Tampilkan postingan dengan label PERSALINAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSALINAN. Tampilkan semua postingan

7 Feb 2015

TIPS PINTAR BEKERJA KEMBALI SETELAH CUTI MELAHIRKAN

Cuti melahirkan selesai, ibu harus kembali bekerja. Agar semua berjalan mulus, berikut ini kiatnya.

# Buang jauh-jauh perasaan bersalah. Kembali bekerja setelah cuti melahirkan memang dapat menimbulkan konflik emosional. Bekerja di luar rumah bukan berarti Anda ibu yang buruk, bukan?.
# Dapatkan pengasuh anak yang tepat. Sebulan sebelum kembali bekerja sebaiknya Anda sudah mendapatkan pengasuh anak agar Anda punya waktu meneliti karakter si pengasuh. Namun, jika belum juga dapat, titipkan si kecil pada sosok yang dapat dipercaya seperti ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, ipar.
# Bicara kepada atasan. Katakan bahwa Anda perlu menyelinap 2-3 kali dalam waktu bekerja selama 10-20 menit setiap hari untuk memerah ASI. Syukur-syukur jika tempat Anda bekerja tersedia Nursery Room. Jika tidak, cari ruangan tertutup dan bersih. Tempel di pintu bahwa Anda sedang memerah ASI. Untuk menyesuaikan waktu memerah, Mayo Clinic menyarankan, sekitar 2 minggu sebelum kembali bekerja, ubah waktu menyusui Anda di rumah. Contohnya: memerah ASI 2-3 kali selama siang hari dan menyusui sebelum dan setelah bekerja.
# Atur dengan baik. Buat daftar harian yang harus dilakukan. Di awal-awal kembali ke kantor, pikiran Anda bisa jadi masih melayang pada si kecil dan bingung, mana tugas kantor, mana tugas rumah. Identifikasi apa yang harus dilakukan segera di kantor dan apa yang bisa ditunda.
# Tetap terhubung. Setiap hari telepon ke rumah untuk mengetahui keadaan si kecil guna mengajarkan pengasuh bahwa Anda tetap memantau keadaan bayi yang dititipkan padanya.
# Upayakan ASI lancar. Konon memandang si kecil dengan segenap perasaan Anda akan merangsang hormone oksitosin dan prolaktin untuk memproduksi ASI. Letakkan foto si kecil di meja kerja atau menjadi wall paper di PC Anda. Saat memerah ASI bawalah foto si kecil, ASI akan deras mengalir.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/sukses.bekerja.setelah.cuti.melahirkan/001/005/892/1

Cuti melahirkan selesai, ibu harus kembali bekerja. Agar semua berjalan mulus, berikut ini kiatnya.

# Buang jauh-jauh perasaan bersalah. Kembali bekerja setelah cuti melahirkan memang dapat menimbulkan konflik emosional. Bekerja di luar rumah bukan berarti Anda ibu yang buruk, bukan?.
# Dapatkan pengasuh anak yang tepat. Sebulan sebelum kembali bekerja sebaiknya Anda sudah mendapatkan pengasuh anak agar Anda punya waktu meneliti karakter si pengasuh. Namun, jika belum juga dapat, titipkan si kecil pada sosok yang dapat dipercaya seperti ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, ipar.
# Bicara kepada atasan. Katakan bahwa Anda perlu menyelinap 2-3 kali dalam waktu bekerja selama 10-20 menit setiap hari untuk memerah ASI. Syukur-syukur jika tempat Anda bekerja tersedia Nursery Room. Jika tidak, cari ruangan tertutup dan bersih. Tempel di pintu bahwa Anda sedang memerah ASI. Untuk menyesuaikan waktu memerah, Mayo Clinic menyarankan, sekitar 2 minggu sebelum kembali bekerja, ubah waktu menyusui Anda di rumah. Contohnya: memerah ASI 2-3 kali selama siang hari dan menyusui sebelum dan setelah bekerja.
# Atur dengan baik. Buat daftar harian yang harus dilakukan. Di awal-awal kembali ke kantor, pikiran Anda bisa jadi masih melayang pada si kecil dan bingung, mana tugas kantor, mana tugas rumah. Identifikasi apa yang harus dilakukan segera di kantor dan apa yang bisa ditunda.
# Tetap terhubung. Setiap hari telepon ke rumah untuk mengetahui keadaan si kecil guna mengajarkan pengasuh bahwa Anda tetap memantau keadaan bayi yang dititipkan padanya.
# Upayakan ASI lancar. Konon memandang si kecil dengan segenap perasaan Anda akan merangsang hormone oksitosin dan prolaktin untuk memproduksi ASI. Letakkan foto si kecil di meja kerja atau menjadi wall paper di PC Anda. Saat memerah ASI bawalah foto si kecil, ASI akan deras mengalir.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/sukses.bekerja.setelah.cuti.melahirkan/001/005/892/1

24 Jul 2013

Melahirkan Dalam Air, Untung Ruginya

Sesuai dengan namanya, melahirkan dalam air atau dalam bahasa Inggrisnya disebut water birth merupakan proses persalinan yang dilakukan di dalam air. Metode ini telah menjadi alternatif baru untuk melahirkan sang bayi selain persalinan normal dan operasi cesar. Metode ini cukup populer dan sudah banyak ibu-ibu yang memilih water birth. Proses persalinan water birth dilakukan di sebuah kolam plastik berisi air hangat yang telah disterilkan terlebih dahulu. Suhu air disesuaikan mendekati suhu perut ibu agar bayi tidak kaget saat keluar. Proses persalinan water birth membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam , jauh lebih cepat dibandingkan proses persalinan normal. Dalam proses melahirkan dalam air, ibu akan lebih fleksibel dalam bergerak dan saat berkontraksi. Dengan posisi yang enak dan nyaman, proses persalinan akan lebih mudah dilakukan.

Melahirkan dalam air pun memiliki untung-ruginya. Untung-ruginya antara lain proses persalinan lebih tidak terasa sakit, malahan air hangat bisa membuat ibu merasa lebih rileks dan tenang, namun jika tidak diawasi oleh tenaga medis yang ahli, bayi bisa saja kesulitan bernapas karena tali pusatnya mengalami pengkerutan akibat terlalu lama berada di dalam air bahkan paru-paru bayi bisa kemasukan air. Perlu diketahui, bahwa selama tali pusatnya belum dipotong, bayi bernapas melalui tali pusat. Keuntungan yang lain bagi bayi yang lahir melalui water birth ini adalah bisa merasa lebih nyaman saat berada di air karena kondisinya tidak beda jauh dengan sewaktu di rahim ibu. Air juga memiliki kandungan oksigen yang lebih banyak sehingga baik bagi organ pernapasan bayi.

Melahirkan dalam air atau water birth ini tidak bisa dilakukan oleh semua ibu. Ibu yang memiliki penyakit tertentu, mengandung bayi dengan posisi tidak normal/sungsang ataupun yang mengandung bayi kembar memiliki resiko tersendiri jika memilih metode water birth ini. Pada dasarnya, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dalam memilih proses persalinan yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu dan janin.
Sesuai dengan namanya, melahirkan dalam air atau dalam bahasa Inggrisnya disebut water birth merupakan proses persalinan yang dilakukan di dalam air. Metode ini telah menjadi alternatif baru untuk melahirkan sang bayi selain persalinan normal dan operasi cesar. Metode ini cukup populer dan sudah banyak ibu-ibu yang memilih water birth. Proses persalinan water birth dilakukan di sebuah kolam plastik berisi air hangat yang telah disterilkan terlebih dahulu. Suhu air disesuaikan mendekati suhu perut ibu agar bayi tidak kaget saat keluar. Proses persalinan water birth membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam , jauh lebih cepat dibandingkan proses persalinan normal. Dalam proses melahirkan dalam air, ibu akan lebih fleksibel dalam bergerak dan saat berkontraksi. Dengan posisi yang enak dan nyaman, proses persalinan akan lebih mudah dilakukan.

Melahirkan dalam air pun memiliki untung-ruginya. Untung-ruginya antara lain proses persalinan lebih tidak terasa sakit, malahan air hangat bisa membuat ibu merasa lebih rileks dan tenang, namun jika tidak diawasi oleh tenaga medis yang ahli, bayi bisa saja kesulitan bernapas karena tali pusatnya mengalami pengkerutan akibat terlalu lama berada di dalam air bahkan paru-paru bayi bisa kemasukan air. Perlu diketahui, bahwa selama tali pusatnya belum dipotong, bayi bernapas melalui tali pusat. Keuntungan yang lain bagi bayi yang lahir melalui water birth ini adalah bisa merasa lebih nyaman saat berada di air karena kondisinya tidak beda jauh dengan sewaktu di rahim ibu. Air juga memiliki kandungan oksigen yang lebih banyak sehingga baik bagi organ pernapasan bayi.

Melahirkan dalam air atau water birth ini tidak bisa dilakukan oleh semua ibu. Ibu yang memiliki penyakit tertentu, mengandung bayi dengan posisi tidak normal/sungsang ataupun yang mengandung bayi kembar memiliki resiko tersendiri jika memilih metode water birth ini. Pada dasarnya, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dalam memilih proses persalinan yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu dan janin.

13 Apr 2011

Jangan Salah Menghitung Waktu Persalinan

Kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu. Untuk itu, penting sekali, mengetahui taksiran persalinan Anda, agar terhindar dari risiko kesakitan dan kematian. Sehingga Dokter bisa mengetahui perjalanan kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan.

Mengapa usia kehamilan dan taksiran persalinan ini penting, baik bagi dokter maupun ibu hamil?
Pertama, untuk mengetahui sudah seberapa jauh perjalanan kehamilan, karena di tiap-tiap usia yang berbeda, kita akan berharap sesuatu yang berbeda. Misalnya, berat badan bayi saat usia kehamilan 33 minggu tentu diharapkan berbeda dengan beratnya saat usia kehamilan 36 minggu.
Alasan kedua untuk menentukan kapan kita harus bertindak. Jangan sampai usia kehamilannya lewat waktu. Banyak penelitian menyatakan bahwa terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian bayi setelah usia kehamilan 41 minggu
Risiko kesakitan dan kematian bayi. Untuk taksiran persalinan, bila tidak akuratnya lebih awal, maka dokternya mungkin akan menduga pertumbuhan janin terhambat sehingga harus dikeluarkan, padahal sebenarnya belum waktunya, misalnya belum 37 minggu, sehingga dia jadi bayi prematur. Sebaliknya, bila tidak akuratnya lebih cepat, misalnya usia kehamilan diduga masih 37 minggu padahal sudah 42 minggu, maka risiko kesakitan dan kematian bayi.

Untuk meminimalkan risiko akibat kesalahan taksiran persalinan:
Disarankan seorang wanita ingat dengan siklus haidnya. Bila perlu, buatlah semacam diary atau catatan harian.
Lalu, sempatkan waktu untuk bertemu dokter minimal satu kali di trimester pertama kehamilannya. Mereka yang haidnya tidak teratur atau lupa HPHT-nya sangat penting untuk menjalani pemeriksaan dengan alat USG.
Bila ada keraguan, maka perlu dilakukan croscheck, second opinion atau memantau pertumbuhan bayi. Jadi, tidak serta merta diambil tindakan. Di lain pihak, ibu hamil juga harus paham tanda-tanda persalinan yang biasanya diberitahukan dokter saat usia kehamilannya masuk 36 minggu. Ingatlah, kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu.
USG di Trimester I. Selain untuk menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan, pemeriksaan dengan alat USG di trimester I juga bertujuan untuk mengetahui:
• Lokasi atau posisi kehamilan.
• Jumlah bayi.
• Bayi hidup atau tidak.
• Anatomi rahim dan indung telur, misalnya apakah ada miom atau kista.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/jangan.salah.hitung.waktu.persalinan/001/001/1487/1
Kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu. Untuk itu, penting sekali, mengetahui taksiran persalinan Anda, agar terhindar dari risiko kesakitan dan kematian. Sehingga Dokter bisa mengetahui perjalanan kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan.

Mengapa usia kehamilan dan taksiran persalinan ini penting, baik bagi dokter maupun ibu hamil?
Pertama, untuk mengetahui sudah seberapa jauh perjalanan kehamilan, karena di tiap-tiap usia yang berbeda, kita akan berharap sesuatu yang berbeda. Misalnya, berat badan bayi saat usia kehamilan 33 minggu tentu diharapkan berbeda dengan beratnya saat usia kehamilan 36 minggu.
Alasan kedua untuk menentukan kapan kita harus bertindak. Jangan sampai usia kehamilannya lewat waktu. Banyak penelitian menyatakan bahwa terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian bayi setelah usia kehamilan 41 minggu
Risiko kesakitan dan kematian bayi. Untuk taksiran persalinan, bila tidak akuratnya lebih awal, maka dokternya mungkin akan menduga pertumbuhan janin terhambat sehingga harus dikeluarkan, padahal sebenarnya belum waktunya, misalnya belum 37 minggu, sehingga dia jadi bayi prematur. Sebaliknya, bila tidak akuratnya lebih cepat, misalnya usia kehamilan diduga masih 37 minggu padahal sudah 42 minggu, maka risiko kesakitan dan kematian bayi.

Untuk meminimalkan risiko akibat kesalahan taksiran persalinan:
Disarankan seorang wanita ingat dengan siklus haidnya. Bila perlu, buatlah semacam diary atau catatan harian.
Lalu, sempatkan waktu untuk bertemu dokter minimal satu kali di trimester pertama kehamilannya. Mereka yang haidnya tidak teratur atau lupa HPHT-nya sangat penting untuk menjalani pemeriksaan dengan alat USG.
Bila ada keraguan, maka perlu dilakukan croscheck, second opinion atau memantau pertumbuhan bayi. Jadi, tidak serta merta diambil tindakan. Di lain pihak, ibu hamil juga harus paham tanda-tanda persalinan yang biasanya diberitahukan dokter saat usia kehamilannya masuk 36 minggu. Ingatlah, kelahiran bayi bisa mulai terjadi sejak usia kehamilan 37 minggu.
USG di Trimester I. Selain untuk menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan, pemeriksaan dengan alat USG di trimester I juga bertujuan untuk mengetahui:
• Lokasi atau posisi kehamilan.
• Jumlah bayi.
• Bayi hidup atau tidak.
• Anatomi rahim dan indung telur, misalnya apakah ada miom atau kista.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/jangan.salah.hitung.waktu.persalinan/001/001/1487/1

20 Mar 2011

Bila Ibu Obesitas, Bisakah Melahirkan Normal?

Orang yang overweight atau obesitas sering dianggap memiliki risiko yang tinggi. Masalahnya bukan cuma bagaimana memilih baju hamil yang cocok, tetapi juga problem kesehatan yang harus dihadapi. Bila semasa masih gadis sudah obesitas, mungkinkah perempuan bisa hamil normal? Problem apa yang akan dihadapi?

Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, yang dianggap overweight, memang lebih cenderung mengalami kondisi kehamilan tertentu seperti diabetes gestasional (diabetes yang dialami semasa hamil). Risiko ini akan meningkat bila IMT Anda 30, atau di atasnya (dikategorikan obesitas). Meskipun begitu, berbagai kondisi ini bisa diatasi, bahkan dicegah. Dengan demikian, Anda bisa tetap menjalani kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman.

Cornelia van der Ziel, dokter kandungan yang juga instruktur klinis bidang obstetri di Harvard Medical School, menegaskan bahwa kebanyakan perempuan dengan kelebihan berat badan memiliki kehamilan normal, dan bayi yang normal.


"Anda bisa overweight namun tetap memiliki kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang obesitas bisa mengecilkan risikonya dengan makan sehat, latihan, dan mengikuti aturan tentang penambahan berat badan," papar penulis buku Big, Beautiful, and Pregnant: Expert Advice and Comforting Wisdom for the Expecting Plus-Size Woman ini.

Hampir 70 persen perempuan obesitas di Amerika mengatakan bahwa kehamilan mereka cukup baik, atau bahkan fantastis, dan hampir tiga dari empat perempuan yang mengalami postpartum mengatakan hal yang sama. Kalaupun ada kekhawatiran sebenarnya bisa dimaklumi. Sebanyak 47 persen perempuan meresahkan kesehatannya, terutama mengenai diabetes gestasional, penambahan berat badan, dan tekanan darah. Selain itu juga khawatir akan melahirkan bayi yang besar, harus menjalani operasi caesar, masalah punggung dan jantung, problem persalinan, hingga mengalami preeklampsia.

Sebaliknya, kebanyakan perempuan obesitas tetap yakin dengan kesehatan bayinya. Hanya satu dari lima perempuan yang mencemaskan pengaruh diabetes gestasional pada bayi, dan bahwa bayi akan lahir dengan berat badan berlebih.

Meskipun begitu, akan ada beberapa masalah yang tak bisa Anda hindari, yaitu:

1. Menemukan bra yang mampu menampung payudara yang membesar akan sulit. Kebanyakan perempuan memiliki ukuran pakaian 16-18 (43 persen), atau 20-24 (41 persen). Anda juga susah mencari pakaian hamil yang trendi, atau cocok untuk dikenakan ke kantor.

2. Anda tidak akan terlihat hamil sampai trimester ketiga, dan ini sering membuat Anda kesal. Sebab, dengan perut yang besar Anda bisa mengabarkan kehamilan Anda pada orang-orang di sekitar Anda. Banyak perempuan yang frustrasi karena malah dikira bertambah gemuk, dan bukannya hamil. 

3. Anda tak akan merasa nyaman secara fisik. Perempuan obesitas umumnya mengeluhkan kelelahan, nyeri sendi, dan nyeri punggung. Atau, sekadar merasa tidak nyaman, bertambah besar dan berat, dan sulit bergerak. Yang lain, merasa energinya terkuras.

Di luar masalah tersebut, perempuan obesitas bisa tetap hamil dan menjalani persalinan dengan lancar. Menurut van der Ziel, pengalaman perempuan obesitas lain yang sukses melahirkan anak-anak yang sehat, dokter yang mampu memahami kondisi Anda, dan dukungan dari keluarga, akan membantu Anda menghasilkan kehamilan yang sehat.

Sumber: babycenter

Orang yang overweight atau obesitas sering dianggap memiliki risiko yang tinggi. Masalahnya bukan cuma bagaimana memilih baju hamil yang cocok, tetapi juga problem kesehatan yang harus dihadapi. Bila semasa masih gadis sudah obesitas, mungkinkah perempuan bisa hamil normal? Problem apa yang akan dihadapi?

Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, yang dianggap overweight, memang lebih cenderung mengalami kondisi kehamilan tertentu seperti diabetes gestasional (diabetes yang dialami semasa hamil). Risiko ini akan meningkat bila IMT Anda 30, atau di atasnya (dikategorikan obesitas). Meskipun begitu, berbagai kondisi ini bisa diatasi, bahkan dicegah. Dengan demikian, Anda bisa tetap menjalani kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman.

Cornelia van der Ziel, dokter kandungan yang juga instruktur klinis bidang obstetri di Harvard Medical School, menegaskan bahwa kebanyakan perempuan dengan kelebihan berat badan memiliki kehamilan normal, dan bayi yang normal.


"Anda bisa overweight namun tetap memiliki kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang obesitas bisa mengecilkan risikonya dengan makan sehat, latihan, dan mengikuti aturan tentang penambahan berat badan," papar penulis buku Big, Beautiful, and Pregnant: Expert Advice and Comforting Wisdom for the Expecting Plus-Size Woman ini.

Hampir 70 persen perempuan obesitas di Amerika mengatakan bahwa kehamilan mereka cukup baik, atau bahkan fantastis, dan hampir tiga dari empat perempuan yang mengalami postpartum mengatakan hal yang sama. Kalaupun ada kekhawatiran sebenarnya bisa dimaklumi. Sebanyak 47 persen perempuan meresahkan kesehatannya, terutama mengenai diabetes gestasional, penambahan berat badan, dan tekanan darah. Selain itu juga khawatir akan melahirkan bayi yang besar, harus menjalani operasi caesar, masalah punggung dan jantung, problem persalinan, hingga mengalami preeklampsia.

Sebaliknya, kebanyakan perempuan obesitas tetap yakin dengan kesehatan bayinya. Hanya satu dari lima perempuan yang mencemaskan pengaruh diabetes gestasional pada bayi, dan bahwa bayi akan lahir dengan berat badan berlebih.

Meskipun begitu, akan ada beberapa masalah yang tak bisa Anda hindari, yaitu:

1. Menemukan bra yang mampu menampung payudara yang membesar akan sulit. Kebanyakan perempuan memiliki ukuran pakaian 16-18 (43 persen), atau 20-24 (41 persen). Anda juga susah mencari pakaian hamil yang trendi, atau cocok untuk dikenakan ke kantor.

2. Anda tidak akan terlihat hamil sampai trimester ketiga, dan ini sering membuat Anda kesal. Sebab, dengan perut yang besar Anda bisa mengabarkan kehamilan Anda pada orang-orang di sekitar Anda. Banyak perempuan yang frustrasi karena malah dikira bertambah gemuk, dan bukannya hamil. 

3. Anda tak akan merasa nyaman secara fisik. Perempuan obesitas umumnya mengeluhkan kelelahan, nyeri sendi, dan nyeri punggung. Atau, sekadar merasa tidak nyaman, bertambah besar dan berat, dan sulit bergerak. Yang lain, merasa energinya terkuras.

Di luar masalah tersebut, perempuan obesitas bisa tetap hamil dan menjalani persalinan dengan lancar. Menurut van der Ziel, pengalaman perempuan obesitas lain yang sukses melahirkan anak-anak yang sehat, dokter yang mampu memahami kondisi Anda, dan dukungan dari keluarga, akan membantu Anda menghasilkan kehamilan yang sehat.

Sumber: babycenter

5 Mar 2011

Tips Suami Menemani Istri Melahirkan

Alih-alih ingin menjadi suami super dengan menemani istri di ruang bersalin, malah membuat runyam proses persalinan. Wajar kok jika suami merasa takut dan khawatir ketika diminta menemani istri bersalin. Agar semua lancar, ketahui dulu Tips Suami Menemani Istri Melahirkan.

1. Jangan pingsan. Anda tentunya harus mengetahui apakah Anda takut dan phobia darah atau tidak? Dan ketahuilah, Anda harus siap melihat kesakitan istri ketika melahirkan, terutama jika istri Anda melahirkan secara normal. Jangan sampai pingsan, karena akan mengganggu proses persalinan.
2. Jangan sibuk SMS-an, memotret tanpa seizin istri atau melakukan kegiatan lainnya dengan hp Anda. Pada saat-saat melahirkan, istri tentunya sangat membutuhkan perhatian dan dukungan Anda. Dengan melakukan kegiatan lain, perhatian Anda akan terpecah.
3. Jangan blank alias tidak tahu apa-apa tentang proses persalinan. Sebelum Anda 'nyemplung' ke ruang bersalin, bekali diri dengan ilmu seputar seluk beluk persalinan.
4. Jangan panik. Tetap tenang akan memudahkan Anda berpikir jernih saat mengambil keputusan. Lagipula, disaat-saat penuh perjuangan seperti itu, istri Anda membutuhkan penguatan dan penenangan Anda.
5. Jangan hanya menonton. Coba pelajari cara menjadi pendamping yang efektif bagi istri Anda. Dengan demikian istri Anda benar-benar merasa didukung dan dikuatkan oleh Anda.
6. Jangan segan meminta kerabat keluar dari ruang bersalin jika istri merasa terganggu. Tetap sopan namun tegas bertindak.
7. Jangan nekat melihat bayi keluar bila tidak tahan melihat darah. Jangan sampai Anda malah pingsan begitu menyaksikannya. Namun jika Anda merasa kuat, tidak apa-apa.
8. Jangan mengabaikan istri setelah bayi lahir. Kelahiran bayi memang yang paling ditunggu-tunggu. Namun jangan abaikan istri yang telah berjuang melahirkan. Beri istri ucapan selamat telah menjadi seorang ibu.


Nah, sudah siap menemani istri di ruang bersalin?

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/8.ramburambu.menemani.istri.di.ruang.bersalin/001/005/235/3/2
Alih-alih ingin menjadi suami super dengan menemani istri di ruang bersalin, malah membuat runyam proses persalinan. Wajar kok jika suami merasa takut dan khawatir ketika diminta menemani istri bersalin. Agar semua lancar, ketahui dulu Tips Suami Menemani Istri Melahirkan.

1. Jangan pingsan. Anda tentunya harus mengetahui apakah Anda takut dan phobia darah atau tidak? Dan ketahuilah, Anda harus siap melihat kesakitan istri ketika melahirkan, terutama jika istri Anda melahirkan secara normal. Jangan sampai pingsan, karena akan mengganggu proses persalinan.
2. Jangan sibuk SMS-an, memotret tanpa seizin istri atau melakukan kegiatan lainnya dengan hp Anda. Pada saat-saat melahirkan, istri tentunya sangat membutuhkan perhatian dan dukungan Anda. Dengan melakukan kegiatan lain, perhatian Anda akan terpecah.
3. Jangan blank alias tidak tahu apa-apa tentang proses persalinan. Sebelum Anda 'nyemplung' ke ruang bersalin, bekali diri dengan ilmu seputar seluk beluk persalinan.
4. Jangan panik. Tetap tenang akan memudahkan Anda berpikir jernih saat mengambil keputusan. Lagipula, disaat-saat penuh perjuangan seperti itu, istri Anda membutuhkan penguatan dan penenangan Anda.
5. Jangan hanya menonton. Coba pelajari cara menjadi pendamping yang efektif bagi istri Anda. Dengan demikian istri Anda benar-benar merasa didukung dan dikuatkan oleh Anda.
6. Jangan segan meminta kerabat keluar dari ruang bersalin jika istri merasa terganggu. Tetap sopan namun tegas bertindak.
7. Jangan nekat melihat bayi keluar bila tidak tahan melihat darah. Jangan sampai Anda malah pingsan begitu menyaksikannya. Namun jika Anda merasa kuat, tidak apa-apa.
8. Jangan mengabaikan istri setelah bayi lahir. Kelahiran bayi memang yang paling ditunggu-tunggu. Namun jangan abaikan istri yang telah berjuang melahirkan. Beri istri ucapan selamat telah menjadi seorang ibu.


Nah, sudah siap menemani istri di ruang bersalin?

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/8.ramburambu.menemani.istri.di.ruang.bersalin/001/005/235/3/2

3 Mar 2011

Tips Kunci Hamil dan Melahirkan Bahagia

Ingin menjalani kehamilan dengan sukses dan bahagia, hingga akhirnya bisa melahirkan dengan bahagia pula? Tidak sulit kok! Nyaman dengan kondisi diri dan mengembangkan citra diri positif, itu kuncinya. Dan untuk mencapai dua hal itu, lakukan 6 tips ini.

Mengembangkan citra diri positif selama hamil, berarti Anda mengembangkan rasa nyaman. Anda tak risau dengan berat dan bentuk tubuh, tetap merasa sehat dan cantik. Perubahan bentuk tubuh, Anda pandang wajar terjadi selama hamil. Kehamilan Anda anggap sebagai masa paling penting dalam hidup. Calon ibu yang merasa nyaman, menghargai setiap perubahan tubuh selama hamil. Ia juga bisa menerima perubahan emosi, dan memandang proses melahirkan sebagai pengalaman yang sangat berharga.

Tak semua calon ibu bisa mengembangkan citra diri positif seperti itu. Bisa nyaman dengan perubahan bentuk tubuh merupakan perjuangan berat. Komentar kecil tentang bentuk tubuh, bisa membuat si calon ibu kalang kabut dan memilih mendekam di rumah. Dukungan teman dan keluarga sangat penting, terutama untuk menjaga perasaannya.

Ingin memiliki gambaran diri positif selama hamil? Coba Anda lakukan yang berikut ini:

1. Kuatkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri bisa menjadi modal terbesar Anda untuk menjalani kehamilan bahagia, dan persalinan sukses. Gambaran tentang diri yang negatif dapat menghilangkan kendali atas diri sendiri, dan membiarkan orang lain mengendalikan Anda.
2. Makan makanan sehat, pikirkan kesehatan diri dan janin ketimbang jumlah makanan yang dikonsumsi. Saat ingin makan, ingat selalu Anda juga memberi makan bayi Anda. Pertimbangkan dengan seksama setiap pilihan makanan.
3. Pusatkan perhatian pada keajaiban yang sedang terjadi, yaitu ada bayi dalam tubuh Anda selama 9 bulan. Itu sebabnya mengapa berat badan Anda bertambah. Perhatikan setiap perubahan bayi Anda dari minggu ke minggu. Anda pun takkan merisaukan bentuk dan berat tubuh Anda.
4. Berolahraga ringan untuk melancarkan peredaran darah sehingga hati Anda gembira. Hati gembira tampak dari wajah yang selalu tersenyum. Anda pun kelihatan cantik. Pilih olahraga paling aman, seperti jalan santai, berenang atau senam hamil. Olahraga pilihan Anda sebaiknya yang memang Anda sukai agar Anda termotivasi bergerak.
5. Lakukan aktivitas menenangkan seperti meditasi, yoga, latihan pernapasan dan melakukan visualisasi untuk hal-hal positif, seperti melahirkan lancar atau menimang bayi sehat. Melakukan salah satu kegiatan menenangkan setiap hari, membantu Anda berpikir positif. Diiringi musik lembut, Anda bisa santai menyiapkan kelahiran. Pijat sehat untuk ibu hamil boleh juga Anda lakukan.
6. Pilih teman yang tak terobsesi pada tubuh langsing. Anda butuh teman yang selalu gembira, tak merisaukan perutnya yang membuncit, pahanya yang membesar dan pipinya yang menjadi tembam. Hindari orang-orang yang bisa meningkatkan citra diri negatif. Ngobrol dengan teman yang selalu gembira dan tak menunjukkan sikap sangat formal alias jaim, membuat Anda ikut gembira.

Sudah tahu 6 kuncinya, kan Bunda? Sekarang mari mulai bangun citra diri positif dan percaya diri!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Psikologi/6.kunci.sukses.hamil.dan.melahirkan/001/007/531/4/1
Ingin menjalani kehamilan dengan sukses dan bahagia, hingga akhirnya bisa melahirkan dengan bahagia pula? Tidak sulit kok! Nyaman dengan kondisi diri dan mengembangkan citra diri positif, itu kuncinya. Dan untuk mencapai dua hal itu, lakukan 6 tips ini.

Mengembangkan citra diri positif selama hamil, berarti Anda mengembangkan rasa nyaman. Anda tak risau dengan berat dan bentuk tubuh, tetap merasa sehat dan cantik. Perubahan bentuk tubuh, Anda pandang wajar terjadi selama hamil. Kehamilan Anda anggap sebagai masa paling penting dalam hidup. Calon ibu yang merasa nyaman, menghargai setiap perubahan tubuh selama hamil. Ia juga bisa menerima perubahan emosi, dan memandang proses melahirkan sebagai pengalaman yang sangat berharga.

Tak semua calon ibu bisa mengembangkan citra diri positif seperti itu. Bisa nyaman dengan perubahan bentuk tubuh merupakan perjuangan berat. Komentar kecil tentang bentuk tubuh, bisa membuat si calon ibu kalang kabut dan memilih mendekam di rumah. Dukungan teman dan keluarga sangat penting, terutama untuk menjaga perasaannya.

Ingin memiliki gambaran diri positif selama hamil? Coba Anda lakukan yang berikut ini:

1. Kuatkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri bisa menjadi modal terbesar Anda untuk menjalani kehamilan bahagia, dan persalinan sukses. Gambaran tentang diri yang negatif dapat menghilangkan kendali atas diri sendiri, dan membiarkan orang lain mengendalikan Anda.
2. Makan makanan sehat, pikirkan kesehatan diri dan janin ketimbang jumlah makanan yang dikonsumsi. Saat ingin makan, ingat selalu Anda juga memberi makan bayi Anda. Pertimbangkan dengan seksama setiap pilihan makanan.
3. Pusatkan perhatian pada keajaiban yang sedang terjadi, yaitu ada bayi dalam tubuh Anda selama 9 bulan. Itu sebabnya mengapa berat badan Anda bertambah. Perhatikan setiap perubahan bayi Anda dari minggu ke minggu. Anda pun takkan merisaukan bentuk dan berat tubuh Anda.
4. Berolahraga ringan untuk melancarkan peredaran darah sehingga hati Anda gembira. Hati gembira tampak dari wajah yang selalu tersenyum. Anda pun kelihatan cantik. Pilih olahraga paling aman, seperti jalan santai, berenang atau senam hamil. Olahraga pilihan Anda sebaiknya yang memang Anda sukai agar Anda termotivasi bergerak.
5. Lakukan aktivitas menenangkan seperti meditasi, yoga, latihan pernapasan dan melakukan visualisasi untuk hal-hal positif, seperti melahirkan lancar atau menimang bayi sehat. Melakukan salah satu kegiatan menenangkan setiap hari, membantu Anda berpikir positif. Diiringi musik lembut, Anda bisa santai menyiapkan kelahiran. Pijat sehat untuk ibu hamil boleh juga Anda lakukan.
6. Pilih teman yang tak terobsesi pada tubuh langsing. Anda butuh teman yang selalu gembira, tak merisaukan perutnya yang membuncit, pahanya yang membesar dan pipinya yang menjadi tembam. Hindari orang-orang yang bisa meningkatkan citra diri negatif. Ngobrol dengan teman yang selalu gembira dan tak menunjukkan sikap sangat formal alias jaim, membuat Anda ikut gembira.

Sudah tahu 6 kuncinya, kan Bunda? Sekarang mari mulai bangun citra diri positif dan percaya diri!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Psikologi/6.kunci.sukses.hamil.dan.melahirkan/001/007/531/4/1

23 Feb 2011

JIKA HARUS CAESAR, KENAPA TIDAK? JANGAN MERASA BERSALAH!

Pasca melahirkan secara caesar, rasa bersalah bisa saja timbul karena Anda termakan mitos yaitu hanya ibu yang melahirkan secara alamiah yang berhak menyandang predikat ibu sejati. Karena perjuangannya lebih besar dibanding bersalin secara Caesar.

Keyakinan pada mitos itu, diperkuat dengan adanya isu bahwa bayi-bayi yang dilahirkan secara alamiah, memiliki bonding lebih kuat dengan ibu. Bayi yang dilahirkan per vagina juga memiliki daya tahan tubuh lebih baik, sebab saat melewati jalan lahir, ia terkontaminasi bakteri baik, yang akan menjaga keseimbangan flora di ususnya. Usir rasa bersalah itu dengan:

* Camkan ini: predikat ibu sejati tidak ditentukan lewat cara bersalin, namun merupakan hak prerogatif semua ibu yang hamil dan melahirkan bayinya dengan selamat ke dunia.
* Jika persalinan per vagina tidak dapat dilakukan berdasarkan indikasi medis, maka operasi Caesar adalah pilihan yang tepat, bijak dan aman.
* Bonding antara ibu dan anak tidak ditentukan lewat cara persalinan, namun merupakan hasil dari proses mendekatkan diri satu sama lain.
* Point yang menyebutkan, bayi yang lahir secara alamiah memiliki daya tahan tubuh lebih baik, ada benarnya. Namun bukan berarti tidak ada harapan untuk Si Bayi Caesar. Anda dapat membangun imunitasnya melalui pemberian ASI Eksklusif dan imunisasi lengkap serta tepat waktu.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Psikologi/tak.usah.merasa.bersalah.jika.caesar/001/007/930/1
Pasca melahirkan secara caesar, rasa bersalah bisa saja timbul karena Anda termakan mitos yaitu hanya ibu yang melahirkan secara alamiah yang berhak menyandang predikat ibu sejati. Karena perjuangannya lebih besar dibanding bersalin secara Caesar.

Keyakinan pada mitos itu, diperkuat dengan adanya isu bahwa bayi-bayi yang dilahirkan secara alamiah, memiliki bonding lebih kuat dengan ibu. Bayi yang dilahirkan per vagina juga memiliki daya tahan tubuh lebih baik, sebab saat melewati jalan lahir, ia terkontaminasi bakteri baik, yang akan menjaga keseimbangan flora di ususnya. Usir rasa bersalah itu dengan:

* Camkan ini: predikat ibu sejati tidak ditentukan lewat cara bersalin, namun merupakan hak prerogatif semua ibu yang hamil dan melahirkan bayinya dengan selamat ke dunia.
* Jika persalinan per vagina tidak dapat dilakukan berdasarkan indikasi medis, maka operasi Caesar adalah pilihan yang tepat, bijak dan aman.
* Bonding antara ibu dan anak tidak ditentukan lewat cara persalinan, namun merupakan hasil dari proses mendekatkan diri satu sama lain.
* Point yang menyebutkan, bayi yang lahir secara alamiah memiliki daya tahan tubuh lebih baik, ada benarnya. Namun bukan berarti tidak ada harapan untuk Si Bayi Caesar. Anda dapat membangun imunitasnya melalui pemberian ASI Eksklusif dan imunisasi lengkap serta tepat waktu.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Psikologi/tak.usah.merasa.bersalah.jika.caesar/001/007/930/1

8 Feb 2011

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK HAMIL LAGI?

KOMPAS.COM - Kebahagiaan yang meluap saat menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya 11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya.

Penelitian menunjukkan, interval kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. "Jarak yang ideal antar kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical Center. Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception, ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi pasca kelahiran anak pertama.

Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis, ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah meningkat 15 persen.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal kehidupan anak. (AN)

(Editor: Anna Sumber : healthdaynews)
Sumber:KOMPAS.COM
KOMPAS.COM - Kebahagiaan yang meluap saat menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya 11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya.

Penelitian menunjukkan, interval kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. "Jarak yang ideal antar kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical Center. Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception, ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi pasca kelahiran anak pertama.

Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis, ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah meningkat 15 persen.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal kehidupan anak. (AN)

(Editor: Anna Sumber : healthdaynews)
Sumber:KOMPAS.COM

7 Feb 2011

DAUN KATUK UNTUK PERBANYAK ASI ANDA

Daun katuk dengan kandungan laktagagumnya (zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI) telah dipakai secara turun temurun untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Daun katuk dikonsumsi dalam bentuk sayur rebusan atau dilalap. Daun katuk mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin. Pada pemberian daun katuk ditemukan peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI. Daun katuk juga mengandung alkaloid, sterol, flavonoid dan tannin.

Meskipun demikan cara mengolah daun katuk harus benar-benar diperhatikan, agar gizi yang terkandung di dalamnya tidak rusak. Terlalu matang/lama memasaknya akan menurunkan kualitas daun katuk sebagai pelancar ASI. Berdasarkan penelitian daun katuk kaya akan zat gizi. Disamping itu, daun katuk mengandung sejenis zat yang diduga bekerja sebagai laktagagum. Berikut ini kandungan zat gizi terdapat dalam 100 gram daun katuk segar.

Jenis
Air : 70 gr
Protein : 4,8 gr
Lemak : 1 gr
Karbohidrat : 11 gr
Kalsium : 204 mg
Fosfor : 83 mg
Besi : 2,7 mg
Mineral-minerallain : 2,2 gr
Retinol (VitaminA): 3 mcg
Thiamin (VitaminB1):0,1 mcg
Asam askorbat(Vitamin C) : 200 mg
Asam Folat :7 mg

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/daun.katuk.untuk.produksi.asi/001/001/1573/1
Daun katuk dengan kandungan laktagagumnya (zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI) telah dipakai secara turun temurun untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Daun katuk dikonsumsi dalam bentuk sayur rebusan atau dilalap. Daun katuk mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin. Pada pemberian daun katuk ditemukan peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI. Daun katuk juga mengandung alkaloid, sterol, flavonoid dan tannin.

Meskipun demikan cara mengolah daun katuk harus benar-benar diperhatikan, agar gizi yang terkandung di dalamnya tidak rusak. Terlalu matang/lama memasaknya akan menurunkan kualitas daun katuk sebagai pelancar ASI. Berdasarkan penelitian daun katuk kaya akan zat gizi. Disamping itu, daun katuk mengandung sejenis zat yang diduga bekerja sebagai laktagagum. Berikut ini kandungan zat gizi terdapat dalam 100 gram daun katuk segar.

Jenis
Air : 70 gr
Protein : 4,8 gr
Lemak : 1 gr
Karbohidrat : 11 gr
Kalsium : 204 mg
Fosfor : 83 mg
Besi : 2,7 mg
Mineral-minerallain : 2,2 gr
Retinol (VitaminA): 3 mcg
Thiamin (VitaminB1):0,1 mcg
Asam askorbat(Vitamin C) : 200 mg
Asam Folat :7 mg

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/daun.katuk.untuk.produksi.asi/001/001/1573/1

TIPS MEMILIH BRA MENYUSUI

Tidak sulit memilih bra dengan bentuk dan warna yang menarik. Namun, jika Anda sedang menyusui, pilihlah jenis bra yang mendukung. Bra seperti apa sih?

* Perhatikan ukuran lingkar dan cup. Misalnya, semula 36A, bisa menjadi 36C, bukan semata mata ukuran saja misalnya dari 34 ke 36, tapi ukuran cup sangat penting untuk diperhatikan. Bagi yang payudaranya agak lebih besar (ukuran cup C, D, DD, E. EE, F sampai FF. Upayakan pesan dibuatkan khusus, atau cari di outlet bra impor.
* Sebaiknya hindari bra yang memakai penyangga besi. Dari segi kenyamanan dan keamanan juga, bagian besi yang keras dapat menekan payudara dan tajam jika terkena pipi bayi.
* Bila Anda ingin, Anda juga bisa menggunakan bra menyusui yang memiliki “jendela” di bagian tengah tiap payudara. Selain memang nyaman dipakai bila kehamilan sudah besar, menggunakan bra menyusui menjelang akhir kehamilan juga berarti Anda berhemat.

Tidak sulit khan memilih bra yang cocok saat Anda menyusui. Nah, sudah cocokkah yang Anda pakai sekarang ini?


Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.memilih.bra/001/005/14/1/1

Tidak sulit memilih bra dengan bentuk dan warna yang menarik. Namun, jika Anda sedang menyusui, pilihlah jenis bra yang mendukung. Bra seperti apa sih?

* Perhatikan ukuran lingkar dan cup. Misalnya, semula 36A, bisa menjadi 36C, bukan semata mata ukuran saja misalnya dari 34 ke 36, tapi ukuran cup sangat penting untuk diperhatikan. Bagi yang payudaranya agak lebih besar (ukuran cup C, D, DD, E. EE, F sampai FF. Upayakan pesan dibuatkan khusus, atau cari di outlet bra impor.
* Sebaiknya hindari bra yang memakai penyangga besi. Dari segi kenyamanan dan keamanan juga, bagian besi yang keras dapat menekan payudara dan tajam jika terkena pipi bayi.
* Bila Anda ingin, Anda juga bisa menggunakan bra menyusui yang memiliki “jendela” di bagian tengah tiap payudara. Selain memang nyaman dipakai bila kehamilan sudah besar, menggunakan bra menyusui menjelang akhir kehamilan juga berarti Anda berhemat.

Tidak sulit khan memilih bra yang cocok saat Anda menyusui. Nah, sudah cocokkah yang Anda pakai sekarang ini?


Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.memilih.bra/001/005/14/1/1

ASI EKSLUSIF TERYATA MENCEGAH KEHAMILAN

Menurut program Keluarga Berencana (KB) jarak ideal antara kehamilan pertama dan kedua adalah 5 tahun. Sebelum menemukan metode KB yang cocok, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan bagi bayi dapat digunakan sebagai KB alami asal mengikuti persyaratannya.

KB alami dengan menyusui terbukti ampuh menunda kehamilan. KB alami yang disebut metode amenore laktasi (MAL) efektivitasnya mencapai 98%. Namun efektivitasnya bisa dipenuhi dengan syarat: Ibu belum mendapat haid lagi.
Menyusui bayi secara eksklusif- ASI sja, tanpa makanan minuman tambahan apapun.
Menyusui sesering mungkin-minimal 12 kali sehari- dan selama mungkin. Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam.
Tetap menyusui meski ibu atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormone prolaktin.
Tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa menganggu proses bayi mengisap ASI. Jika bayi tidak emngisap dengan benar dan menurunkan kadar hormon prolaktin.
Karena hormon. Pada MAL Anda memanfaatkan masa ketika siklus haid belum kembali normal sejak hamil dan melahirkan. Umumnya siklus haid akan kembali normal setelah 2-3 bulan paska melahirkan. Namun jika menyusui, sering Anda menjadi tidak haid akibat adanya hormone laktasi atau prolaktin-kadar prolaktin tetap tinggi, hormone prolaktin akan menekan kadar hormone estrogen yang fungsinya mematangkan sel telur. Jikas el telur tidak matang, maka tidak akan terjadi pembuahn. Dengan demikian, tidak terjadi kehamilan.

Pada bulan pertama menerapkan MAL, kemungkinan hamil hanya 2%. Namun bila Anda telah mendapat haid kembali, risiko hamil menjadi lebih besar dan sejak saat itu MAL tidak lagi efektiv sebagai metode KB. Anda perlu segera beralih ke metode KB lainnya seperti suntik, pil, atau implant. Untuk memastikan bahwa kesuburan Anda telah kembali, gunakan alat pengetes ovulasi atau ovulation test. Bila hasilnya positif, berarti kesuburan telah kembali. Berhubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi pada saat itu bisa mengakibatkan kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.ek

Menurut program Keluarga Berencana (KB) jarak ideal antara kehamilan pertama dan kedua adalah 5 tahun. Sebelum menemukan metode KB yang cocok, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan bagi bayi dapat digunakan sebagai KB alami asal mengikuti persyaratannya.

KB alami dengan menyusui terbukti ampuh menunda kehamilan. KB alami yang disebut metode amenore laktasi (MAL) efektivitasnya mencapai 98%. Namun efektivitasnya bisa dipenuhi dengan syarat: Ibu belum mendapat haid lagi.
Menyusui bayi secara eksklusif- ASI sja, tanpa makanan minuman tambahan apapun.
Menyusui sesering mungkin-minimal 12 kali sehari- dan selama mungkin. Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam.
Tetap menyusui meski ibu atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormone prolaktin.
Tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa menganggu proses bayi mengisap ASI. Jika bayi tidak emngisap dengan benar dan menurunkan kadar hormon prolaktin.
Karena hormon. Pada MAL Anda memanfaatkan masa ketika siklus haid belum kembali normal sejak hamil dan melahirkan. Umumnya siklus haid akan kembali normal setelah 2-3 bulan paska melahirkan. Namun jika menyusui, sering Anda menjadi tidak haid akibat adanya hormone laktasi atau prolaktin-kadar prolaktin tetap tinggi, hormone prolaktin akan menekan kadar hormone estrogen yang fungsinya mematangkan sel telur. Jikas el telur tidak matang, maka tidak akan terjadi pembuahn. Dengan demikian, tidak terjadi kehamilan.

Pada bulan pertama menerapkan MAL, kemungkinan hamil hanya 2%. Namun bila Anda telah mendapat haid kembali, risiko hamil menjadi lebih besar dan sejak saat itu MAL tidak lagi efektiv sebagai metode KB. Anda perlu segera beralih ke metode KB lainnya seperti suntik, pil, atau implant. Untuk memastikan bahwa kesuburan Anda telah kembali, gunakan alat pengetes ovulasi atau ovulation test. Bila hasilnya positif, berarti kesuburan telah kembali. Berhubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi pada saat itu bisa mengakibatkan kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Gizi+dan+Kesehatan/menyusui.ek

1 Feb 2011

CALON IBU, APAKAH ANDA SIAP MENYUSUI BAYI ANDA?

Ibu harus siap untuk memberi ASI pada bayi yang akan dilahirkan , teutama bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Persiapan harus dilakukan sedini mungkin , karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Banyaknya ASI yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada besarnya payudara, tetapi lebih kepada gizi ibu selama hamil dan menyusui dan cara menyusui.

Usia wanita saat mengandung dan menyusui juga ikut mempengaruhi produksi ASI, mereka yang berumur 19-23 tahun pada umumnya menghasilkan cukup ASI disbanding dengan yang berumur tiga puluhan. Bentuk putting payudara mempunyai pengaruh dalam keberhasilan menyusui. Puting akan menonjol ke depan dan masuk ke dalam mulut bayi oleh tekanan bibir pada areola ibu dan akan lebih masuk ke dalam mulut lagi dengan hisapan bayi.

Oleh karenanya bentuk putting yang baik dan normal dapat digerakkan dengan bebas, hal ini dapat ditentukan dengan menekan dengan ibu jari dan jari telunjuk pada areola sehingga puting jadi menonjol.

Yang kadang didapatkan puting ibu tertanam oleh perlengketan atau puting masuk ke dalam dan menyebabkan kesukaran dalam menyusui. Untuk itu dianjurkan menggunakan alat yang ditempelkan di areola selama beberapa minggu terus menerus sehingga diharapkan puting akan berbentuk dan berfungsi biasa.

HAL-HAL YANG DIANJURKAN

 Ketidak berhasilan menyusui disebabkan sumbatan saluran yang menyalurkan susu, tekanan yang meningkat karena sumbatan menambah penurunan produksi ASI. Oleh karenanya dianjurkan mulai dari 6 minggu sebelum melahirkan , muali memijat –mijat payudaranya dimulai dari painggir ke jurusan putting untuk mengeluarkan sel-sel yang mungkin dapat menyumbat di kemudian hari.

 Merawat putting yang retak dan kering dengan krim antiseptic, tetapi jangan lupa membersihkan putting dengan air matang hangat setiap kali akan menyusui.

 Pada minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan untuk mengurut payudara tiap kali habis mandi dengan handuk untuk merangsang mengalirnya aliran darah ke payudara.

 Menjaga konsumsi makanan bergizi yang cukup energi, protein, vitamin dan mineral. Ibu yang menyusui harus memproduksi 800-1000 cc ASI.

 Jangan memaksakan bayi untuk menyusui jika bayi menolak , bayi akan bereaksi jika putting payudara ditempelkan ke mulutnya.

 Bayi hendaknya disusui sedini mungkin, bahkan ada yang menganjurkan diberikan pada waktu ibu di kamar bersalin. Pada umumnya sebelum 5 jam setelah melahirkan harus sudah dicoba menyusui bayinya, walau ASI belum keluar , untuk memberi rangsangan pembuatan ASI.

 Pada 2 hari pertama produksi ASI belum banyak , jangan biarkan bayi mengisap terlalu lama cukup beberapa menit saja untuk menghindarkan rasa sakit pada putting dan merangsang keluarnya ASI. Hari berikutnya dapat disusui selama 15-20 menit tiap kalinya ,walau sebagian besar ASI keluar 5-10 menit pertama pada tiap buah dada.

 ASI pada 5 hari pertama warnanya lebih kuning dan kental dan dinamakan kolostrum. Dan kolostrum bukan produk ASI basi, melainkan susu dengan nilai gizi baik sekali untuk bayi. Dengan kadar protein tinggi dan banyak mengandung zat anti infeksi .

 Jadwal menyusui tidak perlu kaku , dan disesuaikan dengan aktivitas ibu.

 Tidak selalu bayi menangis oleh rasa lapar, bias saja disebabkan oleh mulas-mulas setelah minum ASI , sedang sakit, dll.

 Kadang minggu–minggu pertama ibu merasa sakit di perut bagian bawah pada permulaan menyusui, ini disebabkan oleh reflek rahim terhadap proses menyusui. Hal ini akan hilang dengan sendirinya.
Ibu harus siap untuk memberi ASI pada bayi yang akan dilahirkan , teutama bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Persiapan harus dilakukan sedini mungkin , karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Banyaknya ASI yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada besarnya payudara, tetapi lebih kepada gizi ibu selama hamil dan menyusui dan cara menyusui.

Usia wanita saat mengandung dan menyusui juga ikut mempengaruhi produksi ASI, mereka yang berumur 19-23 tahun pada umumnya menghasilkan cukup ASI disbanding dengan yang berumur tiga puluhan. Bentuk putting payudara mempunyai pengaruh dalam keberhasilan menyusui. Puting akan menonjol ke depan dan masuk ke dalam mulut bayi oleh tekanan bibir pada areola ibu dan akan lebih masuk ke dalam mulut lagi dengan hisapan bayi.

Oleh karenanya bentuk putting yang baik dan normal dapat digerakkan dengan bebas, hal ini dapat ditentukan dengan menekan dengan ibu jari dan jari telunjuk pada areola sehingga puting jadi menonjol.

Yang kadang didapatkan puting ibu tertanam oleh perlengketan atau puting masuk ke dalam dan menyebabkan kesukaran dalam menyusui. Untuk itu dianjurkan menggunakan alat yang ditempelkan di areola selama beberapa minggu terus menerus sehingga diharapkan puting akan berbentuk dan berfungsi biasa.

HAL-HAL YANG DIANJURKAN

 Ketidak berhasilan menyusui disebabkan sumbatan saluran yang menyalurkan susu, tekanan yang meningkat karena sumbatan menambah penurunan produksi ASI. Oleh karenanya dianjurkan mulai dari 6 minggu sebelum melahirkan , muali memijat –mijat payudaranya dimulai dari painggir ke jurusan putting untuk mengeluarkan sel-sel yang mungkin dapat menyumbat di kemudian hari.

 Merawat putting yang retak dan kering dengan krim antiseptic, tetapi jangan lupa membersihkan putting dengan air matang hangat setiap kali akan menyusui.

 Pada minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan untuk mengurut payudara tiap kali habis mandi dengan handuk untuk merangsang mengalirnya aliran darah ke payudara.

 Menjaga konsumsi makanan bergizi yang cukup energi, protein, vitamin dan mineral. Ibu yang menyusui harus memproduksi 800-1000 cc ASI.

 Jangan memaksakan bayi untuk menyusui jika bayi menolak , bayi akan bereaksi jika putting payudara ditempelkan ke mulutnya.

 Bayi hendaknya disusui sedini mungkin, bahkan ada yang menganjurkan diberikan pada waktu ibu di kamar bersalin. Pada umumnya sebelum 5 jam setelah melahirkan harus sudah dicoba menyusui bayinya, walau ASI belum keluar , untuk memberi rangsangan pembuatan ASI.

 Pada 2 hari pertama produksi ASI belum banyak , jangan biarkan bayi mengisap terlalu lama cukup beberapa menit saja untuk menghindarkan rasa sakit pada putting dan merangsang keluarnya ASI. Hari berikutnya dapat disusui selama 15-20 menit tiap kalinya ,walau sebagian besar ASI keluar 5-10 menit pertama pada tiap buah dada.

 ASI pada 5 hari pertama warnanya lebih kuning dan kental dan dinamakan kolostrum. Dan kolostrum bukan produk ASI basi, melainkan susu dengan nilai gizi baik sekali untuk bayi. Dengan kadar protein tinggi dan banyak mengandung zat anti infeksi .

 Jadwal menyusui tidak perlu kaku , dan disesuaikan dengan aktivitas ibu.

 Tidak selalu bayi menangis oleh rasa lapar, bias saja disebabkan oleh mulas-mulas setelah minum ASI , sedang sakit, dll.

 Kadang minggu–minggu pertama ibu merasa sakit di perut bagian bawah pada permulaan menyusui, ini disebabkan oleh reflek rahim terhadap proses menyusui. Hal ini akan hilang dengan sendirinya.

TIPS MERAWAT BAYI LAHIR PREMATUR

Karena lahir terlalu cepat, maka organ-organ tubuh bayi prematur, khususnya paru-paru, belum cukup matang untuk menjalankan fungsinya. Si kecil jadi berisiko mengalami sederet gangguan kesehatan, seperti mata dan kulit berwarna kuning terutama pada hari ke-2 hingga hari ke-14, kadar gula darah turun (hipoglikemia), anemia, dan serangan penyakit infeksi.

Tapi, Anda tak perlu takut merawatnya setelah diperkenankan dokter membawa pulang si kecil. Berikut sejumlah persiapan serta kiat-kiat merawat bayi prematur.
* Belajar dan timba ilmu sebanyak mungkin, baik dari dokter anak maupun perawat, selama si kecil masih di dalam inkubator atau di Unit Perawat Intensif Neonatus (NICU = Neonatal Intensive Care Unit).
* Pelajari bagaimana pola dan kebiasaan si kecil sehari-hari, baik reaksinya bila lapar atau kenyang, apa yang membuatnya menangis, apakah dia mudah terangsang, dan lain-lain.
* Jangan lupa untuk menjalin komunikasi dengan petugas kesehatan, sehingga Anda tetap dapat bertanya bila kebingungan menghadapi sikap si kecil.
* Belajar dan berlatih setiap saat untuk menggendong, memberi ASI, memandikan, dan “membaca” bahasa tubuh bayi. Lengkapi pengetahuan Anda dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Dijamin pada akhirnya akan terjalin ikatan batin (bonding) yang kuat di antara Anda dan si buah hati.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/tips.percaya.diri.merawat.bayi.prematur/001/005/79/3/2
Karena lahir terlalu cepat, maka organ-organ tubuh bayi prematur, khususnya paru-paru, belum cukup matang untuk menjalankan fungsinya. Si kecil jadi berisiko mengalami sederet gangguan kesehatan, seperti mata dan kulit berwarna kuning terutama pada hari ke-2 hingga hari ke-14, kadar gula darah turun (hipoglikemia), anemia, dan serangan penyakit infeksi.

Tapi, Anda tak perlu takut merawatnya setelah diperkenankan dokter membawa pulang si kecil. Berikut sejumlah persiapan serta kiat-kiat merawat bayi prematur.
* Belajar dan timba ilmu sebanyak mungkin, baik dari dokter anak maupun perawat, selama si kecil masih di dalam inkubator atau di Unit Perawat Intensif Neonatus (NICU = Neonatal Intensive Care Unit).
* Pelajari bagaimana pola dan kebiasaan si kecil sehari-hari, baik reaksinya bila lapar atau kenyang, apa yang membuatnya menangis, apakah dia mudah terangsang, dan lain-lain.
* Jangan lupa untuk menjalin komunikasi dengan petugas kesehatan, sehingga Anda tetap dapat bertanya bila kebingungan menghadapi sikap si kecil.
* Belajar dan berlatih setiap saat untuk menggendong, memberi ASI, memandikan, dan “membaca” bahasa tubuh bayi. Lengkapi pengetahuan Anda dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Dijamin pada akhirnya akan terjalin ikatan batin (bonding) yang kuat di antara Anda dan si buah hati.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/tips.percaya.diri.merawat.bayi.prematur/001/005/79/3/2

TIPS MENGENDONG BAYI DENGAN BENAR

Wajar jika seorang ibu baru masih canggung menggendong bayi. Padahal, bayi yang baru lahir seringkali harus digendong. Pasalnya bayi yang baru lahir masih membutuhkan kehangatan seperti yang ia rasakan ketika dalam kandungan, dan menggendong serta memeluknya merupakan cara tepat untuk menggantikan semua itu.
Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menggendong bayi? Tidak terlalu sulit ko, ikuti saja cara-cara berikut ini:
* Ketika bayi telentang di tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (biasanya tangan kiri) di punggung dan bokongnya. Kemudian sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.
* Angkat bayi secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.
* Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.
* Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/tips.bagaimana.gendong.bayi.yang.benar/001/005/12/1/2
Wajar jika seorang ibu baru masih canggung menggendong bayi. Padahal, bayi yang baru lahir seringkali harus digendong. Pasalnya bayi yang baru lahir masih membutuhkan kehangatan seperti yang ia rasakan ketika dalam kandungan, dan menggendong serta memeluknya merupakan cara tepat untuk menggantikan semua itu.
Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menggendong bayi? Tidak terlalu sulit ko, ikuti saja cara-cara berikut ini:
* Ketika bayi telentang di tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (biasanya tangan kiri) di punggung dan bokongnya. Kemudian sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.
* Angkat bayi secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.
* Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.
* Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Tips/tips.bagaimana.gendong.bayi.yang.benar/001/005/12/1/2

22 Jan 2011

MENGATASI BABY BLUE SYNDROME

Sebagai seorang ibu baru anda juga perlu memberi perhatian terhadap apa yang anda “rasakan atau perasaan anda” sehingga apa yang disebut sebagai “baby Blues” / depresi pasca persalinan tidak timbul perlahan dan mengenai anda secara tiba-tiba, apakah itu Baby Blues Syndrome?
Sebagai seorang ibu baru anda juga perlu memberi perhatian terhadap apa yang anda “rasakan atau perasaan anda” sehingga apa yang disebut sebagai “baby Blues” / depresi pasca persalinan tidak timbul perlahan dan mengenai anda secara tiba-tiba .
Adalah normal bila anda mempunyai perasaan tak mampu dan sedih dalam beberapa hari setelah melahirkan. “Baby blue” adalah kondisi yang sering terjadi dan mengenai hampir pada 50 % ibu baru.

Umumnya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari ke tiga atau empat setelah persalinan.
“Baby blue” terjadi karena tubuh anda sedang mengadakan perubahan fisikal yang besar setelah anda melahirkan, hormon-hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan besar dan anda baru saja melalui proses persalinan yang melelahkan. Semua ini akan mempengaruhi perasaan anda. Anda harus sabar dengan diri anda sendiri, mengerti bahwa semua perasaan ini adalah normal, dan dalam beberapa minggu segalanya akan terasa lebih baik untuk anda.

Beberapa hal yang dapat membantu anda untuk mengatasi “baby blues”:
• Ambillah waktu untuk diri anda sendiri, dan berikan kesenangan untuk anda sendiri.
• Bacalah majalah, berbincanglah dengan saudara atau teman dekat anda.
• Beristirahatlah sedapat mungkin. Biarkan pasangan anda atau keluarga membantu anda dengan kegiatan rumah tangga dan mengurus si kecil sementara.
• Batasilah teman-teman yang akan mengunjungi anda untuk menunggu satu atau dua minggu.

Jika anda menemukan bahwa perasaan anda semakin tak menentu, sedih, bingung dan terasa sulit untuk mengurus diri anda sendiri dan keluarga anda, anda sebaiknya mengkonsultasikan dengan dokter anda sehingga dokter anda dapat menentukan apakah anda menderita dari apa yang disebut depresi pasca persalinan sehingga dokter dapat memberikan penanganan dini yang terbaik untuk anda.

Gejala-gejala dari depresi pasca persalinan:
• Dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan depresi disertai dengan menangis tanpa sebab.
• Tidak memiliki tenaga atau sedikit saja.
• Perasaan bersalah dan tidak berharga.
• Menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memperhatikan dan kuatir terhadap bayinya.
• Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan.
• Penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan.
• Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya.
• Tidak dapat tidur.
• Tidur berlebihan.

Ingat untuk mencoba konsultasikanlah apa yang anda rasakan dan pikirkan dengan orang terdekat anda dan tak perlu malu untuk membicarakan dengan dokter anda, sehingga bila memang anda memerlukan penanganan lanjut, semuanya akan dilakukan seDINI mungkin.

Sumber:http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=85
Sebagai seorang ibu baru anda juga perlu memberi perhatian terhadap apa yang anda “rasakan atau perasaan anda” sehingga apa yang disebut sebagai “baby Blues” / depresi pasca persalinan tidak timbul perlahan dan mengenai anda secara tiba-tiba, apakah itu Baby Blues Syndrome?
Sebagai seorang ibu baru anda juga perlu memberi perhatian terhadap apa yang anda “rasakan atau perasaan anda” sehingga apa yang disebut sebagai “baby Blues” / depresi pasca persalinan tidak timbul perlahan dan mengenai anda secara tiba-tiba .
Adalah normal bila anda mempunyai perasaan tak mampu dan sedih dalam beberapa hari setelah melahirkan. “Baby blue” adalah kondisi yang sering terjadi dan mengenai hampir pada 50 % ibu baru.

Umumnya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari ke tiga atau empat setelah persalinan.
“Baby blue” terjadi karena tubuh anda sedang mengadakan perubahan fisikal yang besar setelah anda melahirkan, hormon-hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan besar dan anda baru saja melalui proses persalinan yang melelahkan. Semua ini akan mempengaruhi perasaan anda. Anda harus sabar dengan diri anda sendiri, mengerti bahwa semua perasaan ini adalah normal, dan dalam beberapa minggu segalanya akan terasa lebih baik untuk anda.

Beberapa hal yang dapat membantu anda untuk mengatasi “baby blues”:
• Ambillah waktu untuk diri anda sendiri, dan berikan kesenangan untuk anda sendiri.
• Bacalah majalah, berbincanglah dengan saudara atau teman dekat anda.
• Beristirahatlah sedapat mungkin. Biarkan pasangan anda atau keluarga membantu anda dengan kegiatan rumah tangga dan mengurus si kecil sementara.
• Batasilah teman-teman yang akan mengunjungi anda untuk menunggu satu atau dua minggu.

Jika anda menemukan bahwa perasaan anda semakin tak menentu, sedih, bingung dan terasa sulit untuk mengurus diri anda sendiri dan keluarga anda, anda sebaiknya mengkonsultasikan dengan dokter anda sehingga dokter anda dapat menentukan apakah anda menderita dari apa yang disebut depresi pasca persalinan sehingga dokter dapat memberikan penanganan dini yang terbaik untuk anda.

Gejala-gejala dari depresi pasca persalinan:
• Dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan depresi disertai dengan menangis tanpa sebab.
• Tidak memiliki tenaga atau sedikit saja.
• Perasaan bersalah dan tidak berharga.
• Menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memperhatikan dan kuatir terhadap bayinya.
• Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan.
• Penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan.
• Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya.
• Tidak dapat tidur.
• Tidur berlebihan.

Ingat untuk mencoba konsultasikanlah apa yang anda rasakan dan pikirkan dengan orang terdekat anda dan tak perlu malu untuk membicarakan dengan dokter anda, sehingga bila memang anda memerlukan penanganan lanjut, semuanya akan dilakukan seDINI mungkin.

Sumber:http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=85

21 Jan 2011

IBU BARU YANG TIDAK CINTA PADA BAYINYA

Banyak ibu yang tak langsung cinta pada bayi yang baru saja dilahirkannya. Sebagian merasa bersalah lantaran tak mampu mencintai bayinya. Dan rasa bersalah ini, akan membuat situasi semakin memburuk.
Penyebabnya bisa beragam faktor.
1. Kondisi latar belakang kehamilan ibu. Misalnya, apakah ia benar-benar menginginkan bayinya. Apakah perkawinanya berjalan baik atau tidak dan apakah keluarga mendukung perkawinan dan kehamilannya.
2. Ibu kebetulan tipe yang tidak terlalu suka anak-anak atau sulit mengekspresikan perasaan pada anak-anak. Hal ini bisa disebabkan oleh pola asuh keluarga si ibu.
3. Ketidaksiapan ibu secara emosional. Ada ibu yang terlalu dimanja orang tuanya sejak kecil dan masih egosentris alias memikirkan dirinya sendiri.
4. Ketidaknyamanan fisik. Misalnya saat menyusui, temperamen bayi yang sulit, ditambah hormonal yang belum stabil, sehingga memperburuk keadaan para ibu yang belum siap secara emosi untuk memiliki anak.

Gugah hati ibu. Keluarga dapat membantu mengugah hati si ibu. Ingatkan bahwa bayi adalah karunia Tuhan. Ajak ibu bertanggung jawab terhadap anugerah tersebut. Ajak ibu sesering mungkin menyentuh bayinya. Misalnya, sambl menyusuinya karena perasaan cinta bisa imbul dari sentuhan.

Perhatian keluarga. Naluri seorang ibu untuk mencintai anaknya itu alami. Masalahnya, tak semua ibu menyadarinya. Agar mereka menyadari adanya cinta dalam dirinya dibutuhkan suatu proses. Dalam hal ini butuh pemahaman keluarga untuk menerima ibu apa adanya. Keluarga perlu mendukung proses ini sepenuhnya sampai ibu menyadari ada cinta dalam dirinya. Jika ibu tidak mendapat dukungan dari keluarga, akan mempengaruhi pola asuh pada anak. Ibu bisa terlanjur enggan mengasuh anak sehingga membuat anak merasa ditolak oleh orang tuanya. Hal ini, dapat mempengaruhi emosinya hingga dewasa.

Agar jatuh cinta:
* Sering menyentuh janin dengan hati sambil mengajak bicara. Kebiasaan ini menjalin ikatan batin ibu-anak sejak awal.
* Jika bayi sudah lahir, sentuh sesering mungkin penuh perasaan. Misalnya, sambil menyentuh yakinkan diri jika ingin dicintai anak maka ibu harus belajar mencintainya.
* Inisiasi menyusui dini umumnya dapat menggugah ras acinta ibu pada anaknya, dan memunculkan naluru keibuan yang kental.
* Terima keadaan diri apa adanya. Jika belum merasa bisa mencintai anak, terima keadaan tanpa menyalahkan diri sendiri. Yakinkan diri, semua akan berlalu dan biarkan diri berproses secara alamiah.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Psikologi/mengapa.ibu.baru.tak.cinta.pada.bayinya/001/007/862/2
Banyak ibu yang tak langsung cinta pada bayi yang baru saja dilahirkannya. Sebagian merasa bersalah lantaran tak mampu mencintai bayinya. Dan rasa bersalah ini, akan membuat situasi semakin memburuk.
Penyebabnya bisa beragam faktor.
1. Kondisi latar belakang kehamilan ibu. Misalnya, apakah ia benar-benar menginginkan bayinya. Apakah perkawinanya berjalan baik atau tidak dan apakah keluarga mendukung perkawinan dan kehamilannya.
2. Ibu kebetulan tipe yang tidak terlalu suka anak-anak atau sulit mengekspresikan perasaan pada anak-anak. Hal ini bisa disebabkan oleh pola asuh keluarga si ibu.
3. Ketidaksiapan ibu secara emosional. Ada ibu yang terlalu dimanja orang tuanya sejak kecil dan masih egosentris alias memikirkan dirinya sendiri.
4. Ketidaknyamanan fisik. Misalnya saat menyusui, temperamen bayi yang sulit, ditambah hormonal yang belum stabil, sehingga memperburuk keadaan para ibu yang belum siap secara emosi untuk memiliki anak.

Gugah hati ibu. Keluarga dapat membantu mengugah hati si ibu. Ingatkan bahwa bayi adalah karunia Tuhan. Ajak ibu bertanggung jawab terhadap anugerah tersebut. Ajak ibu sesering mungkin menyentuh bayinya. Misalnya, sambl menyusuinya karena perasaan cinta bisa imbul dari sentuhan.

Perhatian keluarga. Naluri seorang ibu untuk mencintai anaknya itu alami. Masalahnya, tak semua ibu menyadarinya. Agar mereka menyadari adanya cinta dalam dirinya dibutuhkan suatu proses. Dalam hal ini butuh pemahaman keluarga untuk menerima ibu apa adanya. Keluarga perlu mendukung proses ini sepenuhnya sampai ibu menyadari ada cinta dalam dirinya. Jika ibu tidak mendapat dukungan dari keluarga, akan mempengaruhi pola asuh pada anak. Ibu bisa terlanjur enggan mengasuh anak sehingga membuat anak merasa ditolak oleh orang tuanya. Hal ini, dapat mempengaruhi emosinya hingga dewasa.

Agar jatuh cinta:
* Sering menyentuh janin dengan hati sambil mengajak bicara. Kebiasaan ini menjalin ikatan batin ibu-anak sejak awal.
* Jika bayi sudah lahir, sentuh sesering mungkin penuh perasaan. Misalnya, sambil menyentuh yakinkan diri jika ingin dicintai anak maka ibu harus belajar mencintainya.
* Inisiasi menyusui dini umumnya dapat menggugah ras acinta ibu pada anaknya, dan memunculkan naluru keibuan yang kental.
* Terima keadaan diri apa adanya. Jika belum merasa bisa mencintai anak, terima keadaan tanpa menyalahkan diri sendiri. Yakinkan diri, semua akan berlalu dan biarkan diri berproses secara alamiah.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Psikologi/mengapa.ibu.baru.tak.cinta.pada.bayinya/001/007/862/2

19 Jan 2011

JIKA MOMENT MENYUSUI DINI TERLEWAT

Mungkin karena begitu bayi lahir, Anda keburu KO (knock out) sehingga Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun gagal. Dan dokter yang menangani persalinan tidak melakukan prosedur ini terhadap bayi. Detik-detik berharga itu pun lewat!

Rasa sesal timbul karena Anda tahu IMD adalah momen krusial untuk keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Segera minum kolostrum (ASI pertama) yang kaya antibodi dan zat anti-infeksi, juga mengurangi risiko bayi sakit atau meninggal akibat penyakit infeksi.

Buang rasa bersalah
* Penyesalan, tidak akan mengulang momen IMD yang sudah terlanjur lewat.
* Daripada menyesali momen yang sudah berlalu, lebih baik konsentrasi pada tugas di depan mata: susui bayi sesegera mungkin pada hari-hari pertama pasca melahirkan, agar ia sempat minum kolostrum yang diproduksi hingga beberapa hari pasca melahirkan.
* Setelah periode kolostrum berakhir, curahkan perhatian pada upaya memberi bayi ASI ekslusif selama 6 bulan, dilanjutkan hingga 2 tahun. Dengan cara ini, bayi akan mendapat manfaat maksimal dari ASI, tidak peduli apakah ia menyecap kolostrum atau tidak, saat IMD.
Mungkin karena begitu bayi lahir, Anda keburu KO (knock out) sehingga Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun gagal. Dan dokter yang menangani persalinan tidak melakukan prosedur ini terhadap bayi. Detik-detik berharga itu pun lewat!

Rasa sesal timbul karena Anda tahu IMD adalah momen krusial untuk keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Segera minum kolostrum (ASI pertama) yang kaya antibodi dan zat anti-infeksi, juga mengurangi risiko bayi sakit atau meninggal akibat penyakit infeksi.

Buang rasa bersalah
* Penyesalan, tidak akan mengulang momen IMD yang sudah terlanjur lewat.
* Daripada menyesali momen yang sudah berlalu, lebih baik konsentrasi pada tugas di depan mata: susui bayi sesegera mungkin pada hari-hari pertama pasca melahirkan, agar ia sempat minum kolostrum yang diproduksi hingga beberapa hari pasca melahirkan.
* Setelah periode kolostrum berakhir, curahkan perhatian pada upaya memberi bayi ASI ekslusif selama 6 bulan, dilanjutkan hingga 2 tahun. Dengan cara ini, bayi akan mendapat manfaat maksimal dari ASI, tidak peduli apakah ia menyecap kolostrum atau tidak, saat IMD.

MELAHIRKAN NORMAL? BAGAIMANA SIH RASANYA?

Setiap proses persalinan itu unik. Tidak ada dua persalinan yang prosesnya sama persis. Mungkin akan lebih menakutkan bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan (secara normal). Tapi berapa kali pun pengalaman Anda, melahirkan tetap saja terasa mendebarkan.
Pada dasarnya, proses persalinan terbagi menjadi tiga tahap dan tiap tahap memiliki sensasi dan tantangan tersendiri. Kami akan menuntun Anda mengintip proses persalinan pada tiap tahap. Yang pasti, itu semua sepadan dengan apa yang akan Anda dapatkan: Seorang bayi!
Tahap 1: Kontraksi
Apa rasanya?
Suatu kontraksi rasanya kira-kira seperti ada orang yang menarik ikat pinggang kita dengan sangat kencang selama 20 detik. Sepanjang proses kelahiran, kontraksi akan makin kencang dan makin sakit. Selalu ada jeda di antara setiap kontraksi, bahkan pada yang paling menyakitkan.
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Pada saat organ tubuh bayi Anda matang, ia akan memproduksi hormon yang akan merangsang otot rahim mengencang sehingga terjadi kontraksi. Gerakan ini akan menarik leher rahim Anda dan akan memberikan pembukaan jalan bagi janin. Sayangnya, proses pembukaan ini bisa berlangsung dua hingga 20 jam!
Apa yang terjadi pada bayi Anda?
Pada setiap kontraksi, kepala janin tertekan dan terdorong ke leher rahim. Posisi janin bergulung ke bawah dan siap untuk lahir. Pada saat yang sama, himpitan kontraksi akan memicu hormon-hormon dalam tubuhnya. Hormon ini akan mempersiapkan dirinya untuk lahir, menurunkan detak jantungnya sehingga ia bisa melalui masa kurang oksigen selama proses kelahiran. Selain itu paru-parunya juga akan dipersiapkan untuk bernafas ketika ia sudah lahir nanti.
Bagaimana melaluinya?

* Alihkan perhatian Anda dengan nonton televisi atau ngemil. Anda juga bisa melakukan aktivitas ringan seperti mandi atau membuat teh.
* Tarik nafas dalam-dalam sepanjang kontraksi. Relaks saja. Makin Anda tegang, makin sakit rasanya.
* Mintalah pengurang rasa sakit. Kalau Anda sudah tidak tahan lagi, jangan malu untuk memintanya.

Transisi
Pada akhir tahap ini, ketika pembukaan sudah cukup, Anda akan melalui masa transisi. Kontraksi Anda akan masuk ke tahap puncak dan Anda mungkin sudah nyaris menyerah. Kabar baiknya, masa ini hanya akan berlangsung beberapa menit.

Tahap 2: Mendorong
Apa rasanya?
Anda akan merasakan dorongan hebat dari bokong Anda, seolah-olah Anda hendak buang air besar. Beberapa saat kemudian, Anda akan merasa ingin sekali mengejan. Anda akan merasa sangat senang atau sangat takut atau bisa merasakan keduanya! Sejalan dengan keluarnya kepala bayi dari vagina, Anda akan merasakan tarikan dan sensasi panas pada liang vagina. Kemudian, begitu bayi Anda lahir, Anda akan merasakan gelombang kelegaan yang dahsyat dan ajaib!
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Kontraksi Anda sekarang memudahkan kepala bayi untuk keluar melalui leher rahim yang telah terbuka. Tahap kedua ini dapat berlangsung beberapa menit atau bisa jadi sampai dua jam lamanya.
Apa yang terjadi pada bayi Anda?
Begitu tubuhnya terdorong ke bawah, lehernya akan menggeliat untuk menyesuaikan ruang vagina Anda. Ketika kepala dan bahunya keluar, dia akan merasakan udara masuk ke dalam paru-parunya.
Bagaimana melaluinya?

* Jangan dorong sampai dokter memberi isyarat pada Anda. Bahkan kalau pembukaan sudah lengkap, kepala janin belum tentu sudah dalam posisi yang pas untuk keluar. Tunggu dan istirahatlah sampai dokter memberi aba-aba pada Anda.
* Lenturkanlah otot pelvis Anda. Wajar saja untuk merasa takut sobek, tapi kalau pelvis Anda tegang, kepala janin akan sulit keluar.
* Jika memungkinkan, tetap pada posisi tegak agar lahirnya bayi Anda terbantu gaya gravitasi.
* Dengarkan panduan dari dokter/bidan. Ketika kepala bayi sudah terlihat, ia akan memberitahu kapan waktunya mendorong, kapan berhenti, sehingga bahu dan badan bayi bisa keluar dengan perlahan.

Tahap 3: Pasca-Melahirkan
Apa rasanya?
Anda mungkin tidak terpikir bahwa ada tahap ini. Setelah lelah sekaligus lega karena bayi Anda lahir, Anda akan mengalami kontraksi. Tetapi, kontraksi ini tidak akan terasa jika dibandingkan dengan kontraksi tahap sebelumnya.
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Rahim Anda terus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta dan jaringannya lepas dari dinding rahim. Kontraksi berikutnya ditambah bantuan dari bidan, akan mengeluarkan plasenta dari tubuh Anda. Kebanyakan perempuan mendapatkan suntikan untuk mempercepat proses ini. Tahap ini terjadi lima sampai 30 menit dari kelahiran.
Setelah bayi Anda diperiksa oleh bidan, ia dapat Anda peluk dan pandangi. Ia akan merespon pada suara Anda dan merasa nyaman dengan sentuhan Anda.
Bagaimana melaluinya?

* Abaikan saja
Momen-momen ini sebaiknya Anda gunakan untuk berduaan dengan bayi baru Anda. Biarkan bidan yang mengurus plasenta.

* Sodorkan payudara pada bayi Anda
Ia belum tentu langsung menghisapnya, tapi kalau ia mulai menyusu, proses pengeluaran plasenta akan lebih cepat.

Sumber:http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=f7e6c85504ce6e82442c770f7c8606f0
Setiap proses persalinan itu unik. Tidak ada dua persalinan yang prosesnya sama persis. Mungkin akan lebih menakutkan bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan (secara normal). Tapi berapa kali pun pengalaman Anda, melahirkan tetap saja terasa mendebarkan.
Pada dasarnya, proses persalinan terbagi menjadi tiga tahap dan tiap tahap memiliki sensasi dan tantangan tersendiri. Kami akan menuntun Anda mengintip proses persalinan pada tiap tahap. Yang pasti, itu semua sepadan dengan apa yang akan Anda dapatkan: Seorang bayi!
Tahap 1: Kontraksi
Apa rasanya?
Suatu kontraksi rasanya kira-kira seperti ada orang yang menarik ikat pinggang kita dengan sangat kencang selama 20 detik. Sepanjang proses kelahiran, kontraksi akan makin kencang dan makin sakit. Selalu ada jeda di antara setiap kontraksi, bahkan pada yang paling menyakitkan.
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Pada saat organ tubuh bayi Anda matang, ia akan memproduksi hormon yang akan merangsang otot rahim mengencang sehingga terjadi kontraksi. Gerakan ini akan menarik leher rahim Anda dan akan memberikan pembukaan jalan bagi janin. Sayangnya, proses pembukaan ini bisa berlangsung dua hingga 20 jam!
Apa yang terjadi pada bayi Anda?
Pada setiap kontraksi, kepala janin tertekan dan terdorong ke leher rahim. Posisi janin bergulung ke bawah dan siap untuk lahir. Pada saat yang sama, himpitan kontraksi akan memicu hormon-hormon dalam tubuhnya. Hormon ini akan mempersiapkan dirinya untuk lahir, menurunkan detak jantungnya sehingga ia bisa melalui masa kurang oksigen selama proses kelahiran. Selain itu paru-parunya juga akan dipersiapkan untuk bernafas ketika ia sudah lahir nanti.
Bagaimana melaluinya?

* Alihkan perhatian Anda dengan nonton televisi atau ngemil. Anda juga bisa melakukan aktivitas ringan seperti mandi atau membuat teh.
* Tarik nafas dalam-dalam sepanjang kontraksi. Relaks saja. Makin Anda tegang, makin sakit rasanya.
* Mintalah pengurang rasa sakit. Kalau Anda sudah tidak tahan lagi, jangan malu untuk memintanya.

Transisi
Pada akhir tahap ini, ketika pembukaan sudah cukup, Anda akan melalui masa transisi. Kontraksi Anda akan masuk ke tahap puncak dan Anda mungkin sudah nyaris menyerah. Kabar baiknya, masa ini hanya akan berlangsung beberapa menit.

Tahap 2: Mendorong
Apa rasanya?
Anda akan merasakan dorongan hebat dari bokong Anda, seolah-olah Anda hendak buang air besar. Beberapa saat kemudian, Anda akan merasa ingin sekali mengejan. Anda akan merasa sangat senang atau sangat takut atau bisa merasakan keduanya! Sejalan dengan keluarnya kepala bayi dari vagina, Anda akan merasakan tarikan dan sensasi panas pada liang vagina. Kemudian, begitu bayi Anda lahir, Anda akan merasakan gelombang kelegaan yang dahsyat dan ajaib!
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Kontraksi Anda sekarang memudahkan kepala bayi untuk keluar melalui leher rahim yang telah terbuka. Tahap kedua ini dapat berlangsung beberapa menit atau bisa jadi sampai dua jam lamanya.
Apa yang terjadi pada bayi Anda?
Begitu tubuhnya terdorong ke bawah, lehernya akan menggeliat untuk menyesuaikan ruang vagina Anda. Ketika kepala dan bahunya keluar, dia akan merasakan udara masuk ke dalam paru-parunya.
Bagaimana melaluinya?

* Jangan dorong sampai dokter memberi isyarat pada Anda. Bahkan kalau pembukaan sudah lengkap, kepala janin belum tentu sudah dalam posisi yang pas untuk keluar. Tunggu dan istirahatlah sampai dokter memberi aba-aba pada Anda.
* Lenturkanlah otot pelvis Anda. Wajar saja untuk merasa takut sobek, tapi kalau pelvis Anda tegang, kepala janin akan sulit keluar.
* Jika memungkinkan, tetap pada posisi tegak agar lahirnya bayi Anda terbantu gaya gravitasi.
* Dengarkan panduan dari dokter/bidan. Ketika kepala bayi sudah terlihat, ia akan memberitahu kapan waktunya mendorong, kapan berhenti, sehingga bahu dan badan bayi bisa keluar dengan perlahan.

Tahap 3: Pasca-Melahirkan
Apa rasanya?
Anda mungkin tidak terpikir bahwa ada tahap ini. Setelah lelah sekaligus lega karena bayi Anda lahir, Anda akan mengalami kontraksi. Tetapi, kontraksi ini tidak akan terasa jika dibandingkan dengan kontraksi tahap sebelumnya.
Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Rahim Anda terus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta dan jaringannya lepas dari dinding rahim. Kontraksi berikutnya ditambah bantuan dari bidan, akan mengeluarkan plasenta dari tubuh Anda. Kebanyakan perempuan mendapatkan suntikan untuk mempercepat proses ini. Tahap ini terjadi lima sampai 30 menit dari kelahiran.
Setelah bayi Anda diperiksa oleh bidan, ia dapat Anda peluk dan pandangi. Ia akan merespon pada suara Anda dan merasa nyaman dengan sentuhan Anda.
Bagaimana melaluinya?

* Abaikan saja
Momen-momen ini sebaiknya Anda gunakan untuk berduaan dengan bayi baru Anda. Biarkan bidan yang mengurus plasenta.

* Sodorkan payudara pada bayi Anda
Ia belum tentu langsung menghisapnya, tapi kalau ia mulai menyusu, proses pengeluaran plasenta akan lebih cepat.

Sumber:http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=f7e6c85504ce6e82442c770f7c8606f0

12 Jan 2011

ANDA TAHU, POLA NAFAS BAYI BARU LAHIR ANDA??

Coba perhatikan bayi Anda yang terlelap. Ya, terkadang napasnya tiba-tiba berhenti sebentar. Lain waktu, napasnya terdengar berbunyi. Kenali pola napas bayi baru lebih jauh!

1. Berhenti bernapas (apnea) paling membuat bunda khawatir.
Bagaimana tidak? Saat tidur, tiba-tiba napas bayi berhenti sekitar 5-10 detik. Setelah itu, dia bernapas lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Kasus periodic breathing ini normal, dan lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir prematur. Gejala apnea pada bayi prematur: napas berhenti selama 15 detik lalu bernapas lagi. Apnea terjadi karena bayi mengalami sumbatan pada saluran napas, atau karena sistem saraf pusat yang mengontrol pernapasannya belum berkembang sempurna.

2. Bernapas cepat
* Bayi bernapas normal, lalu sedetik kemudian bernapas dengan cepat, kemudian normal kembali. Meskipun belum diketahui penyebabnya, pola napas ini masih dianggap normal.
* Normalnya, frekuensi napas bayi baru lahir berkisar 40-60 tarikan per menit. Saat ia kepanasan atau menangis, frekuensi napasnya naik jadi lebih dari 60 tarikan per menit. Bayi terlihat seperti terengah-engah. Jika ia sudah merasa tidak kepanasan atau berhenti menangis, frekuensi napasnya akan kembali normal.

3. Grok, grok
* Selama dalam kandungan, paru janin terisi cairan amnion (ketuban). Pada saat ibu kontraksi dan bayi melewati jalan lahir, terjadi penekanan pada parunya sehingga cairan amnion ini terperas keluar. Pada proses selanjutnya, mekanisme tubuh bayi akan membersihkan cairan amnion dari paru-paru serta jalan pernapasannya. Inilah yang menyebabkan napasnya sedikit berbunyi. Kondisi ini normal dan biasanya sudah tertangani sebelum bayi pulang ke rumah.
* Selain cairan amnion, di dalam saluran napas bayi terdapat lendir yang fungsinya sebagai saringan untuk mencegah kuman dan debu masuk ke paru. Bila suhu ruangan dingin –seperti malam atau pagi hari, atau mengunakan AC– lendir ini akan kental sehingga terdengar bunyi pada saat bayi bernapas. Bila ada alergi atau infeksi, lendir bisa bertambah banyak sehingga mengganggu pernapasan bayi. Konsultasikan dengan dokter cara menanganinya.

Ke dokter bila:
* Cuping hidung bayi kembang kempis dan napasnya tampak “berat” atau menarik dada kuat-kuat yang menandakan dia menggunakan otot-otot bantu untuk bernapas.
* Frekeuensi napasnya melambat, bibir dan lidah kebiruan (sianosis sentral) yang menandakan bayi kurang oksigen.
* Napasnya terdengar seperti merintih yang menandakan adanya masalah pernapasan.

Daripada Cemas, Lebih Baik:
* Perhatikan frekuensi napas bayi dan gerakan naik turunnya dada.
* Pasang baby monitor sehingga apabila Anda tidak berada di dekatnya, Anda akan cepat memberikan respons saat mendengar bayi menangis atau batuk-batuk.
* Terus menyusui untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh plus memperkaya antibodi dalam tubuh bayi. Hal ini akan membuatnya terhindar dari infeksi atau penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasannya.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/kenali.pola.napas.bayi.baru/001/001/1426/2
Coba perhatikan bayi Anda yang terlelap. Ya, terkadang napasnya tiba-tiba berhenti sebentar. Lain waktu, napasnya terdengar berbunyi. Kenali pola napas bayi baru lebih jauh!

1. Berhenti bernapas (apnea) paling membuat bunda khawatir.
Bagaimana tidak? Saat tidur, tiba-tiba napas bayi berhenti sekitar 5-10 detik. Setelah itu, dia bernapas lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Kasus periodic breathing ini normal, dan lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir prematur. Gejala apnea pada bayi prematur: napas berhenti selama 15 detik lalu bernapas lagi. Apnea terjadi karena bayi mengalami sumbatan pada saluran napas, atau karena sistem saraf pusat yang mengontrol pernapasannya belum berkembang sempurna.

2. Bernapas cepat
* Bayi bernapas normal, lalu sedetik kemudian bernapas dengan cepat, kemudian normal kembali. Meskipun belum diketahui penyebabnya, pola napas ini masih dianggap normal.
* Normalnya, frekuensi napas bayi baru lahir berkisar 40-60 tarikan per menit. Saat ia kepanasan atau menangis, frekuensi napasnya naik jadi lebih dari 60 tarikan per menit. Bayi terlihat seperti terengah-engah. Jika ia sudah merasa tidak kepanasan atau berhenti menangis, frekuensi napasnya akan kembali normal.

3. Grok, grok
* Selama dalam kandungan, paru janin terisi cairan amnion (ketuban). Pada saat ibu kontraksi dan bayi melewati jalan lahir, terjadi penekanan pada parunya sehingga cairan amnion ini terperas keluar. Pada proses selanjutnya, mekanisme tubuh bayi akan membersihkan cairan amnion dari paru-paru serta jalan pernapasannya. Inilah yang menyebabkan napasnya sedikit berbunyi. Kondisi ini normal dan biasanya sudah tertangani sebelum bayi pulang ke rumah.
* Selain cairan amnion, di dalam saluran napas bayi terdapat lendir yang fungsinya sebagai saringan untuk mencegah kuman dan debu masuk ke paru. Bila suhu ruangan dingin –seperti malam atau pagi hari, atau mengunakan AC– lendir ini akan kental sehingga terdengar bunyi pada saat bayi bernapas. Bila ada alergi atau infeksi, lendir bisa bertambah banyak sehingga mengganggu pernapasan bayi. Konsultasikan dengan dokter cara menanganinya.

Ke dokter bila:
* Cuping hidung bayi kembang kempis dan napasnya tampak “berat” atau menarik dada kuat-kuat yang menandakan dia menggunakan otot-otot bantu untuk bernapas.
* Frekeuensi napasnya melambat, bibir dan lidah kebiruan (sianosis sentral) yang menandakan bayi kurang oksigen.
* Napasnya terdengar seperti merintih yang menandakan adanya masalah pernapasan.

Daripada Cemas, Lebih Baik:
* Perhatikan frekuensi napas bayi dan gerakan naik turunnya dada.
* Pasang baby monitor sehingga apabila Anda tidak berada di dekatnya, Anda akan cepat memberikan respons saat mendengar bayi menangis atau batuk-batuk.
* Terus menyusui untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh plus memperkaya antibodi dalam tubuh bayi. Hal ini akan membuatnya terhindar dari infeksi atau penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasannya.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/Gizi+dan+Kesehatan/kenali.pola.napas.bayi.baru/001/001/1426/2

TIPS PINTAR MEMBUAT VIDEO KELAHIRAN BAYI

Kedatangan anak di tengah keluarga adalah peristiwa indah yang patut Anda abadikan. Jangan biarkan momen penting ini terlewatkan! Abadikan momemn kelahirannya menjadi dokumentasi yang bisa dinikmati di kemudian hari, termasuk oleh si kecil sendiri.

Dalam membuat video rekaman kelahiran, pastikan semua keperluan untuk merekam telah tercukupi, seperti baterai cadangan, kepingan DVD tambahan serta tripod. Berikut momen penting yang tak boleh terlewatkan:

* Tangisan pertamanya. Pastikan posisi camcorder dekat dengan bayi agar suara tangisan pertamanya dapat terekam dengan jelas.
* Hangat dalam pelukan Bunda. Jangan lewatkan momen saat bayi berada dalam pelukan hangan Bunda, sesaat setelah ia dibersihkan.
* ASI pertama. Ketika Anda belajar menyusuinya dan ketika bayi belajar ntuk menyusu pada Anda.
* Pulang ke rumah. Ketika si kecil pulang dari rumah sakit juga merupakan momen yang istimewa. Saat ia pertama kali memasuki kamarnya dan tidur di boksnya.
* Mandi. Memandikan bayi yang begitu mungil tentu butuh ketrampilan ekstra. Bagaimana Anda mengatasi kesulitan itu serta bagaimana si kecil bereaksi ketika Anda memandikannya juga merupakan hal yang menarik untuk direkam.

Selebihnya, Anda bisa menambahkan hal-hal lucu yang dilakukan bayi. Seiring dengan semakin besar dirinya, akan semakin banyak hal-hal lucu yang dilakukannya. Selamat merekam!

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.membuat.video.kelahiran/001/005/891/2
Kedatangan anak di tengah keluarga adalah peristiwa indah yang patut Anda abadikan. Jangan biarkan momen penting ini terlewatkan! Abadikan momemn kelahirannya menjadi dokumentasi yang bisa dinikmati di kemudian hari, termasuk oleh si kecil sendiri.

Dalam membuat video rekaman kelahiran, pastikan semua keperluan untuk merekam telah tercukupi, seperti baterai cadangan, kepingan DVD tambahan serta tripod. Berikut momen penting yang tak boleh terlewatkan:

* Tangisan pertamanya. Pastikan posisi camcorder dekat dengan bayi agar suara tangisan pertamanya dapat terekam dengan jelas.
* Hangat dalam pelukan Bunda. Jangan lewatkan momen saat bayi berada dalam pelukan hangan Bunda, sesaat setelah ia dibersihkan.
* ASI pertama. Ketika Anda belajar menyusuinya dan ketika bayi belajar ntuk menyusu pada Anda.
* Pulang ke rumah. Ketika si kecil pulang dari rumah sakit juga merupakan momen yang istimewa. Saat ia pertama kali memasuki kamarnya dan tidur di boksnya.
* Mandi. Memandikan bayi yang begitu mungil tentu butuh ketrampilan ekstra. Bagaimana Anda mengatasi kesulitan itu serta bagaimana si kecil bereaksi ketika Anda memandikannya juga merupakan hal yang menarik untuk direkam.

Selebihnya, Anda bisa menambahkan hal-hal lucu yang dilakukan bayi. Seiring dengan semakin besar dirinya, akan semakin banyak hal-hal lucu yang dilakukannya. Selamat merekam!

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kelahiran/Tips/tips.membuat.video.kelahiran/001/005/891/2
 
Planet Bayi Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template