboh sejak sebelum disusui. Meski pun tidak sedang lapar, ketika melihat ibu membuka bra, dia sudah bergerak-gerak dengan antusias. Begitu diletakkan pada posisi menyusu, dia akan menyambar puting. Sambil menyusui, tubuhnya - kaki atau tangan -  bergerak-gerak atau menggeliat.  Mulutnya banyak bersuara. Bila ada bebunyian dari arah lain yang menarik hatinya, dia akan menoleh ke arah tersebut, sambil tetap mengisap puting. Setelah kenyang, puting dilepaskan dalam satu hentakan.
Tips menyusui:
  • Tenangkan dia sebelum menyusuinya, misalnya, dengan mengajaknya berjalan-jalan sejenak.
  • Susui sebelum bayi lapar.
  • Pilih posisi menyusui yang membuat bayi sulit untuk menggeliat-geliat, contohnya, posisi menyusui sambil memegang punggungnya.
4. Si Skeptis
Gaya menyusui: Malas-malasan, seperti enggan menyusu. Dia pun sering menguap dan mengantuk saat menyusu - memberi kesan bosan, tidak tertarik   dan tidak bersemangat. Itu sebabnya, terkadang Anda tergoda untuk memaksanya minum ASI, meski pun dia tidak menginginkan. Padahal, cara itu membuat keadaan semakin parah, karena bayi merasa dipaksa.
Tips menyusui:
  • Jangan menyerah atau tergoda memberinya susu dari botol  yang mengalirkan cairan lebih deras daripada puting.
  • Bila dia kurang minum ASI - salah satu indikatornya adalah berat badan yang kurang - berilah ASI perah dengan cara disuapi pakai sendok,  menggunakan gelas minum khusus atau menggunakan pipet, sehingga bayi termotivasi untuk minum ASI lagi.
  • Belaian, belaian, belaian. Penting bagi bayi tipe ini karena kontak kulit dengan ibu akan merangsang produksi hormon yang membuatnya merasa dekat dengan ibu.
  • Buatlah jadwal menyusui yang lebih sering meski sebentar-sebentar, misalnya,  setiap jam sekali.
5. Si Madam
Gaya menyusui: Makhluk kecil yang anggun, tenang dan berkelas.  Pembawaan itu tampak pula dalam gayanya menyusu, yaitu, tenang, santai (terkadang terasa lamban!), pokoknya, tidak mau diburu-buru. Pola menyusu misalnya, menelan ASI seteguk, istirahat, mengisap dua teguk, istirahat.  Di tengah menyusu, sesekali dia berhenti  untuk siesta - tidur sejenak!
Tips menyusui:
  • Karena bayi tidak mau menyusu dengan cepat dan tidak mau diburu-buru, sisihkan waktu yang lebih lama untuk menyusuinya.
  • Bila dia tertidur sebelum selesai menyusu, tepuk lembut bokongnya atau tarik puting sedikit untuk membangunkan dan membuatnya menyusu lagi. Jangan dikagetkan, karena dia akan marah dan menangis.
  • Posisi yang tepat akan membuatnya lebih konsentrasi saat menyusu, misalnya, menyusu dengan tubuh bayi ditegakkan.
  • Tempat tidur bukan lokasi menyusu yang tepat - kecuali saat menyusu di malam hari. Lebih baik, susui dia di atas sofa, posisi Anda duduk tegak dan kaki menyentuh lantai. 
Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Psikologi/kenali.gaya.menyusu.bayi.anda/001/007/1021/1
Share |
Gaya bayi menyusu bermacam-macam. Ada yang rakus, heboh, skeptis, si penikmat, hingga si madam yang menyusu dengan gaya tenang dan santai. Termasuk yang mana bayi Anda? Apapun gayanya, Bunda harus bisa menyesuaikannya. Simak triknya!

1. Si Rakus
Gaya menyusui: Dengan enerjik, bayi akan menjejalkan puting susu ibunya ke dalam mulut kecilnya. Setelah itu, dia menyedot seperti vacuum, cepat, mantap, dan tidak butuh waktu lama untuk mengosongkan payudara. Dengan konsentrasi penuh dan penggunaan waktu yang sangat efektif, bayi hanya butuh 10 menit untuk mengosongkan kedua payudara. Sayangnya, gaya menyusu ini membuat bayi rentan tersedak karena minum terburu-buru. Pada ibu, kerap menyebabkan puting susu sakit karena dihisap keras dan cenderung kasar.
Tips menyusui:
  • Susui sebelum dia lapar. Jangan menunda menyusui karena akan membuatnya semakin panik menyusu.
  • Susui bayi dalam posisi bayi setegah berdiri agar ASI yang deras  - karena dihisap cepat - dapat langsung mengalir ke dalam perutnya.
  • Jangan pecah konsentrasinya, misalnya dengan mengajaknya mengobrol saat ia menyusu, karena akan membuat bayi tersedak.
  • Pastikan ia cukup disendawakan, karena minum ASI dengan bergegas membuatnya banyak udara tertelan.
  • Bila puting Anda luka, oles dengan tetesan ASI dan biarkan luka mengering sendiri.
2. Si Penikmat
Gaya menyusui: Baginya, ASI adalah menu super istimewa. Itu sebabnya ia merayakan setiap momen menyusui. Di awal menyusui, dia hanya mencicipi ASI sedikit, setelah itu ada jeda istirahat untuk "menghayati" rasanya. Berikutnya, dimulailah sedotan sesungguhnya, seolah-olah dia tengah menikmati main course. Minum ASI bagi bayi tipe ini, lebih dari sekadar memenuhi rasa dahaga. Ketika menikmati ASI, dia akan membuat kontak mata dengan bunda, menikmati sentuhan lembut bunda, dan banyak tersenyum.
Tips menyusui:
  • Karena waktu yang dibutuhkan untuk membuat bayi kenyang, sangat lama, pilih posisi menyusui yang nyaman bagi Anda, misalnya menggunakan bantal menyusui. Dengan cara ini, Anda terhindar dari rasa pegal pada tangan, pundak dan leher.
  • Pusatkan perhatian pada bayi, seperti, membalas kontak matanya dan  tersenyum saat dia tersenyum.
3. Si Sibuk
Gaya menyusu: Bayi ini terlihat heboh sejak sebelum disusui. Meski pun tidak sedang lapar, ketika melihat ibu membuka bra, dia sudah bergerak-gerak dengan antusias. Begitu diletakkan pada posisi menyusu, dia akan menyambar puting. Sambil menyusui, tubuhnya - kaki atau tangan -  bergerak-gerak atau menggeliat.  Mulutnya banyak bersuara. Bila ada bebunyian dari arah lain yang menarik hatinya, dia akan menoleh ke arah tersebut, sambil tetap mengisap puting. Setelah kenyang, puting dilepaskan dalam satu hentakan.
Tips menyusui:
  • Tenangkan dia sebelum menyusuinya, misalnya, dengan mengajaknya berjalan-jalan sejenak.
  • Susui sebelum bayi lapar.
  • Pilih posisi menyusui yang membuat bayi sulit untuk menggeliat-geliat, contohnya, posisi menyusui sambil memegang punggungnya.
4. Si Skeptis
Gaya menyusui: Malas-malasan, seperti enggan menyusu. Dia pun sering menguap dan mengantuk saat menyusu - memberi kesan bosan, tidak tertarik   dan tidak bersemangat. Itu sebabnya, terkadang Anda tergoda untuk memaksanya minum ASI, meski pun dia tidak menginginkan. Padahal, cara itu membuat keadaan semakin parah, karena bayi merasa dipaksa.
Tips menyusui:
  • Jangan menyerah atau tergoda memberinya susu dari botol  yang mengalirkan cairan lebih deras daripada puting.
  • Bila dia kurang minum ASI - salah satu indikatornya adalah berat badan yang kurang - berilah ASI perah dengan cara disuapi pakai sendok,  menggunakan gelas minum khusus atau menggunakan pipet, sehingga bayi termotivasi untuk minum ASI lagi.
  • Belaian, belaian, belaian. Penting bagi bayi tipe ini karena kontak kulit dengan ibu akan merangsang produksi hormon yang membuatnya merasa dekat dengan ibu.
  • Buatlah jadwal menyusui yang lebih sering meski sebentar-sebentar, misalnya,  setiap jam sekali.
5. Si Madam
Gaya menyusui: Makhluk kecil yang anggun, tenang dan berkelas.  Pembawaan itu tampak pula dalam gayanya menyusu, yaitu, tenang, santai (terkadang terasa lamban!), pokoknya, tidak mau diburu-buru. Pola menyusu misalnya, menelan ASI seteguk, istirahat, mengisap dua teguk, istirahat.  Di tengah menyusu, sesekali dia berhenti  untuk siesta - tidur sejenak!
Tips menyusui:
  • Karena bayi tidak mau menyusu dengan cepat dan tidak mau diburu-buru, sisihkan waktu yang lebih lama untuk menyusuinya.
  • Bila dia tertidur sebelum selesai menyusu, tepuk lembut bokongnya atau tarik puting sedikit untuk membangunkan dan membuatnya menyusu lagi. Jangan dikagetkan, karena dia akan marah dan menangis.
  • Posisi yang tepat akan membuatnya lebih konsentrasi saat menyusu, misalnya, menyusu dengan tubuh bayi ditegakkan.
  • Tempat tidur bukan lokasi menyusu yang tepat - kecuali saat menyusu di malam hari. Lebih baik, susui dia di atas sofa, posisi Anda duduk tegak dan kaki menyentuh lantai. 
Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Psikologi/kenali.gaya.menyusu.bayi.anda/001/007/1021/1
Share |

10 Okt 2011

Pemeriksa Pertama Kehamilan

Tak perlu tegang di pemeriksaan pertama kehamilan. Ini dia ‘bocoran’ apa saja yang akan diperiksa oleh dokter kandungan Anda. Tetap rileks dan jalani kehamilan dengan bahagia.
  • Berat dan tinggi badan (BB/TB), untuk mengetahui apakah BB/TB Anda normal, kurang atau lebih. Dokter akan memberitahu berapa kenaikan BB yang dianjurkan selama hamil. Idealnya 0,5 kg per minggu.
  • Tekanan darah, untuk mendeteksi normal atau tidak normal. Tekanan darah tinggi menimbulkan resiko pre-eklampsia atau eklampsia-komplikasi kehamilan yang ditandai naiknya tekanan darah, pembengkakan tubuh, dan adanya senyawa protein di urin. Sebaliknya, tekanan darah rendah menyebabkan ibu sering pusing dan lemah.
  • Perut dan panggul. Pemeriksaan ini untuk mengetahui ukuran dan posisi rahim. Juga untuk memperhitungkan apakah ukuran panggul cukup untuk dilewati bayi.
  • Darah. Untuk mengetahui golongan darah dan faktor rhesus. Selain itu, tes darah diperlukan bila dokter mencurigai adanya penyakit, seperti toksoplasmosis (infeksi yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii), sitimegalovirus (infeksi yang disebabkan virus cytomegalovirus), hepatitis (radang hati), dan anemia (kurang darah akibat kurangnya zat besi dan asam folat.
  • Usia kehamilan. Dokter menggunakan beberapa pentunjuk untuk mengetahui usia kehamilan, yaitu kapan pertama kali detak jantung janin dapat didengar dengan alat dopper (usia kehamilan 10-12 minggu), dari tanda kehidupan janin yang mulai terasa, dari tinggi fundus (puncak rahim) dan berdasarkan pemeriksaan USG. Berdasarkan usia kehamilan itu, dokter menentukan perkiran waktu bersalin. Atau, bisa juga memakai rumus Neagle yang dihitung berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/pemeriksaan.pertama.kehamilan/001/001/1862/1
Share |
Tak perlu tegang di pemeriksaan pertama kehamilan. Ini dia ‘bocoran’ apa saja yang akan diperiksa oleh dokter kandungan Anda. Tetap rileks dan jalani kehamilan dengan bahagia.
  • Berat dan tinggi badan (BB/TB), untuk mengetahui apakah BB/TB Anda normal, kurang atau lebih. Dokter akan memberitahu berapa kenaikan BB yang dianjurkan selama hamil. Idealnya 0,5 kg per minggu.
  • Tekanan darah, untuk mendeteksi normal atau tidak normal. Tekanan darah tinggi menimbulkan resiko pre-eklampsia atau eklampsia-komplikasi kehamilan yang ditandai naiknya tekanan darah, pembengkakan tubuh, dan adanya senyawa protein di urin. Sebaliknya, tekanan darah rendah menyebabkan ibu sering pusing dan lemah.
  • Perut dan panggul. Pemeriksaan ini untuk mengetahui ukuran dan posisi rahim. Juga untuk memperhitungkan apakah ukuran panggul cukup untuk dilewati bayi.
  • Darah. Untuk mengetahui golongan darah dan faktor rhesus. Selain itu, tes darah diperlukan bila dokter mencurigai adanya penyakit, seperti toksoplasmosis (infeksi yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii), sitimegalovirus (infeksi yang disebabkan virus cytomegalovirus), hepatitis (radang hati), dan anemia (kurang darah akibat kurangnya zat besi dan asam folat.
  • Usia kehamilan. Dokter menggunakan beberapa pentunjuk untuk mengetahui usia kehamilan, yaitu kapan pertama kali detak jantung janin dapat didengar dengan alat dopper (usia kehamilan 10-12 minggu), dari tanda kehidupan janin yang mulai terasa, dari tinggi fundus (puncak rahim) dan berdasarkan pemeriksaan USG. Berdasarkan usia kehamilan itu, dokter menentukan perkiran waktu bersalin. Atau, bisa juga memakai rumus Neagle yang dihitung berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/pemeriksaan.pertama.kehamilan/001/001/1862/1
Share |

Bila Air Ketuban Berlebih

Air ketuban tidak boleh kurang (oligohidramnion) maupun berlebih (polihidramnion/ hidramnion) karena bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan kehamilan dan persalinan.

Volume air ketuban bisa berubah seiring usia kehamilan. Pada kehamilan sekitar 33 minggu, volume air ketuban sekitar 1-1,5 liter yang berangsur berkurang hingga kehamilan cukup bulan (40 minggu). Pada kasus hidramnion, volume bisa mencapai 3-5 liter yang umumnya terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

Hidramnion bisa mengakibatkan:
  • Peregangan rahim yang dapat memicu kontraksi sebelum waktunya.
  • Menekan diafragma ibu sehingga terjadi gangguan pernapasan.
  • Hipertensi.
  • Persalinan Caesar dan premature.
  • Letak janin menjadi tidak normal dan menurunnya kesejahteraan janin.
  • Komplikasi persalinan, seperti perdarahan paska persalinan.
  • Komplikasi plasenta terlepas dari perlekatannya.
  • Kematian janin dalam kandungan.

Tanda-tanda hidramnion:
  • Kandungan cepat sekali membesar.
  • Pertambahan lingkaran perut dan tinggi rahim terlihat begitu cepat.
  • Pada kasus hidramnion ekstrem, pembesaran perut biasanya begitu berlebihan sehingga dinding perut menjadi sedemikian tipis dan pembuluh darah di bawah kulit terlihat.
  • Lapisan kulit pecah, sehingga tampak guratan-guratan nyata pada permukaan perut.
  • Muncul keluhan-keluhan seperti sesak napas/gangguan pernapasan berat, pertambahan berat badan berlebih dan bengkak di sekujur tubuh.
  • Suara denyut jantung janin terdengar jauh karena letaknya jadi cukup jauh dari permukaan.
Penyebab Hidramnion:
  • Produksi air seni janin berlebihan.
  • Ada kelainan pada janin yang menyebabkan cairan ketuban menumpuk, seperti hidrosefalus, atresia saluran cerna, kelainan ginjal dan saluran kencing kongenital.
  • Terjadi sumbatan/penyempitan saluran cerna pada janin sehingga ia tidak bisa menelan air ketuban.
  • Kehamilan kembar, karena ada dua janin yang menghasilkan air seni.
  • Terjadi infeksi.
  • Ada hambatan pertumbuhan pada sistem saraf pusat sehingga fungsi gerakan menelan mengalami kelumpuhan.
  • Ibu hamil menderita diabetes yang tidak terkontrol.
  • Inkompatibilitas/ketidakcocokan rhesus
 Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/hamil.dengan.air.ketuban.berlebih/001/001/1705/2
Share |
Air ketuban tidak boleh kurang (oligohidramnion) maupun berlebih (polihidramnion/ hidramnion) karena bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan kehamilan dan persalinan.

Volume air ketuban bisa berubah seiring usia kehamilan. Pada kehamilan sekitar 33 minggu, volume air ketuban sekitar 1-1,5 liter yang berangsur berkurang hingga kehamilan cukup bulan (40 minggu). Pada kasus hidramnion, volume bisa mencapai 3-5 liter yang umumnya terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

Hidramnion bisa mengakibatkan:
  • Peregangan rahim yang dapat memicu kontraksi sebelum waktunya.
  • Menekan diafragma ibu sehingga terjadi gangguan pernapasan.
  • Hipertensi.
  • Persalinan Caesar dan premature.
  • Letak janin menjadi tidak normal dan menurunnya kesejahteraan janin.
  • Komplikasi persalinan, seperti perdarahan paska persalinan.
  • Komplikasi plasenta terlepas dari perlekatannya.
  • Kematian janin dalam kandungan.

Tanda-tanda hidramnion:
  • Kandungan cepat sekali membesar.
  • Pertambahan lingkaran perut dan tinggi rahim terlihat begitu cepat.
  • Pada kasus hidramnion ekstrem, pembesaran perut biasanya begitu berlebihan sehingga dinding perut menjadi sedemikian tipis dan pembuluh darah di bawah kulit terlihat.
  • Lapisan kulit pecah, sehingga tampak guratan-guratan nyata pada permukaan perut.
  • Muncul keluhan-keluhan seperti sesak napas/gangguan pernapasan berat, pertambahan berat badan berlebih dan bengkak di sekujur tubuh.
  • Suara denyut jantung janin terdengar jauh karena letaknya jadi cukup jauh dari permukaan.
Penyebab Hidramnion:
  • Produksi air seni janin berlebihan.
  • Ada kelainan pada janin yang menyebabkan cairan ketuban menumpuk, seperti hidrosefalus, atresia saluran cerna, kelainan ginjal dan saluran kencing kongenital.
  • Terjadi sumbatan/penyempitan saluran cerna pada janin sehingga ia tidak bisa menelan air ketuban.
  • Kehamilan kembar, karena ada dua janin yang menghasilkan air seni.
  • Terjadi infeksi.
  • Ada hambatan pertumbuhan pada sistem saraf pusat sehingga fungsi gerakan menelan mengalami kelumpuhan.
  • Ibu hamil menderita diabetes yang tidak terkontrol.
  • Inkompatibilitas/ketidakcocokan rhesus
 Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/hamil.dengan.air.ketuban.berlebih/001/001/1705/2
Share |

1 Okt 2011

Metode hypnobirthing untuk Ibu Hamil

Metode hypnobirthing pertama kali dipopulerkan oleh Marie F.Mongan, M.Ed., M.Hy. dari Australia. Tujuannya, untuk melatih ibu hamil supaya lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.

Dalam metode ini, ibu hamil juga diajarkan membiasakan diri mengajak bicara janinya. Kegiatan ini sebagai suatu bentuk komunikasi antar-ruh, yang terus dilakukan sampai detik-detik menjelang persalinan, khusunya agar janin berjuang bersama ibunya untuk melewati jalan lahir. Kelas ini sangat dianjukan untuk diikuti ibu hamil bersama pasangannya.

Manfaat:
  • Memahami proses yang sedang terjadi di dalam rahimnya.
  • Memahami apa yang terjadi setelah bayi lahir, dan cara perawatannya.
  • Membuat ibu hamil menjadi lebih santai dan tenang dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan.
  • Membuat ibu hamil mampu memanfaatkan kekuatan pikiran positif dan alam bawah sadarnya untuk menghadapi berbagai rasa sakit serta rasa tidak nyaman lainnya.
  • Membantu ibu hamil mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya, yang dapat menghambat produksi sejumlah hormon, diantaranya endorphin yang memiliki kekuatan 200 kali lipat dari morfin untuk menekas rasa sakit pada saat melahirkan. 
Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/hypnobirthing.untuk.kehamilan/001/001/1759/1
Share |
Metode hypnobirthing pertama kali dipopulerkan oleh Marie F.Mongan, M.Ed., M.Hy. dari Australia. Tujuannya, untuk melatih ibu hamil supaya lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan.

Dalam metode ini, ibu hamil juga diajarkan membiasakan diri mengajak bicara janinya. Kegiatan ini sebagai suatu bentuk komunikasi antar-ruh, yang terus dilakukan sampai detik-detik menjelang persalinan, khusunya agar janin berjuang bersama ibunya untuk melewati jalan lahir. Kelas ini sangat dianjukan untuk diikuti ibu hamil bersama pasangannya.

Manfaat:
  • Memahami proses yang sedang terjadi di dalam rahimnya.
  • Memahami apa yang terjadi setelah bayi lahir, dan cara perawatannya.
  • Membuat ibu hamil menjadi lebih santai dan tenang dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan.
  • Membuat ibu hamil mampu memanfaatkan kekuatan pikiran positif dan alam bawah sadarnya untuk menghadapi berbagai rasa sakit serta rasa tidak nyaman lainnya.
  • Membantu ibu hamil mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya, yang dapat menghambat produksi sejumlah hormon, diantaranya endorphin yang memiliki kekuatan 200 kali lipat dari morfin untuk menekas rasa sakit pada saat melahirkan. 
Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/hypnobirthing.untuk.kehamilan/001/001/1759/1
Share |

Bila Membedong Bayi Semalaman

Tanya: Bayi saya (1,5 bulan) sering kaget dan terbangun bila mendengar suara keras. Tapi bila dibedong, dia tidur nyenyak dan hanya terbangun jika lapar atau ngompol. Bolehkah bayi dibedong sepanjang malam?

Jawab: Bedong bayi merupakan tradisi berbagai bangsa di dunia, dengan teknik yang bervariasi dan terbukti bayi yang dibedong lebih sedikit terjaga dan tidur lebih lama.

Bayi yang dibedong dalam posisi telentang memiliki efisiensi tidur yang lebih baik dan episode terjaga yang lebih sedikit dibandingkan bayi yang tidak dibedong. Selain itu, bedong juga membantu pengaturan suhu agar bayi merasa nyaman, namun, bila caranya tidak benar, misalnya terlalu ketat, justru dapat menyebabkan suhu bayi menjadi tinggi (hipertermia) dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan.

Jadi, bedong harus memenuhi syarat:
  1. Posisi tidur bayi benar. Bayi yang dibedong dalam posisi tengkurap meningkatkan risiko sindroma meninggal mendadak (SIDS).
  2. Cara pembedongan benar, yakni kepala harus bebas dari bedongan dan jangan terlalu ketat terutama pada dada, panggul, dan lutut.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tanya+-+Jawab/bolehkah.bayi.dibedong.semalaman/001/006/794/2
Share |
Tanya: Bayi saya (1,5 bulan) sering kaget dan terbangun bila mendengar suara keras. Tapi bila dibedong, dia tidur nyenyak dan hanya terbangun jika lapar atau ngompol. Bolehkah bayi dibedong sepanjang malam?

Jawab: Bedong bayi merupakan tradisi berbagai bangsa di dunia, dengan teknik yang bervariasi dan terbukti bayi yang dibedong lebih sedikit terjaga dan tidur lebih lama.

Bayi yang dibedong dalam posisi telentang memiliki efisiensi tidur yang lebih baik dan episode terjaga yang lebih sedikit dibandingkan bayi yang tidak dibedong. Selain itu, bedong juga membantu pengaturan suhu agar bayi merasa nyaman, namun, bila caranya tidak benar, misalnya terlalu ketat, justru dapat menyebabkan suhu bayi menjadi tinggi (hipertermia) dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan.

Jadi, bedong harus memenuhi syarat:
  1. Posisi tidur bayi benar. Bayi yang dibedong dalam posisi tengkurap meningkatkan risiko sindroma meninggal mendadak (SIDS).
  2. Cara pembedongan benar, yakni kepala harus bebas dari bedongan dan jangan terlalu ketat terutama pada dada, panggul, dan lutut.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tanya+-+Jawab/bolehkah.bayi.dibedong.semalaman/001/006/794/2
Share |

13 Sep 2011

Penting nya Usia Kehamilan

Kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu. Untuk itu, penting sekali, mengetahui taksiran persalinan Anda, agar terhindar dari risiko kesakitan dan kematian. Sehingga Dokter bisa mengetahui perjalanan kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan.

Mengapa usia kehamilan dan taksiran persalinan ini penting, baik bagi dokter maupun ibu hamil?
  • Pertama, untuk mengetahui sudah seberapa jauh perjalanan kehamilan, karena di tiap-tiap usia yang berbeda, kita akan berharap sesuatu yang berbeda. Misalnya, berat badan bayi saat usia kehamilan 33 minggu tentu diharapkan berbeda dengan beratnya saat usia kehamilan 36 minggu.
  • Alasan kedua untuk menentukan kapan kita harus bertindak. Jangan sampai usia kehamilannya lewat waktu. Banyak penelitian menyatakan  bahwa terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian bayi  setelah usia kehamilan 41 minggu
Risiko kesakitan dan kematian bayi. Untuk taksiran persalinan, bila tidak akuratnya lebih awal, maka dokternya mungkin akan menduga pertumbuhan janin terhambat sehingga harus dikeluarkan, padahal sebenarnya belum waktunya, misalnya belum 37 minggu, sehingga dia jadi bayi prematur. Sebaliknya, bila tidak akuratnya lebih cepat,  misalnya usia kehamilan diduga masih 37 minggu padahal sudah 42 minggu, maka risiko kesakitan dan kematian bayi.

Untuk meminimalkan risiko akibat kesalahan taksiran persalinan:
  • Disarankan seorang wanita ingat dengan siklus haidnya. Bila perlu, buatlah semacam diary atau catatan harian.
  • Lalu, sempatkan waktu untuk bertemu dokter minimal satu kali di trimester pertama kehamilannya. Mereka yang haidnya tidak teratur atau lupa HPHT-nya sangat penting untuk menjalani pemeriksaan dengan alat USG.
  • Bila ada keraguan, maka perlu dilakukan croscheck, second opinion atau memantau pertumbuhan bayi. Jadi, tidak serta merta diambil tindakan. Di lain pihak, ibu hamil juga harus paham tanda-tanda persalinan yang  biasanya diberitahukan dokter saat usia kehamilannya masuk 36 minggu. Ingatlah, kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu.
USG di Trimester I. Selain untuk menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan, pemeriksaan dengan alat USG di trimester I juga bertujuan untuk mengetahui:
•  Lokasi atau posisi kehamilan.
•  Jumlah bayi.
•  Bayi hidup atau tidak.
•  Anatomi rahim dan indung telur, misalnya apakah ada miom atau kista.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/jangan.salah.hitung.waktu.persalinan/001/001/1487/1
Share |
Kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu. Untuk itu, penting sekali, mengetahui taksiran persalinan Anda, agar terhindar dari risiko kesakitan dan kematian. Sehingga Dokter bisa mengetahui perjalanan kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan.

Mengapa usia kehamilan dan taksiran persalinan ini penting, baik bagi dokter maupun ibu hamil?
  • Pertama, untuk mengetahui sudah seberapa jauh perjalanan kehamilan, karena di tiap-tiap usia yang berbeda, kita akan berharap sesuatu yang berbeda. Misalnya, berat badan bayi saat usia kehamilan 33 minggu tentu diharapkan berbeda dengan beratnya saat usia kehamilan 36 minggu.
  • Alasan kedua untuk menentukan kapan kita harus bertindak. Jangan sampai usia kehamilannya lewat waktu. Banyak penelitian menyatakan  bahwa terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian bayi  setelah usia kehamilan 41 minggu
Risiko kesakitan dan kematian bayi. Untuk taksiran persalinan, bila tidak akuratnya lebih awal, maka dokternya mungkin akan menduga pertumbuhan janin terhambat sehingga harus dikeluarkan, padahal sebenarnya belum waktunya, misalnya belum 37 minggu, sehingga dia jadi bayi prematur. Sebaliknya, bila tidak akuratnya lebih cepat,  misalnya usia kehamilan diduga masih 37 minggu padahal sudah 42 minggu, maka risiko kesakitan dan kematian bayi.

Untuk meminimalkan risiko akibat kesalahan taksiran persalinan:
  • Disarankan seorang wanita ingat dengan siklus haidnya. Bila perlu, buatlah semacam diary atau catatan harian.
  • Lalu, sempatkan waktu untuk bertemu dokter minimal satu kali di trimester pertama kehamilannya. Mereka yang haidnya tidak teratur atau lupa HPHT-nya sangat penting untuk menjalani pemeriksaan dengan alat USG.
  • Bila ada keraguan, maka perlu dilakukan croscheck, second opinion atau memantau pertumbuhan bayi. Jadi, tidak serta merta diambil tindakan. Di lain pihak, ibu hamil juga harus paham tanda-tanda persalinan yang  biasanya diberitahukan dokter saat usia kehamilannya masuk 36 minggu. Ingatlah, kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu.
USG di Trimester I. Selain untuk menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan, pemeriksaan dengan alat USG di trimester I juga bertujuan untuk mengetahui:
•  Lokasi atau posisi kehamilan.
•  Jumlah bayi.
•  Bayi hidup atau tidak.
•  Anatomi rahim dan indung telur, misalnya apakah ada miom atau kista.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/jangan.salah.hitung.waktu.persalinan/001/001/1487/1
Share |

Kontraksi pada Awal Kehamilan

Pemicu terjadinya kontraksi di awal kehamilan, khususnya kontraksi yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin, antara lain kehamilan kembar, kelainan bentuk rahim, kelainan letak plasenta, infeksi di alat kelamin atau di organ tubuh lainnya, kelelahan fisik, atau aktifitas seksual.
Untuk mengatsinya, dokter biasanya akan meminta Anda untuk:
  • Banyak beristirahat. Berbaring dengan posisi menyamping ke kiri, karena rongga perut bagian kiri umumnya lebih luas daripada bagian kanan. Selain dapat mengurangi rasa sesak, posisi ini membuat aliran darah dan oksigen ke janin, lebih baik. Bila perlu, dokter akan meminta Anda berbaring di atas tempat tidur sepanjang hari (bedrest), namun biasanya  masih boleh berdiri untuk pergi ke kamar mandi atau duduk untuk makan.
  • Menjaga asupan cairan agar tidak dehidrasi, karena bila tubuh Anda kekurangan cairan,  maka kadar hormon oksitosin (hormon yang merangsang kontraksi rahim) di dalam darah akan meningkat.  
  • Mengurangi pekerjaan atau kegiatan fisik yang berat. Jadi, hindari melakukan olahraga yang melelahkan, sering naik/turun tangga, perjalanan panjang, dan pekerjaan rumah tangga yang berat.  
  • Mengurangi kegiatan seksual, misalnya menghentikan untuk sementara atau membatasi frekuensi kegiatan seksual.
  • Mengonsumsi obat-obatan, misalnya, obat antikontraksi atau obat untuk mengatasi infeksi - jika ada.  
  • Bersedia dirawat di rumah sakit bila obat yang diberikan tidak efektif, sehingga dokter memutuskan untuk memberikan obat melalui infus.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tips/atasi.kontraksi.awal.kehamilan/001/005/1058/1
Share |
Pemicu terjadinya kontraksi di awal kehamilan, khususnya kontraksi yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin, antara lain kehamilan kembar, kelainan bentuk rahim, kelainan letak plasenta, infeksi di alat kelamin atau di organ tubuh lainnya, kelelahan fisik, atau aktifitas seksual.
Untuk mengatsinya, dokter biasanya akan meminta Anda untuk:
  • Banyak beristirahat. Berbaring dengan posisi menyamping ke kiri, karena rongga perut bagian kiri umumnya lebih luas daripada bagian kanan. Selain dapat mengurangi rasa sesak, posisi ini membuat aliran darah dan oksigen ke janin, lebih baik. Bila perlu, dokter akan meminta Anda berbaring di atas tempat tidur sepanjang hari (bedrest), namun biasanya  masih boleh berdiri untuk pergi ke kamar mandi atau duduk untuk makan.
  • Menjaga asupan cairan agar tidak dehidrasi, karena bila tubuh Anda kekurangan cairan,  maka kadar hormon oksitosin (hormon yang merangsang kontraksi rahim) di dalam darah akan meningkat.  
  • Mengurangi pekerjaan atau kegiatan fisik yang berat. Jadi, hindari melakukan olahraga yang melelahkan, sering naik/turun tangga, perjalanan panjang, dan pekerjaan rumah tangga yang berat.  
  • Mengurangi kegiatan seksual, misalnya menghentikan untuk sementara atau membatasi frekuensi kegiatan seksual.
  • Mengonsumsi obat-obatan, misalnya, obat antikontraksi atau obat untuk mengatasi infeksi - jika ada.  
  • Bersedia dirawat di rumah sakit bila obat yang diberikan tidak efektif, sehingga dokter memutuskan untuk memberikan obat melalui infus.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tips/atasi.kontraksi.awal.kehamilan/001/005/1058/1
Share |

Kehamilan dan Obat Mual

Tanya: Sepanjang kehamilan saya (hamil 8 bulan) muntah-muntah. Dari obat anti-muntah berikut: dimenhidrinate, prometazin (nufapreg), metoklopramid, mediamer B6, ondansentron dan lanzoprazole, mana yang aman untuk ibu hamil dan janin?

Jawab: Semua obat anti-muntah yang disebutkan sebenarnya relatif aman digunakan selama kehamilan. Hanya saja, penggunaannya berbeda-beda, didasarkan pada berat ringan keluhan yang dialami. Misalnya, obat muntah jenis ondansentron memiliki efek anti-muntah yang lebih kuat dibanding yang lain, sedangkan lanzoprazole adalah jenis obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung dan tergolong aman digunakan selama kehamilan.

Tentu penggunaan obat yang lebih ringan dapat dipertimbangkan pada keluhan yang tidak terlalu berat. Selain itu, seperti juga pengobatan penyakit-penyakit yang lain, respons tiap orang berbeda terhadap obat tertentu, sehingga mengganti jenis obat yang diberikan dapat dipertimbangkan bila tidak diperoleh respons yang sesuai. Demi kesehatan Anda dan janin, konsultasikan ke dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi obat apa pun.

dr. Arman Djajakuslie, SpOG

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tanya+-+Jawab/penggunaan.obat.anti.mual.untuk.ibu.hamil/001/006/802/1
 Share |
Tanya: Sepanjang kehamilan saya (hamil 8 bulan) muntah-muntah. Dari obat anti-muntah berikut: dimenhidrinate, prometazin (nufapreg), metoklopramid, mediamer B6, ondansentron dan lanzoprazole, mana yang aman untuk ibu hamil dan janin?

Jawab: Semua obat anti-muntah yang disebutkan sebenarnya relatif aman digunakan selama kehamilan. Hanya saja, penggunaannya berbeda-beda, didasarkan pada berat ringan keluhan yang dialami. Misalnya, obat muntah jenis ondansentron memiliki efek anti-muntah yang lebih kuat dibanding yang lain, sedangkan lanzoprazole adalah jenis obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung dan tergolong aman digunakan selama kehamilan.

Tentu penggunaan obat yang lebih ringan dapat dipertimbangkan pada keluhan yang tidak terlalu berat. Selain itu, seperti juga pengobatan penyakit-penyakit yang lain, respons tiap orang berbeda terhadap obat tertentu, sehingga mengganti jenis obat yang diberikan dapat dipertimbangkan bila tidak diperoleh respons yang sesuai. Demi kesehatan Anda dan janin, konsultasikan ke dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi obat apa pun.

dr. Arman Djajakuslie, SpOG

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tanya+-+Jawab/penggunaan.obat.anti.mual.untuk.ibu.hamil/001/006/802/1
 Share |

21 Jun 2011

Kehamilan dan Gangguan Pernafasan

Tidak sedang flu, namun hidung Anda sering tersumbat atau pilek, sehingga sulit bernapas? Jangan khawatir, hal ini memang bisa dialami oleh sekitar 20-30% ibu hamil. Dalam dunia kedokteran, apa yang Anda alami disebut rhinitis kehamilan.

Keluhan ini kerap muncul pada akhir trimester pertama. Meski ada yang masih berlangsung beberapa minggu setelah melahirkan. Keluhan ini bisa menjadi semakin parah ketika cuaca dingin atau uadra yang Anda hirup bersuhu rendah, misalnya di dalam ruangan ber-AC.

Apa penyebabnya?
1. Peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan perubahan pada sistem “kerja” hidung Anda, yakni:

Volume dan aliran darah mengalami peningkatan. Akibatnya, pembuluh-pembuluh darah halus di dalam rongga hidung membesar dan dindingnya jadi rentan pecah.
Lapisan lendir dalam rongga hidung menjadi lebih aktif menghasilkan lendir. Akibatnya, lapisan lendir menjadi lebih tebal dan membengkak, sehingga lubang hidung pun menjadi lebih sempit.

2. Alergi, karena proses kehamilan memang bisa meningkatkan sensitivitas ibu hamil terhadap sesuatu yang memicu timbulnya alergi.

Apa akibatnya? Anda mungkin akan berupaya membuang lender/ingus beberapa kali. Kadang-kadang tanpda sadar Anda terlalu keras melakukannya, sheingga pembuluh-pembuluh darah di bawah selaput lender hidung menjadi pecah. Terjadilah mimisan.

Cara mengatasi mimisan:

Dongakkan kepala. Jangan memabringkan tubuh atau menundukkan kepala, karena akan memperbesar kemungkinan darah mimisan tertelan, sehingga menimbulkan rasa mual.
Tekan lubang hidung yang mengeluarkan darah dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan, selama sekitar 5 menit. Sementara itu, bernapsalah lewat mulut.
Kompres lubang hidung yang mimisan dengan es batu kecil, untuk mengerutkan pembuluh darah yang pecah, agar perdarahan berhenti.

Bagaimana agar tidak sesak nafas?

Mandi dengan air hangat, dan berendamlah di dalam bath tub berisi air hangat (sekitar 38,5 ºC). Usahakan tidak lebih dari 10 menit.
Mandi sauna, di tempat perawatan holistik Jangan lupa beritahukan sebelumnya bahwa Anda sedang hamil.
Hirup uap dari air panas beberapa saat, sambil tutupi kepala dengan kain atau handuk.
Bernapas perlahan, jangan menghembuskan udara terlalu keras.
Teteskan obat pelega hidung tersumbat. Bila perlu, konsultasikan lebih dulu dengan dokter kandungan Anda.
Jauhi dan hindari semua faktor pemicu alergi, misalnya asap rokok, serbuk bunga, debu, atau makanan-makanan tertentu yang dapat menyebabkan alergi.


Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.pengaruhi.kesehatan.rongga.hidung/001/001/1729/1
Tidak sedang flu, namun hidung Anda sering tersumbat atau pilek, sehingga sulit bernapas? Jangan khawatir, hal ini memang bisa dialami oleh sekitar 20-30% ibu hamil. Dalam dunia kedokteran, apa yang Anda alami disebut rhinitis kehamilan.

Keluhan ini kerap muncul pada akhir trimester pertama. Meski ada yang masih berlangsung beberapa minggu setelah melahirkan. Keluhan ini bisa menjadi semakin parah ketika cuaca dingin atau uadra yang Anda hirup bersuhu rendah, misalnya di dalam ruangan ber-AC.

Apa penyebabnya?
1. Peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan perubahan pada sistem “kerja” hidung Anda, yakni:

Volume dan aliran darah mengalami peningkatan. Akibatnya, pembuluh-pembuluh darah halus di dalam rongga hidung membesar dan dindingnya jadi rentan pecah.
Lapisan lendir dalam rongga hidung menjadi lebih aktif menghasilkan lendir. Akibatnya, lapisan lendir menjadi lebih tebal dan membengkak, sehingga lubang hidung pun menjadi lebih sempit.

2. Alergi, karena proses kehamilan memang bisa meningkatkan sensitivitas ibu hamil terhadap sesuatu yang memicu timbulnya alergi.

Apa akibatnya? Anda mungkin akan berupaya membuang lender/ingus beberapa kali. Kadang-kadang tanpda sadar Anda terlalu keras melakukannya, sheingga pembuluh-pembuluh darah di bawah selaput lender hidung menjadi pecah. Terjadilah mimisan.

Cara mengatasi mimisan:

Dongakkan kepala. Jangan memabringkan tubuh atau menundukkan kepala, karena akan memperbesar kemungkinan darah mimisan tertelan, sehingga menimbulkan rasa mual.
Tekan lubang hidung yang mengeluarkan darah dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan, selama sekitar 5 menit. Sementara itu, bernapsalah lewat mulut.
Kompres lubang hidung yang mimisan dengan es batu kecil, untuk mengerutkan pembuluh darah yang pecah, agar perdarahan berhenti.

Bagaimana agar tidak sesak nafas?

Mandi dengan air hangat, dan berendamlah di dalam bath tub berisi air hangat (sekitar 38,5 ºC). Usahakan tidak lebih dari 10 menit.
Mandi sauna, di tempat perawatan holistik Jangan lupa beritahukan sebelumnya bahwa Anda sedang hamil.
Hirup uap dari air panas beberapa saat, sambil tutupi kepala dengan kain atau handuk.
Bernapas perlahan, jangan menghembuskan udara terlalu keras.
Teteskan obat pelega hidung tersumbat. Bila perlu, konsultasikan lebih dulu dengan dokter kandungan Anda.
Jauhi dan hindari semua faktor pemicu alergi, misalnya asap rokok, serbuk bunga, debu, atau makanan-makanan tertentu yang dapat menyebabkan alergi.


Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.pengaruhi.kesehatan.rongga.hidung/001/001/1729/1

23 Mei 2011

Tips Tidur Saat Kehamilan

Mata terus menerawang karena tak bisa tidur saat hamil? Jangan takut, Anda tak sendirian. Sekitar 78% wanita hamil mengalami insomnia dan masalah tidur lainnya. Bagaimana mengatasinya?

Penyebab. Insomnia (sulit untuk tertidur) saat hamil bisa disebabkan beragam alasan seperti akibat tak nyamannya posisi tidur, kaki kram, bolak balik pipis ke kamar mandi dan berderet perasaan tak nyaman selama kehamilan yang membuat Anda melek semalaman

Solusi. Insomnia Anda saat hamil bisa disembuhkan dengan membuat sedikit perubahan pada kegiatan rutin harian Anda terkait kecapekan dan terlalu banyak beraktivitas. Anda bisa memulai dari:

Patuhi jadual tidur Anda. Ikuti jadual tidur Anda seperti biasa, kapan jam tidur dan bangun. Ini akan melatih tubuh dan pikiran Anda agar terbiasa mengantuk di saat tertentu
Sembunyikan jam dari pandangan. Memandangi putaran jarum jam dtiap detiknya yang berpindah dari angka satu ke lainnya tidak akan membantu Anda tertidur. Justu membuat Anda yang sedang hamil tidak mengantuk. Sebaiknya pindahkan jam tersebut ke tempat yang tidak langsung terlihat
Rileks. Buat tubuh Anda yang sedang hamil serileks mungkin sebelum tidur. Bisa dengan mandi air hangat atau pijatan lembut dari suami untuk mengendurkan otot yang kaku.
Sesuaikan suasana tempat tidur. Pastikan lampu tempat tidur tidak terlalu terang dan jauhkan suara-suara yang mengganggu agar bisa tertidur. Sebaiknya cat kamar tidur dengan warna yang cenderung gelap agar tidak silau. Tutup pintu agar suara dari luar tidak menyusup masuk
Jangan terlalu lama menghabiskan waktu di tempat tidur. Batasi waktu di tempat tidur sebelum jatuh tertidur. Jika tak kunjung tidur dalam setengah jam, pergilah ke ruangan lain untuk nonton TV atau membaca hingga Anda merasa ngantuk.

Jikapun masih sulit tertidur, tak perlu kuatir berlebihan. Insomnia sebenarnya normal saat kehamilan. Tapi, jika Anda sudah melakukan hal tersebut tapi masih tidak ada perubahan, silahkan berkonsultasi dengan dokter. Dan ingat, hindari obat tidur tanpa resep dokter selama kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mahalnya.tidur.saat.hamil/001/001/132/6/1
Mata terus menerawang karena tak bisa tidur saat hamil? Jangan takut, Anda tak sendirian. Sekitar 78% wanita hamil mengalami insomnia dan masalah tidur lainnya. Bagaimana mengatasinya?

Penyebab. Insomnia (sulit untuk tertidur) saat hamil bisa disebabkan beragam alasan seperti akibat tak nyamannya posisi tidur, kaki kram, bolak balik pipis ke kamar mandi dan berderet perasaan tak nyaman selama kehamilan yang membuat Anda melek semalaman

Solusi. Insomnia Anda saat hamil bisa disembuhkan dengan membuat sedikit perubahan pada kegiatan rutin harian Anda terkait kecapekan dan terlalu banyak beraktivitas. Anda bisa memulai dari:

Patuhi jadual tidur Anda. Ikuti jadual tidur Anda seperti biasa, kapan jam tidur dan bangun. Ini akan melatih tubuh dan pikiran Anda agar terbiasa mengantuk di saat tertentu
Sembunyikan jam dari pandangan. Memandangi putaran jarum jam dtiap detiknya yang berpindah dari angka satu ke lainnya tidak akan membantu Anda tertidur. Justu membuat Anda yang sedang hamil tidak mengantuk. Sebaiknya pindahkan jam tersebut ke tempat yang tidak langsung terlihat
Rileks. Buat tubuh Anda yang sedang hamil serileks mungkin sebelum tidur. Bisa dengan mandi air hangat atau pijatan lembut dari suami untuk mengendurkan otot yang kaku.
Sesuaikan suasana tempat tidur. Pastikan lampu tempat tidur tidak terlalu terang dan jauhkan suara-suara yang mengganggu agar bisa tertidur. Sebaiknya cat kamar tidur dengan warna yang cenderung gelap agar tidak silau. Tutup pintu agar suara dari luar tidak menyusup masuk
Jangan terlalu lama menghabiskan waktu di tempat tidur. Batasi waktu di tempat tidur sebelum jatuh tertidur. Jika tak kunjung tidur dalam setengah jam, pergilah ke ruangan lain untuk nonton TV atau membaca hingga Anda merasa ngantuk.

Jikapun masih sulit tertidur, tak perlu kuatir berlebihan. Insomnia sebenarnya normal saat kehamilan. Tapi, jika Anda sudah melakukan hal tersebut tapi masih tidak ada perubahan, silahkan berkonsultasi dengan dokter. Dan ingat, hindari obat tidur tanpa resep dokter selama kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mahalnya.tidur.saat.hamil/001/001/132/6/1

Posisi Tidur yang Tepat Saat Hamil

Banyak hal yang harus disesuaikan ketika hamil. Salah satunya adalah posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa membuat tidur Anda tidak enak, ketika bangun pun tubuh akan terasa sakit. Masalahnya, posisi tidur favorit Anda bisa menjadi tidak nyaman ketika hamil.

Mungkin ketika sebelum hamil Anda merasa nyaman dengan posisi telentang atau tengkurap. Kini setelah hamil, posisi itu tidak lagi nyaman. Lalu, posisi seperti apakah yang nyaman bagi ibu hamil?

Tengkurap atau telentang? Tidur tengkurap atau telentang memang merupakan posisi yang tidak nyaman ketika hamil. Ketika Anda berada di trimester pertama, payudara yang terasa lembut mungkin masih membuat Anda merasa nyaman jika Anda tidur tengkurap. Tapi seiring dengan perkembangan janin dan membesarnya perut Anda, tidur tengkurap akan menjadi sangat tidak nyaman.

Tidur telentang akan membuat seluruh berat di perut Anda saat hamil ditumpukan pada punggung, usus, dan pembuluh darah inferior (pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung). Hal ini dapat meningkatkan risiko sakit punggung, sembelit, gangguan saluran pencernaan, dan lemahnya pernapasan dan sirkulasi.

Tidur telentang pada trimester kedua dan ketiga kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Untuk beberapa wanita, tidur telentang dapat menyebabkan menurunnya tekanan darah. Dan ini dapat membuat mereka merasa sangat pusing. Sedangkan untuk yang lain, tidur dalam posisi telentang dapat meningkatkan tekanan darah.

Miring ke kiri atau ke kanan? Posisi yang paling nyaman ketika hamil adalah miring. Selama masa kehamilan awal, Anda sudah bisa mencoba untuk melatih diri Anda tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini memberikan keuntungan untuk bayi Anda dengan memaksimalkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta. Posisi ini juga membantu ginjal Anda bekerja efisien dalam membuang kotoran-kotoran dan cairan-cairan dari tubuh, yang berarti juga dapat mengurangi rasa sakit pada pergelangan kaki, telapak kaki, dan tangan.

Untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, tidurlah miring ke kiri dengan kedua lutut ditekuk, dan taruh sebuah bantal di antara kedua lutut Anda. Atur beberapa bantal di bawah pinggang dan dibelakang punggung Anda agar terasa lebih nyaman. Jika terasa pegal karena tidur dalam satu posisi, Anda bisa merubah posisi tidur miring ke kanan.

Anda juga bisa membeli bantal khusus kehamilan. Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan bantal biasa, namun bagi Anda yang suka merasa sesak napas, bantal kehamilan ini bisa membantu Anda meninggikan bagian atas tubuh Anda. Pada trimester ketiga, menggunakan bra tidur dan maternity belt dapat memberikan sokongan tambahan kepada payudara, pinggang, dan punggung Anda.

Namun jika Anda terbangun tengah malam dan mendapati posisi tidur Anda telentang atau tengkurap, jangan khawatir. Itu tidak akan mengganggu janin Anda. Anda tinggal merubah kembali posisi tidur Anda miring. Selamat tidur...
Angela Wika C.K, Redaksi Ayahbunda-Online
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/tidur.nyaman.saat.hamil.bisa.kok/001/001/129/6/1
Banyak hal yang harus disesuaikan ketika hamil. Salah satunya adalah posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa membuat tidur Anda tidak enak, ketika bangun pun tubuh akan terasa sakit. Masalahnya, posisi tidur favorit Anda bisa menjadi tidak nyaman ketika hamil.

Mungkin ketika sebelum hamil Anda merasa nyaman dengan posisi telentang atau tengkurap. Kini setelah hamil, posisi itu tidak lagi nyaman. Lalu, posisi seperti apakah yang nyaman bagi ibu hamil?

Tengkurap atau telentang? Tidur tengkurap atau telentang memang merupakan posisi yang tidak nyaman ketika hamil. Ketika Anda berada di trimester pertama, payudara yang terasa lembut mungkin masih membuat Anda merasa nyaman jika Anda tidur tengkurap. Tapi seiring dengan perkembangan janin dan membesarnya perut Anda, tidur tengkurap akan menjadi sangat tidak nyaman.

Tidur telentang akan membuat seluruh berat di perut Anda saat hamil ditumpukan pada punggung, usus, dan pembuluh darah inferior (pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung). Hal ini dapat meningkatkan risiko sakit punggung, sembelit, gangguan saluran pencernaan, dan lemahnya pernapasan dan sirkulasi.

Tidur telentang pada trimester kedua dan ketiga kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Untuk beberapa wanita, tidur telentang dapat menyebabkan menurunnya tekanan darah. Dan ini dapat membuat mereka merasa sangat pusing. Sedangkan untuk yang lain, tidur dalam posisi telentang dapat meningkatkan tekanan darah.

Miring ke kiri atau ke kanan? Posisi yang paling nyaman ketika hamil adalah miring. Selama masa kehamilan awal, Anda sudah bisa mencoba untuk melatih diri Anda tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini memberikan keuntungan untuk bayi Anda dengan memaksimalkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta. Posisi ini juga membantu ginjal Anda bekerja efisien dalam membuang kotoran-kotoran dan cairan-cairan dari tubuh, yang berarti juga dapat mengurangi rasa sakit pada pergelangan kaki, telapak kaki, dan tangan.

Untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, tidurlah miring ke kiri dengan kedua lutut ditekuk, dan taruh sebuah bantal di antara kedua lutut Anda. Atur beberapa bantal di bawah pinggang dan dibelakang punggung Anda agar terasa lebih nyaman. Jika terasa pegal karena tidur dalam satu posisi, Anda bisa merubah posisi tidur miring ke kanan.

Anda juga bisa membeli bantal khusus kehamilan. Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan bantal biasa, namun bagi Anda yang suka merasa sesak napas, bantal kehamilan ini bisa membantu Anda meninggikan bagian atas tubuh Anda. Pada trimester ketiga, menggunakan bra tidur dan maternity belt dapat memberikan sokongan tambahan kepada payudara, pinggang, dan punggung Anda.

Namun jika Anda terbangun tengah malam dan mendapati posisi tidur Anda telentang atau tengkurap, jangan khawatir. Itu tidak akan mengganggu janin Anda. Anda tinggal merubah kembali posisi tidur Anda miring. Selamat tidur...
Angela Wika C.K, Redaksi Ayahbunda-Online
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/tidur.nyaman.saat.hamil.bisa.kok/001/001/129/6/1
 
Planet Bayi Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template