Tampilkan postingan dengan label PASCA MELAHIRKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PASCA MELAHIRKAN. Tampilkan semua postingan

2 Feb 2015

Kebutuhan Kebutuhan untuk Keperluan Bayi Baru Lahir


Pakaian
Popok, bisa pilih jenis yang dapat digunakan kembali atau sekali pakai, yang pasti  Anda perlu banyak menyimpan benda yang satu ini.
Bib, sebagai penadah liur bayi, jika ia mulai makan makanan padat.
Kaus lengan pendek dan lengan panjang. Pilih yang berkancing, memudahkan Anda saat mengganti bajunya.
5 pasang celana
Pakaian tidur nyaman.
1 sampai 3 sweater, cardigan atau zip hoodies, tergantung pada musim
8 pasang kaus kaki
Topi yang melindunginya dari sengatan sinar matahari.
Selimut. Satu harus lembut dan cukup tebal , dua harus cukup tipis untuk masuk tas popok Anda.
Handuk berkerudung, yang memungkinkan Anda membedong bayi selesai mandi.

Perawatan
Lanolin lotion untuk puting susu yang nyeri saat menyusui
Krim ruam popok
Shampo dan sabun bayi
Lotion bayi

Perlengkapan
Ember popok
Tas popok.
Monitor bayi
Portabel boks, umumnya dikenal sebagai Play n Pack' penting ketika
Anda mengunjungi kakek-nenek.
6 botol/kantung untuk menyimpan ASI perah.
Botol sikat
Pompa ASI
Bantal menyusui
Termometer untuk mengukur suhu tubuh.
Pipet untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung.
Gunting kuku
Alkohol dan perban
Bak mandi bayi
Tisu
Boks bayi
Ayunan atau kursi goyang. Gerakan ini membuat hampir semua bayi sangat, sangat mengantuk.
Playmate
Bayi carrier atau gendongan
Kereta bayi

Sumber: Ayahbunda
Share |

Pakaian
Popok, bisa pilih jenis yang dapat digunakan kembali atau sekali pakai, yang pasti  Anda perlu banyak menyimpan benda yang satu ini.
Bib, sebagai penadah liur bayi, jika ia mulai makan makanan padat.
Kaus lengan pendek dan lengan panjang. Pilih yang berkancing, memudahkan Anda saat mengganti bajunya.
5 pasang celana
Pakaian tidur nyaman.
1 sampai 3 sweater, cardigan atau zip hoodies, tergantung pada musim
8 pasang kaus kaki
Topi yang melindunginya dari sengatan sinar matahari.
Selimut. Satu harus lembut dan cukup tebal , dua harus cukup tipis untuk masuk tas popok Anda.
Handuk berkerudung, yang memungkinkan Anda membedong bayi selesai mandi.

Perawatan
Lanolin lotion untuk puting susu yang nyeri saat menyusui
Krim ruam popok
Shampo dan sabun bayi
Lotion bayi

Perlengkapan
Ember popok
Tas popok.
Monitor bayi
Portabel boks, umumnya dikenal sebagai Play n Pack' penting ketika
Anda mengunjungi kakek-nenek.
6 botol/kantung untuk menyimpan ASI perah.
Botol sikat
Pompa ASI
Bantal menyusui
Termometer untuk mengukur suhu tubuh.
Pipet untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung.
Gunting kuku
Alkohol dan perban
Bak mandi bayi
Tisu
Boks bayi
Ayunan atau kursi goyang. Gerakan ini membuat hampir semua bayi sangat, sangat mengantuk.
Playmate
Bayi carrier atau gendongan
Kereta bayi

Sumber: Ayahbunda
Share |

13 Sep 2012

Solusi Payudara Bengkak saat Menyusui


Payudara bengkak terjadi bukan karena penuh dengan ASI namun karena terjadi sumbatan. Sekitar hari ke-3 atau 4 setelah ibu melahirkan, payudara sering terasa penuh, tegang serta nyeri. Hal itu disebut engorgement atau payudara bengkak. 
Ini solusinya: 
  • Kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui untuk memudahkan bayi mengisap putting susu.
  • Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lunak, sehingga putting lebih mudah diisap oleh bayi.
  • menyusui setiap 2 jam. Usahakan setiap kali menyusu, bayi menyusu pada kedua payudara sehingga payudara cepat kosong. Uapayakan pula bayi menyusu paling sedikit 10-15 menit pada masing-masing payudara.
  • Ketika bayi menyusu, pijat payudara yang sedang diisap bayi untuk merangsang ASI mengalir.
  • Untuk menghilangkan rasa sakit dan bengkak, kompres payudara dengan air dingin selama beberapa menit seusai menyusui.
  • Ketika bayi menyusu, pijat payudara yang sedang diisap bayi untuk merangsang ASI mengalir.
  • Kompres payudara dengan air dingin selama beberapa menit seusai menyusui.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/mengatasi.payudara.bengkak/001/005/1584/1
Share |

Payudara bengkak terjadi bukan karena penuh dengan ASI namun karena terjadi sumbatan. Sekitar hari ke-3 atau 4 setelah ibu melahirkan, payudara sering terasa penuh, tegang serta nyeri. Hal itu disebut engorgement atau payudara bengkak. 
Ini solusinya: 
  • Kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui untuk memudahkan bayi mengisap putting susu.
  • Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lunak, sehingga putting lebih mudah diisap oleh bayi.
  • menyusui setiap 2 jam. Usahakan setiap kali menyusu, bayi menyusu pada kedua payudara sehingga payudara cepat kosong. Uapayakan pula bayi menyusu paling sedikit 10-15 menit pada masing-masing payudara.
  • Ketika bayi menyusu, pijat payudara yang sedang diisap bayi untuk merangsang ASI mengalir.
  • Untuk menghilangkan rasa sakit dan bengkak, kompres payudara dengan air dingin selama beberapa menit seusai menyusui.
  • Ketika bayi menyusu, pijat payudara yang sedang diisap bayi untuk merangsang ASI mengalir.
  • Kompres payudara dengan air dingin selama beberapa menit seusai menyusui.
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/mengatasi.payudara.bengkak/001/005/1584/1
Share |

4 Agu 2012

Bila Ibu Menyusui ingin Puasa

Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.

  • Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
  • Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
  • Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur. 
  • Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.
  • Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.
  • Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.
  • Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri. (me)

Share |
Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.

  • Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
  • Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
  • Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur. 
  • Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.
  • Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.
  • Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.
  • Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri. (me)

Share |

12 Jun 2012

Tips Relaksasi untuk Membantu Kelancaran Proses Menyusui dengan Hypnobreastfeeding

Hypnobreastfeeding adalah teknik relaksasi untuk membantu kelancaran proses menyusui. Caranya, masukkan kalimat-kalimat afirmasi positif ke dalam alam pikiran saat Anda sangat relaks atau dalam keadaan hipnosis. Kalimat afirmasi positif itu diharapkan akan mampu membantu proses menyusui kelak.

Hypnosis adalah kondisi nirsadar (tidak sadarkan diri) yang terjadi secara alamiah. Pada kondisi itu, seseorang akan mampu menghayati pikiran dan sugesti tertentu untuk mencapai perubahan psikologis, fisik maupun spiritual yang diinginkan.

Pada teknik Hypnobreastfeeding, perubahan yang diinginkan adalah segala hal yang mempermudah dan melancarkan proses menyusui. Misalnya, kalimat-kalimat sugesti atau afirmasi, “Saya mampu memberikan ASI pada bayi saya.” Atau “ASI saya akan mengalir deras untuknya.”


Benarkan efektif? Pakar hipnoterapi mengatakan metode hipnoterapi sepenuhnya dapat dijawab secara ilmiah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Secara etimologis (seni atau ilmu) yang mempelajari cara membawa pasien ke dalam keadaan tidur yang disebabkan terfokusnya perhatian pada suatu keyakinan atau sugesti verbal yang ditanamkan. 

Caranya?
Lakukan relaksasi dalam posisi duduk atau berbaring, di dalam ruangan yang temaram, misalnya dengan lampu temaram, diiringi musik relaksasi, bisa juga ditambah aromaterapi yang aman bagi ibu hamil.
Setelah Anda merasa tenang dan ringan, tiba waktunya belajar untuk fokus, dibantu pola pendulum.
Setelah relaks, ringan, fokus, mulailah memasukkan sugesti positif melalui kalimat-kalimat afirmasi.
Pegang kedua payudara dan yakini Anda mampu menyusui bayi dan ASI cukup untuk kebutuhan bayi.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Psikologi/lancar.asi.dengan.hypnobreastfeeding/001/007/1047/1

Share |
Hypnobreastfeeding adalah teknik relaksasi untuk membantu kelancaran proses menyusui. Caranya, masukkan kalimat-kalimat afirmasi positif ke dalam alam pikiran saat Anda sangat relaks atau dalam keadaan hipnosis. Kalimat afirmasi positif itu diharapkan akan mampu membantu proses menyusui kelak.

Hypnosis adalah kondisi nirsadar (tidak sadarkan diri) yang terjadi secara alamiah. Pada kondisi itu, seseorang akan mampu menghayati pikiran dan sugesti tertentu untuk mencapai perubahan psikologis, fisik maupun spiritual yang diinginkan.

Pada teknik Hypnobreastfeeding, perubahan yang diinginkan adalah segala hal yang mempermudah dan melancarkan proses menyusui. Misalnya, kalimat-kalimat sugesti atau afirmasi, “Saya mampu memberikan ASI pada bayi saya.” Atau “ASI saya akan mengalir deras untuknya.”


Benarkan efektif? Pakar hipnoterapi mengatakan metode hipnoterapi sepenuhnya dapat dijawab secara ilmiah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Secara etimologis (seni atau ilmu) yang mempelajari cara membawa pasien ke dalam keadaan tidur yang disebabkan terfokusnya perhatian pada suatu keyakinan atau sugesti verbal yang ditanamkan. 

Caranya?
Lakukan relaksasi dalam posisi duduk atau berbaring, di dalam ruangan yang temaram, misalnya dengan lampu temaram, diiringi musik relaksasi, bisa juga ditambah aromaterapi yang aman bagi ibu hamil.
Setelah Anda merasa tenang dan ringan, tiba waktunya belajar untuk fokus, dibantu pola pendulum.
Setelah relaks, ringan, fokus, mulailah memasukkan sugesti positif melalui kalimat-kalimat afirmasi.
Pegang kedua payudara dan yakini Anda mampu menyusui bayi dan ASI cukup untuk kebutuhan bayi.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Psikologi/lancar.asi.dengan.hypnobreastfeeding/001/007/1047/1

Share |

Bila Harus Menyusui dengan Satu Payudara saja

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi tidak menyusu dari kedua payudara bundanya.
  1. Bundanya hanya punya satu payudara akibat masektomi atau operasi pengangkatan payudara -terjadi pada pasien kanker payudara.
  2. Rusaknya kelenjar dan saluran susu di salah satu payudara.  Jadi,  organ payudara tetap ada, tetapi kelenjar dan saluran ASI di dalamnya -glandula lactiferous dan ductus lactiferous- tidak berfungsi dengan baik akibat pernah dilakukan pengangkatan tumor, pemasangan silikon, implan, susuk, dan sebagainya.
  3. Infeksi kelenjar susu -engorgement atau mastitis- di salah satu payudara, juga bisa mengakibatkan bunda terpaksa menyusui dari satu payudara. Mastitis terjadi akibat kontak puting susu dengan bakteri, yang antara lain masuk lewat payudara yang luka. Ciri-cirinya: pembengkakkan payudara, terdapat benjolan berwarna kemerahan yang berisi nanah, nyeri, dan ada rasa panas. Dalam kasus ini, volume ASI bisa berkurang, hingga tidak keluar sama sekali.
  4. Penyebab paling umum menyusui dengan satu payudara, ternyata tidak berhubungan dengan penyakit atau gangguan itu semua. Melainkan, lebih sering akibat kebiasaan, yaitu, bayi dibiasakan menyusu hanya dari satu payudara, karena posisi tersebut terasa paling nyaman bagi tangan bunda. Misalnya, jika bunda merasa paling nyaman menggendong bayi dengan tangan kiri, maka bayi akan lebih banyak menyusu pada payudara kiri. Akibatnya, karena lebih sering dan lebih lama diisap, volume ASI di payudara kiri jadi lebih banyak dibanding payudara kanan.
  5. Favoritisme payudara tidak hanya terjadi pada bunda, pada bayi juga bisa. Beberapa bayi memang rewel bila disusui dengan salah satu payudara, dan baru mengisap dengan lahap bila disodorkan payudara satunya. Penyebabnya:
  • Payudara favorit memiliki simpanan ASI melimpah, sedangkan payudara satunya ASI-nya lebih sedikit.
  • payudara favorit memiliki puting yang lebih empuk, sedangkan payudara lainnya berputing rata atau masuk -sulit diisap.
  • bayi menderita gangguan di bagian tertentu tubuh, misalnya, torticolis atau otot leher kaku -disebabkan oleh posisi bayi di dalam kandungan-  membuat bayi lebih nyaman menolehke satu sisi saja, atau infeksi telinga, nyeri bekas imunisasi, dan sebagainya.
Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.dengan.satu.payudara/001/001/1900/1
Share |
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi tidak menyusu dari kedua payudara bundanya.
  1. Bundanya hanya punya satu payudara akibat masektomi atau operasi pengangkatan payudara -terjadi pada pasien kanker payudara.
  2. Rusaknya kelenjar dan saluran susu di salah satu payudara.  Jadi,  organ payudara tetap ada, tetapi kelenjar dan saluran ASI di dalamnya -glandula lactiferous dan ductus lactiferous- tidak berfungsi dengan baik akibat pernah dilakukan pengangkatan tumor, pemasangan silikon, implan, susuk, dan sebagainya.
  3. Infeksi kelenjar susu -engorgement atau mastitis- di salah satu payudara, juga bisa mengakibatkan bunda terpaksa menyusui dari satu payudara. Mastitis terjadi akibat kontak puting susu dengan bakteri, yang antara lain masuk lewat payudara yang luka. Ciri-cirinya: pembengkakkan payudara, terdapat benjolan berwarna kemerahan yang berisi nanah, nyeri, dan ada rasa panas. Dalam kasus ini, volume ASI bisa berkurang, hingga tidak keluar sama sekali.
  4. Penyebab paling umum menyusui dengan satu payudara, ternyata tidak berhubungan dengan penyakit atau gangguan itu semua. Melainkan, lebih sering akibat kebiasaan, yaitu, bayi dibiasakan menyusu hanya dari satu payudara, karena posisi tersebut terasa paling nyaman bagi tangan bunda. Misalnya, jika bunda merasa paling nyaman menggendong bayi dengan tangan kiri, maka bayi akan lebih banyak menyusu pada payudara kiri. Akibatnya, karena lebih sering dan lebih lama diisap, volume ASI di payudara kiri jadi lebih banyak dibanding payudara kanan.
  5. Favoritisme payudara tidak hanya terjadi pada bunda, pada bayi juga bisa. Beberapa bayi memang rewel bila disusui dengan salah satu payudara, dan baru mengisap dengan lahap bila disodorkan payudara satunya. Penyebabnya:
  • Payudara favorit memiliki simpanan ASI melimpah, sedangkan payudara satunya ASI-nya lebih sedikit.
  • payudara favorit memiliki puting yang lebih empuk, sedangkan payudara lainnya berputing rata atau masuk -sulit diisap.
  • bayi menderita gangguan di bagian tertentu tubuh, misalnya, torticolis atau otot leher kaku -disebabkan oleh posisi bayi di dalam kandungan-  membuat bayi lebih nyaman menolehke satu sisi saja, atau infeksi telinga, nyeri bekas imunisasi, dan sebagainya.
Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.dengan.satu.payudara/001/001/1900/1
Share |

Tips Cara Menjadi Ibu Baru yang Super

Jangan jadi zombie karena baru punya bayi. Atasi kelelahan dengan 10 cara berikut!

1. Makan siang dengan benar. Ketika baru punya bayi, saking sibuknya, pada jam makan siang Anda hanya mengambil sedikit nasi atau mencicipi sedikit kue. "Ah, lemak di tubuhku, kan, masih banyak. Tidak apa-apa makan sedikit, malah bagus karena aku bisa cepat kurus, " demikian alasan Anda.  Padahal, itu adalah taktik yang salah. Jika Anda membenarkan alasan untuk cuma makan sedikit, kadar gula darah Anda akan cepat turun, akibatnya energi, suasana hati, dan kemampuan berpikir akan menurun. Selain itu, kurang makan minum saat menyusui bisa membuat produksi ASI tidak maksimal, lho.

2. Mengurangi pikiran di kepala. Selagi tidur malam, alarm di kepala Anda berdering-dering, mengingatkan Anda pada setumpuk tugas esok hari; berbelanja mingguan, menjemput anak sulung di sekolah, mencuci pompa ASI elektrik,  membayar kartu kredit, menemani orangtua ke dokter, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin!  Padahal, tidak seharusnya demikian. Singkirkan dari daftar "To Do", hal-hal yang bisa dilakukan nanti atau bukan prioritas. Atau, delegasikan beberapa  tugas pada pasangan dan asisten di rumah. Jika terlintas sesuatu dalam pikiran, jangan dipikirkan  terus karena bisa membuat otak Anda lelah. Tulis saja di secarik kertas, lalu kembalilah tidur.

3. Nikmati seks kilat. “Saya terlalu lelah untuk menikmati seks!".  Karena saat ini bagi Anda tidak ada yang lebih diinginkan selain tidur dan makan. Tetapi,  jangan lupa, seks juga kebutuhan dasar tubuh. Bila kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi atau diabaikan, dengan caranya sendiri tubuh akan "berteriak", misalnya, Anda jadi mudah sakit kepala, uring-uringan, atau tidak bersemangat.  Sebetulnya, seks juga punya khasiat yang sama seperti makanan, yaitu dapat membangkitkan energi.

4. Hitung langkah. Setelah memiliki bayi, kebiasaan Anda melakukan olahraga pun jauh berkurang -tidak seperti dulu- bisa karena Anda merasa tidak punya waktu, atau ada bayi yang saat ini menjadi prioritas Anda. Sebenarnya, Anda bisa beolahraga  dengan mudah, buatlah target 10.000 langkah dan gerak tubuh sehat, hanya dengan mendorong kereta bayi sambil berjalan-jalan pagi dan sore.

5. Tidur berkualitas. Untuk mencapai tidur yang berkualitas, Anda harus memasuki fase tidur pulas yang baru bisa dicapai bila tidur setidaknya 4 jam. Jika bayi Anda sering terjaga di malam hari, sehingga Anda tidak memiliki waktu tidur selama itu, mintalah suami atau babysitter standby di malam hari dan mengambil alih tugas menyusui bayi dengan pemberian ASI perah.  Tidur berkualitas setidaknya 3 hari dalam, seminggu, memberi sumbangan ekstra energi untuk melawan kelelahan.

6. Tidur siang bersama bayi. Jika bayi Anda tidur sepanjang hari, segera sandarkan tubuh Anda untuk ikut beristirahat juga. Sesekali Anda boleh, kok, melewatkan tugas-tugas, acara TV favorit atau apa pun, untuk mendapat ekstra istirahat selama 20 menit di siang hari. Isitirahat tersebut akan mengisi batere tubuh dan pikiran, agar kembali fit hingga malam hari.

7. Kopi, membantukah? Minum kopi terkadang menjadi pilihan agar dapat terjaga dari rasa kantuk. Toleransi dokter untuk minum kopi bagi ibu menyusui, biasanya 1 cangkir per hari. Mengonsumsi kafein sebetulnya tidak menghasilkan banyak energi. Pilihan terbaik makanan yang mendongkrak energi adalah yang dihasilkan dari sumber makanan berprotein tinggi, seperti daging-dagingan, ati ampela, ikan, dan seafood.  Sedangkan minuman terbaik untuk mengatasi rasa lelah adalah susu.

8. Lakukan sesuatu yang baru. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, tentu membuat Anda jenuh dan mematikan setiap perkembangan otak. Lakukan sesuatu yang baru, paling tidak satu hal setiap hari, agar otak Anda bersemangat lagi.  Misalnya:  membacakan anak cerita dari koran atau majalah, mendengarkan CD lagu baru,  belajar bahasa suatu negara yang akan menjadi tujuan wisata Anda berikutnya, atau medekor ulang satu sudut rumah.

9. Abaikan waktu. Jika Anda ingin tidur pulas pada malam hari, jangan sering memerhatikan jam. Bolak-balik memerhatikan jam, membuat otak Anda bekerja terus-menerus karena Anda merasa dikejar oleh waktu dan target pekerjaan.  Selesaikan saja tugas Anda; susui bayi sampai dia kenyang, membedong tubuhnya, menidurkannya kembali, mandi, menyiapkan makanan untuk keluarga, dam seterusnya, berapa pun waktu yang dibutuhkan untuk itu. Dengan berdamai dengan waktu, hati dan pikiran Anda lebih relaks, Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

10. Ritual malam. Bayi baru lahir belum mengenal perubahan waktu dan tidak mengenal ritme yang pasti. Untuk itu, buatlah satu kegiatan untuk menutup hari baginya, seperti menyanyikan lagu pengantar tidur pada malam hari atau mulai menutup tirai kamar untuk memberikan sinyal bahwa hari sudah malam.Usahakan setiap malamnya, pukul 21.00 adalah waktu Anda untuk melakukan semua hal yang membuat Anda bergembira dan merayakan malam dengan kegiatan yang menyenangkan, misalnya: berendam di air hangat, menelpon teman, mengisi buku harian bayi, dan yang tidak kalah penting, membiarkan tubuh Anda berbaring.



Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/10.trik.melawan.lelah.untuk.ibu.baru/001/005/1140/1
Share
|
Jangan jadi zombie karena baru punya bayi. Atasi kelelahan dengan 10 cara berikut!

1. Makan siang dengan benar. Ketika baru punya bayi, saking sibuknya, pada jam makan siang Anda hanya mengambil sedikit nasi atau mencicipi sedikit kue. "Ah, lemak di tubuhku, kan, masih banyak. Tidak apa-apa makan sedikit, malah bagus karena aku bisa cepat kurus, " demikian alasan Anda.  Padahal, itu adalah taktik yang salah. Jika Anda membenarkan alasan untuk cuma makan sedikit, kadar gula darah Anda akan cepat turun, akibatnya energi, suasana hati, dan kemampuan berpikir akan menurun. Selain itu, kurang makan minum saat menyusui bisa membuat produksi ASI tidak maksimal, lho.

2. Mengurangi pikiran di kepala. Selagi tidur malam, alarm di kepala Anda berdering-dering, mengingatkan Anda pada setumpuk tugas esok hari; berbelanja mingguan, menjemput anak sulung di sekolah, mencuci pompa ASI elektrik,  membayar kartu kredit, menemani orangtua ke dokter, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin!  Padahal, tidak seharusnya demikian. Singkirkan dari daftar "To Do", hal-hal yang bisa dilakukan nanti atau bukan prioritas. Atau, delegasikan beberapa  tugas pada pasangan dan asisten di rumah. Jika terlintas sesuatu dalam pikiran, jangan dipikirkan  terus karena bisa membuat otak Anda lelah. Tulis saja di secarik kertas, lalu kembalilah tidur.

3. Nikmati seks kilat. “Saya terlalu lelah untuk menikmati seks!".  Karena saat ini bagi Anda tidak ada yang lebih diinginkan selain tidur dan makan. Tetapi,  jangan lupa, seks juga kebutuhan dasar tubuh. Bila kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi atau diabaikan, dengan caranya sendiri tubuh akan "berteriak", misalnya, Anda jadi mudah sakit kepala, uring-uringan, atau tidak bersemangat.  Sebetulnya, seks juga punya khasiat yang sama seperti makanan, yaitu dapat membangkitkan energi.

4. Hitung langkah. Setelah memiliki bayi, kebiasaan Anda melakukan olahraga pun jauh berkurang -tidak seperti dulu- bisa karena Anda merasa tidak punya waktu, atau ada bayi yang saat ini menjadi prioritas Anda. Sebenarnya, Anda bisa beolahraga  dengan mudah, buatlah target 10.000 langkah dan gerak tubuh sehat, hanya dengan mendorong kereta bayi sambil berjalan-jalan pagi dan sore.

5. Tidur berkualitas. Untuk mencapai tidur yang berkualitas, Anda harus memasuki fase tidur pulas yang baru bisa dicapai bila tidur setidaknya 4 jam. Jika bayi Anda sering terjaga di malam hari, sehingga Anda tidak memiliki waktu tidur selama itu, mintalah suami atau babysitter standby di malam hari dan mengambil alih tugas menyusui bayi dengan pemberian ASI perah.  Tidur berkualitas setidaknya 3 hari dalam, seminggu, memberi sumbangan ekstra energi untuk melawan kelelahan.

6. Tidur siang bersama bayi. Jika bayi Anda tidur sepanjang hari, segera sandarkan tubuh Anda untuk ikut beristirahat juga. Sesekali Anda boleh, kok, melewatkan tugas-tugas, acara TV favorit atau apa pun, untuk mendapat ekstra istirahat selama 20 menit di siang hari. Isitirahat tersebut akan mengisi batere tubuh dan pikiran, agar kembali fit hingga malam hari.

7. Kopi, membantukah? Minum kopi terkadang menjadi pilihan agar dapat terjaga dari rasa kantuk. Toleransi dokter untuk minum kopi bagi ibu menyusui, biasanya 1 cangkir per hari. Mengonsumsi kafein sebetulnya tidak menghasilkan banyak energi. Pilihan terbaik makanan yang mendongkrak energi adalah yang dihasilkan dari sumber makanan berprotein tinggi, seperti daging-dagingan, ati ampela, ikan, dan seafood.  Sedangkan minuman terbaik untuk mengatasi rasa lelah adalah susu.

8. Lakukan sesuatu yang baru. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, tentu membuat Anda jenuh dan mematikan setiap perkembangan otak. Lakukan sesuatu yang baru, paling tidak satu hal setiap hari, agar otak Anda bersemangat lagi.  Misalnya:  membacakan anak cerita dari koran atau majalah, mendengarkan CD lagu baru,  belajar bahasa suatu negara yang akan menjadi tujuan wisata Anda berikutnya, atau medekor ulang satu sudut rumah.

9. Abaikan waktu. Jika Anda ingin tidur pulas pada malam hari, jangan sering memerhatikan jam. Bolak-balik memerhatikan jam, membuat otak Anda bekerja terus-menerus karena Anda merasa dikejar oleh waktu dan target pekerjaan.  Selesaikan saja tugas Anda; susui bayi sampai dia kenyang, membedong tubuhnya, menidurkannya kembali, mandi, menyiapkan makanan untuk keluarga, dam seterusnya, berapa pun waktu yang dibutuhkan untuk itu. Dengan berdamai dengan waktu, hati dan pikiran Anda lebih relaks, Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

10. Ritual malam. Bayi baru lahir belum mengenal perubahan waktu dan tidak mengenal ritme yang pasti. Untuk itu, buatlah satu kegiatan untuk menutup hari baginya, seperti menyanyikan lagu pengantar tidur pada malam hari atau mulai menutup tirai kamar untuk memberikan sinyal bahwa hari sudah malam.Usahakan setiap malamnya, pukul 21.00 adalah waktu Anda untuk melakukan semua hal yang membuat Anda bergembira dan merayakan malam dengan kegiatan yang menyenangkan, misalnya: berendam di air hangat, menelpon teman, mengisi buku harian bayi, dan yang tidak kalah penting, membiarkan tubuh Anda berbaring.



Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/10.trik.melawan.lelah.untuk.ibu.baru/001/005/1140/1
Share
|

7 Nov 2011

Daftar Keperluan bila ingin memberi ASI Eksklusif


Daftar benda berikut ini membantu Anda menunaikan tugas memberi ASI Eksklusif 6 bulan.
Botol
Selain untuk wadah saat memberi ASI, Anda harus punya cukup banyak stok botol yang punya penutup (bukan dot) untuk menampung ASI.
Pompa ASI
Meskipun bisa dilakukan dengan tangan, pompa ASI manual maupun elektrik adalah alat bantu paling praktis.
Boks atau tas ASI
Apabila Anda ibu bekerja atau sering bepergian, milikilah ini. ASI yang Anda bawa dari rumah atau hasil perah di kantor akan aman selama ada di dalamnya antara 7 – 12 jam. Tergantung jumlah kantong pendingin serta tingkat kebekuannya.
Kantong pendingin/cooler bag
Sebelum digunakan keesokan harinya, Anda harus menyimpannya di freezer semalaman.
Sabun steril
Untuk membantu membersihkan dan merawat perlengkapan penyimpan dan pompa ASI, sabun pencuci yang lembut dan aman untuk bayi wajib ada. Gunakan hanya sabun yang terbuat dari bahan alami, tidak memiliki aroma tajam dan biodegradible (bisa diurai di alam). Cermati label pada kemasan.
Label
Tulis tanggal dan jam Anda menyimpan di lemari pendingin atau pembeku dan lekatkan pada botol penyimpan ASI.
Sterilizer
Perangkat botol penyimpan dan pompa ASI harus setelah dicuci dengan
sabun khusus perangkat minum dan makan bayi harus disteril. Sebagai pilihan, Anda bisa membeli alat yang merangkap penghangat makan dan minuman si kecil.
Lemari pendingin dan/atau pembeku
Apabila Anda hendak memiliki “bank” ASI di rumah, ini adalah tempat penyimpan yang wajib ada. Di lemari pendingin, ASI bisa tahan beberapa hari. Apabila ingin menyimpan dalam waktu 1 – 3 bulan, simpanlah ASI di freezer (lemari pembeku)
Breast pad
Mencegah ASI membasahi bra, pelapis ini sangat penting. Anda bisa pilih: sekali pakai (disposable) dan yang bisa dicuci (washable)
Bra menyusui
Penting untuk menyangga payudara ibu menyusui.
Sendok bayi (nursing spoon)
Alat bantu yang memudahkan Anda menyendok ASI hasil perah ke dalam mulut mungilnya. Biasanya terbuat dari bahan silikon atau plastik yang aman (food grade).

Sumber: Ayahbunda
Share |

Daftar benda berikut ini membantu Anda menunaikan tugas memberi ASI Eksklusif 6 bulan.
Botol
Selain untuk wadah saat memberi ASI, Anda harus punya cukup banyak stok botol yang punya penutup (bukan dot) untuk menampung ASI.
Pompa ASI
Meskipun bisa dilakukan dengan tangan, pompa ASI manual maupun elektrik adalah alat bantu paling praktis.
Boks atau tas ASI
Apabila Anda ibu bekerja atau sering bepergian, milikilah ini. ASI yang Anda bawa dari rumah atau hasil perah di kantor akan aman selama ada di dalamnya antara 7 – 12 jam. Tergantung jumlah kantong pendingin serta tingkat kebekuannya.
Kantong pendingin/cooler bag
Sebelum digunakan keesokan harinya, Anda harus menyimpannya di freezer semalaman.
Sabun steril
Untuk membantu membersihkan dan merawat perlengkapan penyimpan dan pompa ASI, sabun pencuci yang lembut dan aman untuk bayi wajib ada. Gunakan hanya sabun yang terbuat dari bahan alami, tidak memiliki aroma tajam dan biodegradible (bisa diurai di alam). Cermati label pada kemasan.
Label
Tulis tanggal dan jam Anda menyimpan di lemari pendingin atau pembeku dan lekatkan pada botol penyimpan ASI.
Sterilizer
Perangkat botol penyimpan dan pompa ASI harus setelah dicuci dengan
sabun khusus perangkat minum dan makan bayi harus disteril. Sebagai pilihan, Anda bisa membeli alat yang merangkap penghangat makan dan minuman si kecil.
Lemari pendingin dan/atau pembeku
Apabila Anda hendak memiliki “bank” ASI di rumah, ini adalah tempat penyimpan yang wajib ada. Di lemari pendingin, ASI bisa tahan beberapa hari. Apabila ingin menyimpan dalam waktu 1 – 3 bulan, simpanlah ASI di freezer (lemari pembeku)
Breast pad
Mencegah ASI membasahi bra, pelapis ini sangat penting. Anda bisa pilih: sekali pakai (disposable) dan yang bisa dicuci (washable)
Bra menyusui
Penting untuk menyangga payudara ibu menyusui.
Sendok bayi (nursing spoon)
Alat bantu yang memudahkan Anda menyendok ASI hasil perah ke dalam mulut mungilnya. Biasanya terbuat dari bahan silikon atau plastik yang aman (food grade).

Sumber: Ayahbunda
Share |

6 Nov 2011

Kebutuhan Bayi Sepulang dari RS

Buku Catatan Kesehatan Bayi
Satu stel pakaian bayi untuk perjalanan pulang
Popok sekali pakai untuk perjalanan pulang
Perlak atau alas ganti popok
Selendang gendong atau stroller
Carseat atau baby bassinet
Selimut
Kaos kaki dan sepatu bayi
Baby wipes
Tisu kering
Sarung tangan
2 stel pakaian dalam

Sumber: Ayahbunda
Share |
Buku Catatan Kesehatan Bayi
Satu stel pakaian bayi untuk perjalanan pulang
Popok sekali pakai untuk perjalanan pulang
Perlak atau alas ganti popok
Selendang gendong atau stroller
Carseat atau baby bassinet
Selimut
Kaos kaki dan sepatu bayi
Baby wipes
Tisu kering
Sarung tangan
2 stel pakaian dalam

Sumber: Ayahbunda
Share |

13 Apr 2011

Cara Ampuh Menghilangkan Lemak Setelah Melahirkan

Tarian seksi khas Timur tengah ini ternyata cukup cepat untuk menguatkan otot perut dan melangsingkan tubuh paska persalinan. Menari selama satu jam akan menghabiskan sekitar 300 kalori.

Membakar lemak. Tarian khas Timur Tengah ini banyak menggerakkan kelompok otot di bagian abdomen atau perut bawah, pelvis alias pinggang, trunk atau bagian perut atas, diafragma, tulang belakang sampai leher dan tangan. Bergerak dengan belly dance secara rutin dan ritmis mampu membakar lemak dalam tubuh –menari selama satu jam akan menghabiskan sekitar 300 kalori.

Melangsingkan. Dr. Edward R. Laskowski, dari Sport Medicine Center Mayo Clinic di AS mengatakan, Belly Dance bila dilakukan secara teratur dan terprogram, dapat dijadikan program pelangsingan setelah persalinan diseling dengan latihan aerobik seperti jogging atau berenang. Namun tentu saja tetap harus diimbangi dengan pola makan sehat.

Gerakan-gerakan Belly Dance yang berayun dan memutar bagian perut dan panggul juga menguatkan otot-otot perut dan punggung, membentuk keindahan tubuh, mengencangkan otot-otot dada, lengan, perut dan panggul, melemaskan otot-otot bahu dan leher yang sering terjadi pada orang yang sering duduk terlalu lama, serta membantu meningkatkan aliran cairan synovial (cairan pelumas persendian) sehingga akan memperkecil risiko ausnya ruas tulang belakang. Belly Dance juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada ibu baru karena gerakan-gerakannya yang artistik dan feminin akan menciptakan perasaan positif pada diri sendiri.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/belly.dance.untuk.ibu.baru/001/001/1778/1
Tarian seksi khas Timur tengah ini ternyata cukup cepat untuk menguatkan otot perut dan melangsingkan tubuh paska persalinan. Menari selama satu jam akan menghabiskan sekitar 300 kalori.

Membakar lemak. Tarian khas Timur Tengah ini banyak menggerakkan kelompok otot di bagian abdomen atau perut bawah, pelvis alias pinggang, trunk atau bagian perut atas, diafragma, tulang belakang sampai leher dan tangan. Bergerak dengan belly dance secara rutin dan ritmis mampu membakar lemak dalam tubuh –menari selama satu jam akan menghabiskan sekitar 300 kalori.

Melangsingkan. Dr. Edward R. Laskowski, dari Sport Medicine Center Mayo Clinic di AS mengatakan, Belly Dance bila dilakukan secara teratur dan terprogram, dapat dijadikan program pelangsingan setelah persalinan diseling dengan latihan aerobik seperti jogging atau berenang. Namun tentu saja tetap harus diimbangi dengan pola makan sehat.

Gerakan-gerakan Belly Dance yang berayun dan memutar bagian perut dan panggul juga menguatkan otot-otot perut dan punggung, membentuk keindahan tubuh, mengencangkan otot-otot dada, lengan, perut dan panggul, melemaskan otot-otot bahu dan leher yang sering terjadi pada orang yang sering duduk terlalu lama, serta membantu meningkatkan aliran cairan synovial (cairan pelumas persendian) sehingga akan memperkecil risiko ausnya ruas tulang belakang. Belly Dance juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada ibu baru karena gerakan-gerakannya yang artistik dan feminin akan menciptakan perasaan positif pada diri sendiri.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/belly.dance.untuk.ibu.baru/001/001/1778/1

19 Mar 2011

Pasca Melahirkan : Setelah Melahirkan Belum Mendapatkan Haid

Tanya: Lima bulan lalu saya melahirkan, dan bayi saya susui eksklusif. Yang saya khawatirkan, sampai sekarang saya belum juga haid. Saya sudah tes urine, hasilnya negatif. Bahkan, sebulan lalu saya juga sudah pasang KB spiral agar dapat haid lagi dan lancar seperti biasa, tapi belum juga haid. Kapan saya bisa haid lagi?


Jawab:

Pada ibu yang memberi ASI eksklusif (hanya ASI) pada bayinya, hormon prolaktin yang merangsang produki ASI akan menekan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh kelenjar ovarium (kelenjar telur). Bila hormon estrogen dan progesteron yang mengatur haid ini berkurang atau tidak ada, maka si ibu juga tidak mendapat haid. Inilah yang disebut sebagai laktasi amenorea. 

Jadi, selama Anda masih menyusui eksklusif, maka kemungkinan besar haid tetap tidak akan keluar. Anda tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Susui terus bayi Anda secaran eksklusif hingga 6 bulan, karena ASI adalah makanan dan minuman terbaik buatnya. 

Haid akan lancar kembali kelak bila masa ASI eksklusif sudah selesai, yakni setelah bayi Anda perlu makanan pendamping ASI di usianya 6 bulan. Obat-obatan juga dapat diberikan agar Anda mendapat haid, namun tidak akan senormal bila kelak sudah berhenti menyusui eksklusif. Agar lebih jelas, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter Anda.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tanya+-+Jawab/tanya.jawab.lima.bulan.absen.haid/001/006/97/1/1

Tanya: Lima bulan lalu saya melahirkan, dan bayi saya susui eksklusif. Yang saya khawatirkan, sampai sekarang saya belum juga haid. Saya sudah tes urine, hasilnya negatif. Bahkan, sebulan lalu saya juga sudah pasang KB spiral agar dapat haid lagi dan lancar seperti biasa, tapi belum juga haid. Kapan saya bisa haid lagi?


Jawab:

Pada ibu yang memberi ASI eksklusif (hanya ASI) pada bayinya, hormon prolaktin yang merangsang produki ASI akan menekan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh kelenjar ovarium (kelenjar telur). Bila hormon estrogen dan progesteron yang mengatur haid ini berkurang atau tidak ada, maka si ibu juga tidak mendapat haid. Inilah yang disebut sebagai laktasi amenorea. 

Jadi, selama Anda masih menyusui eksklusif, maka kemungkinan besar haid tetap tidak akan keluar. Anda tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Susui terus bayi Anda secaran eksklusif hingga 6 bulan, karena ASI adalah makanan dan minuman terbaik buatnya. 

Haid akan lancar kembali kelak bila masa ASI eksklusif sudah selesai, yakni setelah bayi Anda perlu makanan pendamping ASI di usianya 6 bulan. Obat-obatan juga dapat diberikan agar Anda mendapat haid, namun tidak akan senormal bila kelak sudah berhenti menyusui eksklusif. Agar lebih jelas, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter Anda.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tanya+-+Jawab/tanya.jawab.lima.bulan.absen.haid/001/006/97/1/1

3 Mar 2011

Nasihat yang (Kurang Baik) Bagi Ibu Baru

Setelah melahirkan, ibu bukan hanya banjir hadiah. Banjir nasehat pun menghadang! Dari nasehat perawatan yang masuk akal sampai nasehat yang hanya didasarkan mitos dan bukan fakta atau realita.
Nasehat 1: Ibu harus serba bisa. Bukan ibu yang baik kalau mengaku, menjalani ibu itu sulit.
Idealnya, menjadi ibu itu perlu kesabaran, penuh kasih sayang dan pengertian. Tapi menjadi ibu adalah sebuah proses dan Anda tak mau gagal di kesempatan pertama jadi ibu. Setiap ibu perlu kesempatan untuk belajar dan menyadari perannya secara bertahap. Jadi tidak tepat jika ada yang mengatakan pada Anda, Anda harus sempurna dan siap jalan peran ibu tanpa keluhan sepulang dari rumah sakit.

Mulailah dengan mengaku pada diri sendiri: “Saya tidak sabar menghadapi tangis bayi”. Atau, apa saja yang Anda anggap sebagai tantangan jadi ibu baru. Dari situ, lakukan sesuatu untuk belajar lebih sabar, atau “tebal” telinga hadapi tangis bayi. Kalau memang sulit diatasi sendiri, cari bantuan!

Nasehat 2: Menyusui sangat mudah dan secara alami bisa dikuasai semua ibu baru.
Bingung mengapa ASI belum keluar juga setelah melahirkan?! Memang yang akan keluar pertama kali adalah cairan kuning bening yang disebut kolostrium. Ada rangkaian proses yang harus dilalui agar produksi ASI lancar dan banyak. Termasuk menghadapi rasa sakit ketika bayi pertama kali menghisap ASI dari puting susu. Serta terus menyusui si kecil sejak hari pertama.

Supaya proses belajar kongkrit, sebelum melahirkan belilah video bertema pemberian ASI pertama kali. Lalu ”program”-lah di kepala Anda, apa pun yang Anda rasakan juga dirasakan bayi. Anda pasti ingin si kecil bahagia merasakan ASI hangat dari Anda. Jadi nikmati dan tersenyumlah!

Nasehat 3: Sesama ibu yang baru melahirkan akan jadi teman terbaik Anda.
Seperti juga Anda, ibu baru lainnya juga tak ingin dicap orang tua yang tidak becus. Jadi ketika bertemu sesama ibu baru, ibu baru saling menutupi kekurangan dan tidak mau mengakui kesulitan yang dihadapinya. Nampaklah seperti sebuah kompetisi.

Terima saja kenyataan bahwa sesama ibu baru tidak mau ”diusik” seputar kemampuan mereka jalani peran ibu. So ... abaikan membandingkan bayi Anda dengan bayi lainnya. Mengobrollah tentang hal-hal yang ringan dan menghibur.

Nasehat 4: Anda bisa dapat semua jawaban dari ahlinya.
Jika Anda tak tahu cara tepat mengobati kolik bayi baru, segeralah menghubungi dokter anak. Tapi Andalah yang paling tahu momen tepat menghubungi dokter. Tentu Anda tak akan buru-buru telefon hanya karena si kecil gumoh. Intinya, gunakan kemampuan ”membaca” situasi. Tak jarang, pelukan dan tatapan hangat Anda saja sudah bisa ”mengobati” tangis bayi.

Cari informasi dan hayati pengalaman demi pengalaman. Seandainya intuisi Anda suatu saat meleset, tak masalah juga. Seiring waktu, Anda pasti akan dapat ”kunci” cara membaca realita dengan tepat.

Nasehat 5: Semua ibu bisa mengurus bayinya sendiri
Paskakelahiran Anda seharusnya memang istirahat, sekaligus ”berkenalan” dengan bayi melalui ritual bangun malam, menyusui, tidur dan bangun lagi. Terima saja ini dan bersabarlah.

Anda tentu tak perlu segan minta bantuan ayah, nenek atau pengasuh, sebab Anda pasti perlu makan, istirahat sejenak dan .. sedikit mempercantik diri.

Nasehat 6: Bonding berkembang secara alami
Tak semua ibu ”sadar” hubungan emosi harus dibangun. Meskipun 9 bulan bayi ada dalam rahim Anda namun kedekatan dan kelekatan harus terus dipupuk.

Manfaatkan momen babymoon. Bulan pertama bersama bayi adalah masa penting perkenalan Anda dengan bayi. Meskipun Anda menggunakan tenaga pengasuh, biarkan ia mengambilalih hal-hal kecil yang kurang penting, seperti mencuci peralatan bayi. Urusan menidurkan bayi adalah ”jatah” Anda.

Nasehat 7: Hubungan seks dengan suami rasanya seperti dulu lagi
Akuilah, Anda mengalami lelah dan penat setelah melahirkan. Tak hanya karena tubuh rasanya seolah habis ”turun mesin” tetapi ritual bangun malam beberapa kali pastilah membuat Anda terkejut di minggu-minggu. Boro-boro memikirkan hubungan intim dengan suami, bisa tidur tenang 1 jam saja sudah bagus!

Tak perlu terburu-buru menampik ajakan suami! Mulailah dengan mengobrol ringan dengan suami. Ssst kata sebuat riset ... obrolan ringan yang hangat bisa jadi foreplay yang hebat.

Nasehat 8: Tubuh ibu yang baru melahirkan adalah milik bersama
Benar! Payudara Anda kini milik bayi Anda juga. Mengatur makan dan minum kini harus mempertimbangkan kebutuhan bayi yang sedang Anda susui.

Anda merindukan tubuh Anda yang dulu? Sabar .. ya. Saat ini Anda hanya bisa memanfaatkan tubuh untuk keperluan ”Anda” yang sejalan dengan kepentingan bayi. Selama olahraga yang Anda lakukan membantu meningkatkan produksi ASI, tentu boleh Anda lakukan. Sejauh spa atau lulur bisa memanjakan dan merilekskan Anda setelah melahirkan, sampai akhirnya produksi ASI membludak ... lakukanlah!

Nasehat 9: Tanggalkan hobi dan kesenanganmu! Anak adalah segalanya
Sebulan sampai 40 hari pertama bersama bayi, Anda mungkin masih perlu belajar dan banyak tinggal di rumah. Apalagi jika akan bekerja lagi, Anda harus mengawasi pengasuh dan mengatur pendelegasian perawatan bayi. Tapi di bulan-bulan selanjutnya, Anda harus menghirup udara segar!

Bagaimana pun Anda perlu lepas sejenak dari rutinitas. Ini tak berarti Anda ibu yang kejam. Buatlah janji makan siang bersama teman sesama ibu, sementara itu titipkan si kecil kepada suami atau pengasuh ataupun nenek yang didelegasikan untuk membantu Anda. Nikmati tawa dan canda sejenak, lalu kembalilah dengan pikiran yang segar dan hati yang gembira.
Setelah melahirkan, ibu bukan hanya banjir hadiah. Banjir nasehat pun menghadang! Dari nasehat perawatan yang masuk akal sampai nasehat yang hanya didasarkan mitos dan bukan fakta atau realita.
Nasehat 1: Ibu harus serba bisa. Bukan ibu yang baik kalau mengaku, menjalani ibu itu sulit.
Idealnya, menjadi ibu itu perlu kesabaran, penuh kasih sayang dan pengertian. Tapi menjadi ibu adalah sebuah proses dan Anda tak mau gagal di kesempatan pertama jadi ibu. Setiap ibu perlu kesempatan untuk belajar dan menyadari perannya secara bertahap. Jadi tidak tepat jika ada yang mengatakan pada Anda, Anda harus sempurna dan siap jalan peran ibu tanpa keluhan sepulang dari rumah sakit.

Mulailah dengan mengaku pada diri sendiri: “Saya tidak sabar menghadapi tangis bayi”. Atau, apa saja yang Anda anggap sebagai tantangan jadi ibu baru. Dari situ, lakukan sesuatu untuk belajar lebih sabar, atau “tebal” telinga hadapi tangis bayi. Kalau memang sulit diatasi sendiri, cari bantuan!

Nasehat 2: Menyusui sangat mudah dan secara alami bisa dikuasai semua ibu baru.
Bingung mengapa ASI belum keluar juga setelah melahirkan?! Memang yang akan keluar pertama kali adalah cairan kuning bening yang disebut kolostrium. Ada rangkaian proses yang harus dilalui agar produksi ASI lancar dan banyak. Termasuk menghadapi rasa sakit ketika bayi pertama kali menghisap ASI dari puting susu. Serta terus menyusui si kecil sejak hari pertama.

Supaya proses belajar kongkrit, sebelum melahirkan belilah video bertema pemberian ASI pertama kali. Lalu ”program”-lah di kepala Anda, apa pun yang Anda rasakan juga dirasakan bayi. Anda pasti ingin si kecil bahagia merasakan ASI hangat dari Anda. Jadi nikmati dan tersenyumlah!

Nasehat 3: Sesama ibu yang baru melahirkan akan jadi teman terbaik Anda.
Seperti juga Anda, ibu baru lainnya juga tak ingin dicap orang tua yang tidak becus. Jadi ketika bertemu sesama ibu baru, ibu baru saling menutupi kekurangan dan tidak mau mengakui kesulitan yang dihadapinya. Nampaklah seperti sebuah kompetisi.

Terima saja kenyataan bahwa sesama ibu baru tidak mau ”diusik” seputar kemampuan mereka jalani peran ibu. So ... abaikan membandingkan bayi Anda dengan bayi lainnya. Mengobrollah tentang hal-hal yang ringan dan menghibur.

Nasehat 4: Anda bisa dapat semua jawaban dari ahlinya.
Jika Anda tak tahu cara tepat mengobati kolik bayi baru, segeralah menghubungi dokter anak. Tapi Andalah yang paling tahu momen tepat menghubungi dokter. Tentu Anda tak akan buru-buru telefon hanya karena si kecil gumoh. Intinya, gunakan kemampuan ”membaca” situasi. Tak jarang, pelukan dan tatapan hangat Anda saja sudah bisa ”mengobati” tangis bayi.

Cari informasi dan hayati pengalaman demi pengalaman. Seandainya intuisi Anda suatu saat meleset, tak masalah juga. Seiring waktu, Anda pasti akan dapat ”kunci” cara membaca realita dengan tepat.

Nasehat 5: Semua ibu bisa mengurus bayinya sendiri
Paskakelahiran Anda seharusnya memang istirahat, sekaligus ”berkenalan” dengan bayi melalui ritual bangun malam, menyusui, tidur dan bangun lagi. Terima saja ini dan bersabarlah.

Anda tentu tak perlu segan minta bantuan ayah, nenek atau pengasuh, sebab Anda pasti perlu makan, istirahat sejenak dan .. sedikit mempercantik diri.

Nasehat 6: Bonding berkembang secara alami
Tak semua ibu ”sadar” hubungan emosi harus dibangun. Meskipun 9 bulan bayi ada dalam rahim Anda namun kedekatan dan kelekatan harus terus dipupuk.

Manfaatkan momen babymoon. Bulan pertama bersama bayi adalah masa penting perkenalan Anda dengan bayi. Meskipun Anda menggunakan tenaga pengasuh, biarkan ia mengambilalih hal-hal kecil yang kurang penting, seperti mencuci peralatan bayi. Urusan menidurkan bayi adalah ”jatah” Anda.

Nasehat 7: Hubungan seks dengan suami rasanya seperti dulu lagi
Akuilah, Anda mengalami lelah dan penat setelah melahirkan. Tak hanya karena tubuh rasanya seolah habis ”turun mesin” tetapi ritual bangun malam beberapa kali pastilah membuat Anda terkejut di minggu-minggu. Boro-boro memikirkan hubungan intim dengan suami, bisa tidur tenang 1 jam saja sudah bagus!

Tak perlu terburu-buru menampik ajakan suami! Mulailah dengan mengobrol ringan dengan suami. Ssst kata sebuat riset ... obrolan ringan yang hangat bisa jadi foreplay yang hebat.

Nasehat 8: Tubuh ibu yang baru melahirkan adalah milik bersama
Benar! Payudara Anda kini milik bayi Anda juga. Mengatur makan dan minum kini harus mempertimbangkan kebutuhan bayi yang sedang Anda susui.

Anda merindukan tubuh Anda yang dulu? Sabar .. ya. Saat ini Anda hanya bisa memanfaatkan tubuh untuk keperluan ”Anda” yang sejalan dengan kepentingan bayi. Selama olahraga yang Anda lakukan membantu meningkatkan produksi ASI, tentu boleh Anda lakukan. Sejauh spa atau lulur bisa memanjakan dan merilekskan Anda setelah melahirkan, sampai akhirnya produksi ASI membludak ... lakukanlah!

Nasehat 9: Tanggalkan hobi dan kesenanganmu! Anak adalah segalanya
Sebulan sampai 40 hari pertama bersama bayi, Anda mungkin masih perlu belajar dan banyak tinggal di rumah. Apalagi jika akan bekerja lagi, Anda harus mengawasi pengasuh dan mengatur pendelegasian perawatan bayi. Tapi di bulan-bulan selanjutnya, Anda harus menghirup udara segar!

Bagaimana pun Anda perlu lepas sejenak dari rutinitas. Ini tak berarti Anda ibu yang kejam. Buatlah janji makan siang bersama teman sesama ibu, sementara itu titipkan si kecil kepada suami atau pengasuh ataupun nenek yang didelegasikan untuk membantu Anda. Nikmati tawa dan canda sejenak, lalu kembalilah dengan pikiran yang segar dan hati yang gembira.

Ada Hak Cuti Melahirkan, Lalu Bagaimana Dengan Hak Cuti Menyusui?

Undang-undang Ketenagakerjaan (UUK) No. 13 pasal 82 Tahun 2003 tentang cuti melahirkan selama 3 bulan dirasa cukup melindungi hak-hak para wanita hamil. Pemerintah Indonesia melindungi hak dasar Ibu melahirkan untuk kesehatan reproduksinya, setelah proses melahirkan. Walau, sebenarnya dalam menentukan kapan cuti diambil adalah hak si Ibu hamil, jadi tidak harus satu setengah bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Institusi di Indonesia memberikan kebebasan tenaga kerja untuk bebas memilih waktu cuti, asalkan ada rekomendasi dari dokter/bidan dan informasi waktu cuti kepada perusahaan.

Akan lebih baik bila negara melindungi hak Ibu untuk menyusui dan bayi untuk mendapatkan ASI, terlebih sudah dicanangkan program ASI eksklusif. Komnas Perempuan memberlakukan peraturan bagi tenaga kerja di Komnas Perempuan tentang cuti menyusui. Jadi, para Ibu akan mendapatkan cuti melahirkan selama 3 bulan dan cuti menyusui selama 3 bulan. Dengan harapan Pemerintah Indonesia bisa ikut melindungi hak menyusui.
Undang-undang Ketenagakerjaan (UUK) No. 13 pasal 82 Tahun 2003 tentang cuti melahirkan selama 3 bulan dirasa cukup melindungi hak-hak para wanita hamil. Pemerintah Indonesia melindungi hak dasar Ibu melahirkan untuk kesehatan reproduksinya, setelah proses melahirkan. Walau, sebenarnya dalam menentukan kapan cuti diambil adalah hak si Ibu hamil, jadi tidak harus satu setengah bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Institusi di Indonesia memberikan kebebasan tenaga kerja untuk bebas memilih waktu cuti, asalkan ada rekomendasi dari dokter/bidan dan informasi waktu cuti kepada perusahaan.

Akan lebih baik bila negara melindungi hak Ibu untuk menyusui dan bayi untuk mendapatkan ASI, terlebih sudah dicanangkan program ASI eksklusif. Komnas Perempuan memberlakukan peraturan bagi tenaga kerja di Komnas Perempuan tentang cuti menyusui. Jadi, para Ibu akan mendapatkan cuti melahirkan selama 3 bulan dan cuti menyusui selama 3 bulan. Dengan harapan Pemerintah Indonesia bisa ikut melindungi hak menyusui.

2 Mar 2011

Hindari Lecet Saat Menyusui Bayi

Sebagian besar ibu, yang baru pertama kali menyusui, mengalami puting nyeri pada hari-hari pertama. Penyebab utamanya, posisi menyusui tidak benar, yaitu areola tidak masuk ke mulut bayi, sehingga bayi hanya mengisap puting dan sulit mendapatkan ASI. Akibatnya, bayi “marah” dan menggigit puting. Puting pun lecet dan luka.
Tips Mengatasi:

* Sebelum menyusui, kompres puting dengan kain lembut yang direndam air hangat.
* Susui bayi sesering mungkin, namun sebentar saja untuk setiap payudara. Misalnya, biasanya 8 kali sehari, menjadi 12 kali sehari.
* Bila bayi menggigit puting, lepaskan gigitannya dengan lembut. Caranya, letakkan satu jari Anda yang bersih di antara mulut bayi dengan payudara bagian samping. Atau, tekan dagunya ke bawah agar gigitan lepas.
* Oleskan ASI di puting setelah menyusui. Angin-anginkan sampai kering. Ini meredakan sakit dan menyembuhkan luka, sebab ASI mengandung zat penyembuh luka.
* Bila sakit tak tertahankan atau ada tanda infeksi, hubungi dokter untuk mendapatkan obat pengurang rasa sakit. Bila perlu, antibiotika. Bila Anda harus minum obat, minum 2 jam sebelum menyusui.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.menyusui.agar.tak.lecet/001/005/951/10/1
Sebagian besar ibu, yang baru pertama kali menyusui, mengalami puting nyeri pada hari-hari pertama. Penyebab utamanya, posisi menyusui tidak benar, yaitu areola tidak masuk ke mulut bayi, sehingga bayi hanya mengisap puting dan sulit mendapatkan ASI. Akibatnya, bayi “marah” dan menggigit puting. Puting pun lecet dan luka.
Tips Mengatasi:

* Sebelum menyusui, kompres puting dengan kain lembut yang direndam air hangat.
* Susui bayi sesering mungkin, namun sebentar saja untuk setiap payudara. Misalnya, biasanya 8 kali sehari, menjadi 12 kali sehari.
* Bila bayi menggigit puting, lepaskan gigitannya dengan lembut. Caranya, letakkan satu jari Anda yang bersih di antara mulut bayi dengan payudara bagian samping. Atau, tekan dagunya ke bawah agar gigitan lepas.
* Oleskan ASI di puting setelah menyusui. Angin-anginkan sampai kering. Ini meredakan sakit dan menyembuhkan luka, sebab ASI mengandung zat penyembuh luka.
* Bila sakit tak tertahankan atau ada tanda infeksi, hubungi dokter untuk mendapatkan obat pengurang rasa sakit. Bila perlu, antibiotika. Bila Anda harus minum obat, minum 2 jam sebelum menyusui.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.menyusui.agar.tak.lecet/001/005/951/10/1

1 Mar 2011

Tehnik Menyusui Bayi Yang Baik

Menyusui bayi, memang kelihatannya merepotkan. Ibu perlu mempersiapkan dan menyelami kebutuhan si bayi. Dengan begitu, selain kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik, bonding Anda dengan bayi pun semakin erat. Ada kiatnya sendiri, agar kegiatan bermanfaat ini lancar dan menyenangkan.

* Ketika akan menyusui, ambil posisi senyaman mungkin, baik duduk atau berbaring. Biasanya, ibu yang menjalani persalinan dengan operasi Caesar, lebih nyaman menyusui dengan posisi berbaring miring.
* Mulut bayi harus sejajar dengan puting payudara ibu. Jika ibu dan bayi berbaring, gunakan bantal untuk mengganjal bayi agar mulutnya sejajar dengan puting payudara. Jika ibu duduk, peluk bayi, tempelkan perutnya ke perut Anda.
* Jangan menyusui sambil melakukan kegiatan lain yang membuat perhatian Anda terpecah. Lakukan menyusui dengan sepenuh hati dan cinta.
* Untuk merangsang bayi mau menyusu, pijat puting payudara agar ASI keluar sedikit mengenai bibir bayi. Biasanya, begitu bibir bayi terkena ASI atau menyentuh puting payudara, mulutnya akan terbuka dan siap untuk mengisap.
* Biarkan bayi menyusu sepuasnya. Ada bayi yang membutuhkan waktu menyusu lebih lama dibanding bayi lain. Namun, pada umumnya ASI dikonsumsi selama lima menit pertama saja. Selebihnya, biasanya bayi akan mengisap untuk kenyamanan.
* Susui bayi pada kedua buah payudara setiap kali ia menyusu. Namun, jangan khawatir kalau bayi Anda jatuh tertidur ketika baru mengisap satu payudara saja. Anda tak perlu membangunkannya, karena dia mungkin sudah merasa cukup menyusu.
* Sebagian bayi baru lahir bisa tertidur ketika sedang menyusu. Hal ini antara lain karena dia belum sepenuhnya pulih dari proses kelahiran yang melelahkan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/teknik.menyusui.bayi/001/005/353/5/1
Menyusui bayi, memang kelihatannya merepotkan. Ibu perlu mempersiapkan dan menyelami kebutuhan si bayi. Dengan begitu, selain kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik, bonding Anda dengan bayi pun semakin erat. Ada kiatnya sendiri, agar kegiatan bermanfaat ini lancar dan menyenangkan.

* Ketika akan menyusui, ambil posisi senyaman mungkin, baik duduk atau berbaring. Biasanya, ibu yang menjalani persalinan dengan operasi Caesar, lebih nyaman menyusui dengan posisi berbaring miring.
* Mulut bayi harus sejajar dengan puting payudara ibu. Jika ibu dan bayi berbaring, gunakan bantal untuk mengganjal bayi agar mulutnya sejajar dengan puting payudara. Jika ibu duduk, peluk bayi, tempelkan perutnya ke perut Anda.
* Jangan menyusui sambil melakukan kegiatan lain yang membuat perhatian Anda terpecah. Lakukan menyusui dengan sepenuh hati dan cinta.
* Untuk merangsang bayi mau menyusu, pijat puting payudara agar ASI keluar sedikit mengenai bibir bayi. Biasanya, begitu bibir bayi terkena ASI atau menyentuh puting payudara, mulutnya akan terbuka dan siap untuk mengisap.
* Biarkan bayi menyusu sepuasnya. Ada bayi yang membutuhkan waktu menyusu lebih lama dibanding bayi lain. Namun, pada umumnya ASI dikonsumsi selama lima menit pertama saja. Selebihnya, biasanya bayi akan mengisap untuk kenyamanan.
* Susui bayi pada kedua buah payudara setiap kali ia menyusu. Namun, jangan khawatir kalau bayi Anda jatuh tertidur ketika baru mengisap satu payudara saja. Anda tak perlu membangunkannya, karena dia mungkin sudah merasa cukup menyusu.
* Sebagian bayi baru lahir bisa tertidur ketika sedang menyusu. Hal ini antara lain karena dia belum sepenuhnya pulih dari proses kelahiran yang melelahkan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/teknik.menyusui.bayi/001/005/353/5/1

Menyusui Pasca Operasi Caesar

Bila Anda dibius total, tunggulah hingga pengaruh obat bius hilang (sekitar 4-6 jam). Kalau Anda dibius lokal, segera susui setelah si kecil lahir. Berikut ini beberapa posisi menyusui yang dapat Anda pilih.

* Menyusui dengan berbaring miring (bayi di samping Anda).
* Bila bunda sudah bisa duduk, bayi bisa dipangku seperti biasa. Kalau takut terkena bekas operasi, alasi bayi dengan bantal.
* Sangga bayi dengan posisi seperti mengempit bola, yakni kaki bayi di belakang tubuh ibu, dan badannya menyelip di bawah ketiak ibu.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.kelahiran.menyusui.pasca.caesar/001/005/54/1/1
Bila Anda dibius total, tunggulah hingga pengaruh obat bius hilang (sekitar 4-6 jam). Kalau Anda dibius lokal, segera susui setelah si kecil lahir. Berikut ini beberapa posisi menyusui yang dapat Anda pilih.

* Menyusui dengan berbaring miring (bayi di samping Anda).
* Bila bunda sudah bisa duduk, bayi bisa dipangku seperti biasa. Kalau takut terkena bekas operasi, alasi bayi dengan bantal.
* Sangga bayi dengan posisi seperti mengempit bola, yakni kaki bayi di belakang tubuh ibu, dan badannya menyelip di bawah ketiak ibu.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.kelahiran.menyusui.pasca.caesar/001/005/54/1/1

22 Feb 2011

Tips Pintar Menyimpan ASI Perah

Memerah dan menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya. Yuk, kita cari tahu bagaimana cara yang tepat menyimpan ASI yang telah Anda perah agar tetap baik diminum bayi.

* Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
* Sebaiknya gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
* Bila ASI tidak diberikan langsung, pastikan penampungan dan penyimpanannya telah steril dan tidak terkontaminasi.
* Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
* Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
* Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
* Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
* Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
* Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
* Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menyimpan ASI perah:
* Perlu diingat, ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
* Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.

Namun sebaiknya ASI beku disimpan sebagai cadangan untuk keadaan darurat, ya Bunda. Jika Anda berada di rumah, susui langsung bayi. Tidak susah kan, Bunda? Selamat menyusui!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.menyimpan.asi.perah/001/005/64/1/2 
Memerah dan menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya. Yuk, kita cari tahu bagaimana cara yang tepat menyimpan ASI yang telah Anda perah agar tetap baik diminum bayi.

* Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
* Sebaiknya gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
* Bila ASI tidak diberikan langsung, pastikan penampungan dan penyimpanannya telah steril dan tidak terkontaminasi.
* Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
* Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
* Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
* Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
* Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
* Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
* Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menyimpan ASI perah:
* Perlu diingat, ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
* Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.

Namun sebaiknya ASI beku disimpan sebagai cadangan untuk keadaan darurat, ya Bunda. Jika Anda berada di rumah, susui langsung bayi. Tidak susah kan, Bunda? Selamat menyusui!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.menyimpan.asi.perah/001/005/64/1/2 

8 Feb 2011

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK HAMIL LAGI?

KOMPAS.COM - Kebahagiaan yang meluap saat menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya 11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya.

Penelitian menunjukkan, interval kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. "Jarak yang ideal antar kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical Center. Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception, ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi pasca kelahiran anak pertama.

Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis, ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah meningkat 15 persen.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal kehidupan anak. (AN)

(Editor: Anna Sumber : healthdaynews)
Sumber:KOMPAS.COM
KOMPAS.COM - Kebahagiaan yang meluap saat menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya 11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya.

Penelitian menunjukkan, interval kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. "Jarak yang ideal antar kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical Center. Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception, ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi pasca kelahiran anak pertama.

Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis, ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah meningkat 15 persen.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal kehidupan anak. (AN)

(Editor: Anna Sumber : healthdaynews)
Sumber:KOMPAS.COM

1 Feb 2011

CALON IBU, APAKAH ANDA SIAP MENYUSUI BAYI ANDA?

Ibu harus siap untuk memberi ASI pada bayi yang akan dilahirkan , teutama bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Persiapan harus dilakukan sedini mungkin , karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Banyaknya ASI yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada besarnya payudara, tetapi lebih kepada gizi ibu selama hamil dan menyusui dan cara menyusui.

Usia wanita saat mengandung dan menyusui juga ikut mempengaruhi produksi ASI, mereka yang berumur 19-23 tahun pada umumnya menghasilkan cukup ASI disbanding dengan yang berumur tiga puluhan. Bentuk putting payudara mempunyai pengaruh dalam keberhasilan menyusui. Puting akan menonjol ke depan dan masuk ke dalam mulut bayi oleh tekanan bibir pada areola ibu dan akan lebih masuk ke dalam mulut lagi dengan hisapan bayi.

Oleh karenanya bentuk putting yang baik dan normal dapat digerakkan dengan bebas, hal ini dapat ditentukan dengan menekan dengan ibu jari dan jari telunjuk pada areola sehingga puting jadi menonjol.

Yang kadang didapatkan puting ibu tertanam oleh perlengketan atau puting masuk ke dalam dan menyebabkan kesukaran dalam menyusui. Untuk itu dianjurkan menggunakan alat yang ditempelkan di areola selama beberapa minggu terus menerus sehingga diharapkan puting akan berbentuk dan berfungsi biasa.

HAL-HAL YANG DIANJURKAN

 Ketidak berhasilan menyusui disebabkan sumbatan saluran yang menyalurkan susu, tekanan yang meningkat karena sumbatan menambah penurunan produksi ASI. Oleh karenanya dianjurkan mulai dari 6 minggu sebelum melahirkan , muali memijat –mijat payudaranya dimulai dari painggir ke jurusan putting untuk mengeluarkan sel-sel yang mungkin dapat menyumbat di kemudian hari.

 Merawat putting yang retak dan kering dengan krim antiseptic, tetapi jangan lupa membersihkan putting dengan air matang hangat setiap kali akan menyusui.

 Pada minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan untuk mengurut payudara tiap kali habis mandi dengan handuk untuk merangsang mengalirnya aliran darah ke payudara.

 Menjaga konsumsi makanan bergizi yang cukup energi, protein, vitamin dan mineral. Ibu yang menyusui harus memproduksi 800-1000 cc ASI.

 Jangan memaksakan bayi untuk menyusui jika bayi menolak , bayi akan bereaksi jika putting payudara ditempelkan ke mulutnya.

 Bayi hendaknya disusui sedini mungkin, bahkan ada yang menganjurkan diberikan pada waktu ibu di kamar bersalin. Pada umumnya sebelum 5 jam setelah melahirkan harus sudah dicoba menyusui bayinya, walau ASI belum keluar , untuk memberi rangsangan pembuatan ASI.

 Pada 2 hari pertama produksi ASI belum banyak , jangan biarkan bayi mengisap terlalu lama cukup beberapa menit saja untuk menghindarkan rasa sakit pada putting dan merangsang keluarnya ASI. Hari berikutnya dapat disusui selama 15-20 menit tiap kalinya ,walau sebagian besar ASI keluar 5-10 menit pertama pada tiap buah dada.

 ASI pada 5 hari pertama warnanya lebih kuning dan kental dan dinamakan kolostrum. Dan kolostrum bukan produk ASI basi, melainkan susu dengan nilai gizi baik sekali untuk bayi. Dengan kadar protein tinggi dan banyak mengandung zat anti infeksi .

 Jadwal menyusui tidak perlu kaku , dan disesuaikan dengan aktivitas ibu.

 Tidak selalu bayi menangis oleh rasa lapar, bias saja disebabkan oleh mulas-mulas setelah minum ASI , sedang sakit, dll.

 Kadang minggu–minggu pertama ibu merasa sakit di perut bagian bawah pada permulaan menyusui, ini disebabkan oleh reflek rahim terhadap proses menyusui. Hal ini akan hilang dengan sendirinya.
Ibu harus siap untuk memberi ASI pada bayi yang akan dilahirkan , teutama bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Persiapan harus dilakukan sedini mungkin , karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Banyaknya ASI yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada besarnya payudara, tetapi lebih kepada gizi ibu selama hamil dan menyusui dan cara menyusui.

Usia wanita saat mengandung dan menyusui juga ikut mempengaruhi produksi ASI, mereka yang berumur 19-23 tahun pada umumnya menghasilkan cukup ASI disbanding dengan yang berumur tiga puluhan. Bentuk putting payudara mempunyai pengaruh dalam keberhasilan menyusui. Puting akan menonjol ke depan dan masuk ke dalam mulut bayi oleh tekanan bibir pada areola ibu dan akan lebih masuk ke dalam mulut lagi dengan hisapan bayi.

Oleh karenanya bentuk putting yang baik dan normal dapat digerakkan dengan bebas, hal ini dapat ditentukan dengan menekan dengan ibu jari dan jari telunjuk pada areola sehingga puting jadi menonjol.

Yang kadang didapatkan puting ibu tertanam oleh perlengketan atau puting masuk ke dalam dan menyebabkan kesukaran dalam menyusui. Untuk itu dianjurkan menggunakan alat yang ditempelkan di areola selama beberapa minggu terus menerus sehingga diharapkan puting akan berbentuk dan berfungsi biasa.

HAL-HAL YANG DIANJURKAN

 Ketidak berhasilan menyusui disebabkan sumbatan saluran yang menyalurkan susu, tekanan yang meningkat karena sumbatan menambah penurunan produksi ASI. Oleh karenanya dianjurkan mulai dari 6 minggu sebelum melahirkan , muali memijat –mijat payudaranya dimulai dari painggir ke jurusan putting untuk mengeluarkan sel-sel yang mungkin dapat menyumbat di kemudian hari.

 Merawat putting yang retak dan kering dengan krim antiseptic, tetapi jangan lupa membersihkan putting dengan air matang hangat setiap kali akan menyusui.

 Pada minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan untuk mengurut payudara tiap kali habis mandi dengan handuk untuk merangsang mengalirnya aliran darah ke payudara.

 Menjaga konsumsi makanan bergizi yang cukup energi, protein, vitamin dan mineral. Ibu yang menyusui harus memproduksi 800-1000 cc ASI.

 Jangan memaksakan bayi untuk menyusui jika bayi menolak , bayi akan bereaksi jika putting payudara ditempelkan ke mulutnya.

 Bayi hendaknya disusui sedini mungkin, bahkan ada yang menganjurkan diberikan pada waktu ibu di kamar bersalin. Pada umumnya sebelum 5 jam setelah melahirkan harus sudah dicoba menyusui bayinya, walau ASI belum keluar , untuk memberi rangsangan pembuatan ASI.

 Pada 2 hari pertama produksi ASI belum banyak , jangan biarkan bayi mengisap terlalu lama cukup beberapa menit saja untuk menghindarkan rasa sakit pada putting dan merangsang keluarnya ASI. Hari berikutnya dapat disusui selama 15-20 menit tiap kalinya ,walau sebagian besar ASI keluar 5-10 menit pertama pada tiap buah dada.

 ASI pada 5 hari pertama warnanya lebih kuning dan kental dan dinamakan kolostrum. Dan kolostrum bukan produk ASI basi, melainkan susu dengan nilai gizi baik sekali untuk bayi. Dengan kadar protein tinggi dan banyak mengandung zat anti infeksi .

 Jadwal menyusui tidak perlu kaku , dan disesuaikan dengan aktivitas ibu.

 Tidak selalu bayi menangis oleh rasa lapar, bias saja disebabkan oleh mulas-mulas setelah minum ASI , sedang sakit, dll.

 Kadang minggu–minggu pertama ibu merasa sakit di perut bagian bawah pada permulaan menyusui, ini disebabkan oleh reflek rahim terhadap proses menyusui. Hal ini akan hilang dengan sendirinya.
 
Planet Bayi Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template