23 Mei 2011

Tips Tidur Saat Kehamilan

Mata terus menerawang karena tak bisa tidur saat hamil? Jangan takut, Anda tak sendirian. Sekitar 78% wanita hamil mengalami insomnia dan masalah tidur lainnya. Bagaimana mengatasinya?

Penyebab. Insomnia (sulit untuk tertidur) saat hamil bisa disebabkan beragam alasan seperti akibat tak nyamannya posisi tidur, kaki kram, bolak balik pipis ke kamar mandi dan berderet perasaan tak nyaman selama kehamilan yang membuat Anda melek semalaman

Solusi. Insomnia Anda saat hamil bisa disembuhkan dengan membuat sedikit perubahan pada kegiatan rutin harian Anda terkait kecapekan dan terlalu banyak beraktivitas. Anda bisa memulai dari:

Patuhi jadual tidur Anda. Ikuti jadual tidur Anda seperti biasa, kapan jam tidur dan bangun. Ini akan melatih tubuh dan pikiran Anda agar terbiasa mengantuk di saat tertentu
Sembunyikan jam dari pandangan. Memandangi putaran jarum jam dtiap detiknya yang berpindah dari angka satu ke lainnya tidak akan membantu Anda tertidur. Justu membuat Anda yang sedang hamil tidak mengantuk. Sebaiknya pindahkan jam tersebut ke tempat yang tidak langsung terlihat
Rileks. Buat tubuh Anda yang sedang hamil serileks mungkin sebelum tidur. Bisa dengan mandi air hangat atau pijatan lembut dari suami untuk mengendurkan otot yang kaku.
Sesuaikan suasana tempat tidur. Pastikan lampu tempat tidur tidak terlalu terang dan jauhkan suara-suara yang mengganggu agar bisa tertidur. Sebaiknya cat kamar tidur dengan warna yang cenderung gelap agar tidak silau. Tutup pintu agar suara dari luar tidak menyusup masuk
Jangan terlalu lama menghabiskan waktu di tempat tidur. Batasi waktu di tempat tidur sebelum jatuh tertidur. Jika tak kunjung tidur dalam setengah jam, pergilah ke ruangan lain untuk nonton TV atau membaca hingga Anda merasa ngantuk.

Jikapun masih sulit tertidur, tak perlu kuatir berlebihan. Insomnia sebenarnya normal saat kehamilan. Tapi, jika Anda sudah melakukan hal tersebut tapi masih tidak ada perubahan, silahkan berkonsultasi dengan dokter. Dan ingat, hindari obat tidur tanpa resep dokter selama kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mahalnya.tidur.saat.hamil/001/001/132/6/1
Mata terus menerawang karena tak bisa tidur saat hamil? Jangan takut, Anda tak sendirian. Sekitar 78% wanita hamil mengalami insomnia dan masalah tidur lainnya. Bagaimana mengatasinya?

Penyebab. Insomnia (sulit untuk tertidur) saat hamil bisa disebabkan beragam alasan seperti akibat tak nyamannya posisi tidur, kaki kram, bolak balik pipis ke kamar mandi dan berderet perasaan tak nyaman selama kehamilan yang membuat Anda melek semalaman

Solusi. Insomnia Anda saat hamil bisa disembuhkan dengan membuat sedikit perubahan pada kegiatan rutin harian Anda terkait kecapekan dan terlalu banyak beraktivitas. Anda bisa memulai dari:

Patuhi jadual tidur Anda. Ikuti jadual tidur Anda seperti biasa, kapan jam tidur dan bangun. Ini akan melatih tubuh dan pikiran Anda agar terbiasa mengantuk di saat tertentu
Sembunyikan jam dari pandangan. Memandangi putaran jarum jam dtiap detiknya yang berpindah dari angka satu ke lainnya tidak akan membantu Anda tertidur. Justu membuat Anda yang sedang hamil tidak mengantuk. Sebaiknya pindahkan jam tersebut ke tempat yang tidak langsung terlihat
Rileks. Buat tubuh Anda yang sedang hamil serileks mungkin sebelum tidur. Bisa dengan mandi air hangat atau pijatan lembut dari suami untuk mengendurkan otot yang kaku.
Sesuaikan suasana tempat tidur. Pastikan lampu tempat tidur tidak terlalu terang dan jauhkan suara-suara yang mengganggu agar bisa tertidur. Sebaiknya cat kamar tidur dengan warna yang cenderung gelap agar tidak silau. Tutup pintu agar suara dari luar tidak menyusup masuk
Jangan terlalu lama menghabiskan waktu di tempat tidur. Batasi waktu di tempat tidur sebelum jatuh tertidur. Jika tak kunjung tidur dalam setengah jam, pergilah ke ruangan lain untuk nonton TV atau membaca hingga Anda merasa ngantuk.

Jikapun masih sulit tertidur, tak perlu kuatir berlebihan. Insomnia sebenarnya normal saat kehamilan. Tapi, jika Anda sudah melakukan hal tersebut tapi masih tidak ada perubahan, silahkan berkonsultasi dengan dokter. Dan ingat, hindari obat tidur tanpa resep dokter selama kehamilan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mahalnya.tidur.saat.hamil/001/001/132/6/1

Posisi Tidur yang Tepat Saat Hamil

Banyak hal yang harus disesuaikan ketika hamil. Salah satunya adalah posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa membuat tidur Anda tidak enak, ketika bangun pun tubuh akan terasa sakit. Masalahnya, posisi tidur favorit Anda bisa menjadi tidak nyaman ketika hamil.

Mungkin ketika sebelum hamil Anda merasa nyaman dengan posisi telentang atau tengkurap. Kini setelah hamil, posisi itu tidak lagi nyaman. Lalu, posisi seperti apakah yang nyaman bagi ibu hamil?

Tengkurap atau telentang? Tidur tengkurap atau telentang memang merupakan posisi yang tidak nyaman ketika hamil. Ketika Anda berada di trimester pertama, payudara yang terasa lembut mungkin masih membuat Anda merasa nyaman jika Anda tidur tengkurap. Tapi seiring dengan perkembangan janin dan membesarnya perut Anda, tidur tengkurap akan menjadi sangat tidak nyaman.

Tidur telentang akan membuat seluruh berat di perut Anda saat hamil ditumpukan pada punggung, usus, dan pembuluh darah inferior (pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung). Hal ini dapat meningkatkan risiko sakit punggung, sembelit, gangguan saluran pencernaan, dan lemahnya pernapasan dan sirkulasi.

Tidur telentang pada trimester kedua dan ketiga kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Untuk beberapa wanita, tidur telentang dapat menyebabkan menurunnya tekanan darah. Dan ini dapat membuat mereka merasa sangat pusing. Sedangkan untuk yang lain, tidur dalam posisi telentang dapat meningkatkan tekanan darah.

Miring ke kiri atau ke kanan? Posisi yang paling nyaman ketika hamil adalah miring. Selama masa kehamilan awal, Anda sudah bisa mencoba untuk melatih diri Anda tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini memberikan keuntungan untuk bayi Anda dengan memaksimalkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta. Posisi ini juga membantu ginjal Anda bekerja efisien dalam membuang kotoran-kotoran dan cairan-cairan dari tubuh, yang berarti juga dapat mengurangi rasa sakit pada pergelangan kaki, telapak kaki, dan tangan.

Untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, tidurlah miring ke kiri dengan kedua lutut ditekuk, dan taruh sebuah bantal di antara kedua lutut Anda. Atur beberapa bantal di bawah pinggang dan dibelakang punggung Anda agar terasa lebih nyaman. Jika terasa pegal karena tidur dalam satu posisi, Anda bisa merubah posisi tidur miring ke kanan.

Anda juga bisa membeli bantal khusus kehamilan. Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan bantal biasa, namun bagi Anda yang suka merasa sesak napas, bantal kehamilan ini bisa membantu Anda meninggikan bagian atas tubuh Anda. Pada trimester ketiga, menggunakan bra tidur dan maternity belt dapat memberikan sokongan tambahan kepada payudara, pinggang, dan punggung Anda.

Namun jika Anda terbangun tengah malam dan mendapati posisi tidur Anda telentang atau tengkurap, jangan khawatir. Itu tidak akan mengganggu janin Anda. Anda tinggal merubah kembali posisi tidur Anda miring. Selamat tidur...
Angela Wika C.K, Redaksi Ayahbunda-Online
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/tidur.nyaman.saat.hamil.bisa.kok/001/001/129/6/1
Banyak hal yang harus disesuaikan ketika hamil. Salah satunya adalah posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa membuat tidur Anda tidak enak, ketika bangun pun tubuh akan terasa sakit. Masalahnya, posisi tidur favorit Anda bisa menjadi tidak nyaman ketika hamil.

Mungkin ketika sebelum hamil Anda merasa nyaman dengan posisi telentang atau tengkurap. Kini setelah hamil, posisi itu tidak lagi nyaman. Lalu, posisi seperti apakah yang nyaman bagi ibu hamil?

Tengkurap atau telentang? Tidur tengkurap atau telentang memang merupakan posisi yang tidak nyaman ketika hamil. Ketika Anda berada di trimester pertama, payudara yang terasa lembut mungkin masih membuat Anda merasa nyaman jika Anda tidur tengkurap. Tapi seiring dengan perkembangan janin dan membesarnya perut Anda, tidur tengkurap akan menjadi sangat tidak nyaman.

Tidur telentang akan membuat seluruh berat di perut Anda saat hamil ditumpukan pada punggung, usus, dan pembuluh darah inferior (pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung). Hal ini dapat meningkatkan risiko sakit punggung, sembelit, gangguan saluran pencernaan, dan lemahnya pernapasan dan sirkulasi.

Tidur telentang pada trimester kedua dan ketiga kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Untuk beberapa wanita, tidur telentang dapat menyebabkan menurunnya tekanan darah. Dan ini dapat membuat mereka merasa sangat pusing. Sedangkan untuk yang lain, tidur dalam posisi telentang dapat meningkatkan tekanan darah.

Miring ke kiri atau ke kanan? Posisi yang paling nyaman ketika hamil adalah miring. Selama masa kehamilan awal, Anda sudah bisa mencoba untuk melatih diri Anda tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini memberikan keuntungan untuk bayi Anda dengan memaksimalkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta. Posisi ini juga membantu ginjal Anda bekerja efisien dalam membuang kotoran-kotoran dan cairan-cairan dari tubuh, yang berarti juga dapat mengurangi rasa sakit pada pergelangan kaki, telapak kaki, dan tangan.

Untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, tidurlah miring ke kiri dengan kedua lutut ditekuk, dan taruh sebuah bantal di antara kedua lutut Anda. Atur beberapa bantal di bawah pinggang dan dibelakang punggung Anda agar terasa lebih nyaman. Jika terasa pegal karena tidur dalam satu posisi, Anda bisa merubah posisi tidur miring ke kanan.

Anda juga bisa membeli bantal khusus kehamilan. Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan bantal biasa, namun bagi Anda yang suka merasa sesak napas, bantal kehamilan ini bisa membantu Anda meninggikan bagian atas tubuh Anda. Pada trimester ketiga, menggunakan bra tidur dan maternity belt dapat memberikan sokongan tambahan kepada payudara, pinggang, dan punggung Anda.

Namun jika Anda terbangun tengah malam dan mendapati posisi tidur Anda telentang atau tengkurap, jangan khawatir. Itu tidak akan mengganggu janin Anda. Anda tinggal merubah kembali posisi tidur Anda miring. Selamat tidur...
Angela Wika C.K, Redaksi Ayahbunda-Online
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/tidur.nyaman.saat.hamil.bisa.kok/001/001/129/6/1

20 Mei 2011

Keputihan Selama Kehamilan

Vagina basah itu normal. Tetapi kalau cairannya berwarna dan beraroma tidak enak, itulah yang harus diwaspadai. Apalagi jika terdapat gejala gatal pada vagina, itulah tandanya keputihan.

"Jika vagina gatal sudah pasti keputihan, ya?"
Belum tentu! Jika gatal disertai dengan keluarnya cairan vagina yang abnormal - kental, lengket atau bergumpal seperti susu basi, berwarna kehijauan atau kekuning-kuningan dan berbau menyengat - itulah tandanya Anda mengalami keputihan (fluor albus). Keputihan biasanya juga disertai rasa gatal, sehingga kulit vagina kemerah-merahan, disertai rasa sakit saat buang air kecil.

Apakah semua cairan dari vagina, tanda keputihan?
Tidak. Setiap hari vagina mengeluarkan sedikit cairan. Itu normal selama cairan encer, berwarna putih agak bening bercampur dengan warna sedikit putih, tidak gatal dan tidak berbau.

Apakah penyebab keputihan?
Penyebabnya adalah beberapa jenis kuman penyakit, yaitu:

Bakteri, antara lain Chlamydia triachomatis dan Gardenella, serta bakteri yang termasuk dalam bakteri infeksi menular seksual, seperti Gonococcus (penyebab GO) dan Treponema pallidum (penyebab sifilis).
Jamur, misalnya Candida albican. Paling banyak dialami wanita.
Virus, misalnya virus herpes dan human papyloma virus (HPV) dari hubungan seksual. Gejala keputihan akibat virus seringkali tidak khas, hanya berwarna putih dan tidak berbau, kecuali kalau sudah timbul luka-luka atau timbul kanker leher rahim, maka keputihan berbau busuk dan berwarna kemerahan. Salah satu penyebab kanker leher rahim adalah infeksi virus HPV, dapat dicegah dengan vaksinasi.

Mengapa ibu hamil rentan menderita keputihan?
Pertama, adanya perubahan hormonal akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan plasenta. Kedua, akibat peningkatan aliran darah di rahim dan vagina yang mengakibatkan produksi cairan vagina bertambah. Ketiga, karena kehamilan mengakibatkan vagina yang bersifat asam menjadi basa, sehingga keputihan mudah terjadi, apalagi bila daerah itu lembab.

Apakah keputihan selama kehamilan harus diwaspadai?
Ya, jika tidak segera diobati, bisa terjadi infeksi dan berakibat fatal. Misalnya, pada kehamilan, infeksi jamur Candida albican meningkatkan risiko pecahnya selaput ketuban sehingga janin keguguran atau persalinan prematur. Selain itu, keputihan yang tidak teratasi dapat menular ke bayi saat persalinan dan menular lagi ke ibu saat menyusui, sehingga terjadi mastitis atau peradangan puting dan payudara.

Bila keputihan saat hamil, segera ke dokter karena keputihan harus diatasi sesuai penyebabnya. Bila penyebabnya peningkatan aktivitas hormon, tidak perlu pengobatan khusus sebab sembuh sendiri setelah bersalin. Bila penyebabnya infeksi kuman penyakit, pengobatan sesuai dengan jenis kuman: jamur, bakteri atau virus. Antibiotik diberikan bila pembentukkan janin sudah lengkap dan dia kuat, yaitu trimester kedua atau ketiga.

Apakah keputihan dapat dicegah?
Ya! Caranya mudah, kuncinya adalah menjaga kebersihan dan kelembaban vagina dengan:

Rutin membersihkan vagina dengan benar, yaitu dari arah depan ke belakang. Setelah itu, keringkan dengan handuk.
Bilas dengan air bersih setiap selesai buang air kecil dan air besar. Lalu keringkan.
Ganti celana dalam sehabis mandi. Jangan pakai celana ketat dan panty liner yang bisa membuat vagina menjadi lembab.
Pilih celana dalam dari katun yang menyerap keringat.
Hindari penggunaan sabun non pH balanced, sebab mengubah keasaman vagina
Jaga daya tahan tubuh agar infeksi bakteri atau jamur sulit menyerang.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/7.pertanyaan.seputar.keputihan/001/001/1471/1/4
Vagina basah itu normal. Tetapi kalau cairannya berwarna dan beraroma tidak enak, itulah yang harus diwaspadai. Apalagi jika terdapat gejala gatal pada vagina, itulah tandanya keputihan.

"Jika vagina gatal sudah pasti keputihan, ya?"
Belum tentu! Jika gatal disertai dengan keluarnya cairan vagina yang abnormal - kental, lengket atau bergumpal seperti susu basi, berwarna kehijauan atau kekuning-kuningan dan berbau menyengat - itulah tandanya Anda mengalami keputihan (fluor albus). Keputihan biasanya juga disertai rasa gatal, sehingga kulit vagina kemerah-merahan, disertai rasa sakit saat buang air kecil.

Apakah semua cairan dari vagina, tanda keputihan?
Tidak. Setiap hari vagina mengeluarkan sedikit cairan. Itu normal selama cairan encer, berwarna putih agak bening bercampur dengan warna sedikit putih, tidak gatal dan tidak berbau.

Apakah penyebab keputihan?
Penyebabnya adalah beberapa jenis kuman penyakit, yaitu:

Bakteri, antara lain Chlamydia triachomatis dan Gardenella, serta bakteri yang termasuk dalam bakteri infeksi menular seksual, seperti Gonococcus (penyebab GO) dan Treponema pallidum (penyebab sifilis).
Jamur, misalnya Candida albican. Paling banyak dialami wanita.
Virus, misalnya virus herpes dan human papyloma virus (HPV) dari hubungan seksual. Gejala keputihan akibat virus seringkali tidak khas, hanya berwarna putih dan tidak berbau, kecuali kalau sudah timbul luka-luka atau timbul kanker leher rahim, maka keputihan berbau busuk dan berwarna kemerahan. Salah satu penyebab kanker leher rahim adalah infeksi virus HPV, dapat dicegah dengan vaksinasi.

Mengapa ibu hamil rentan menderita keputihan?
Pertama, adanya perubahan hormonal akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan plasenta. Kedua, akibat peningkatan aliran darah di rahim dan vagina yang mengakibatkan produksi cairan vagina bertambah. Ketiga, karena kehamilan mengakibatkan vagina yang bersifat asam menjadi basa, sehingga keputihan mudah terjadi, apalagi bila daerah itu lembab.

Apakah keputihan selama kehamilan harus diwaspadai?
Ya, jika tidak segera diobati, bisa terjadi infeksi dan berakibat fatal. Misalnya, pada kehamilan, infeksi jamur Candida albican meningkatkan risiko pecahnya selaput ketuban sehingga janin keguguran atau persalinan prematur. Selain itu, keputihan yang tidak teratasi dapat menular ke bayi saat persalinan dan menular lagi ke ibu saat menyusui, sehingga terjadi mastitis atau peradangan puting dan payudara.

Bila keputihan saat hamil, segera ke dokter karena keputihan harus diatasi sesuai penyebabnya. Bila penyebabnya peningkatan aktivitas hormon, tidak perlu pengobatan khusus sebab sembuh sendiri setelah bersalin. Bila penyebabnya infeksi kuman penyakit, pengobatan sesuai dengan jenis kuman: jamur, bakteri atau virus. Antibiotik diberikan bila pembentukkan janin sudah lengkap dan dia kuat, yaitu trimester kedua atau ketiga.

Apakah keputihan dapat dicegah?
Ya! Caranya mudah, kuncinya adalah menjaga kebersihan dan kelembaban vagina dengan:

Rutin membersihkan vagina dengan benar, yaitu dari arah depan ke belakang. Setelah itu, keringkan dengan handuk.
Bilas dengan air bersih setiap selesai buang air kecil dan air besar. Lalu keringkan.
Ganti celana dalam sehabis mandi. Jangan pakai celana ketat dan panty liner yang bisa membuat vagina menjadi lembab.
Pilih celana dalam dari katun yang menyerap keringat.
Hindari penggunaan sabun non pH balanced, sebab mengubah keasaman vagina
Jaga daya tahan tubuh agar infeksi bakteri atau jamur sulit menyerang.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/7.pertanyaan.seputar.keputihan/001/001/1471/1/4

12 Mei 2011

Mineral yang di perlukan Wanita Hamil

Beberapa zat mineral berikut sangat besar manfaatnya untuk menjaga agar kehamilan berjalan prima.

Zat besi (Fe). Ibu hamil membutuhkan sekitar 25 mg zat besi setiap hari untuk membantu kelancaran angkutan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tetap merasa segar. Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia (kurang darah), sheingga calon ibu akan merasa lesu, lemah dan mudha lelah, serta seringmengantuk. Bahkan, jika terjadi anemia berat, dikhawatirkan pada saat persalinan terjadi perdarahan yang sulit dihentikan.
Sumber zat besi: hati, telur, ikan, kerang, kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua, serta serea yang sudah difortikulasi (diperkuat) dengan zat besi.

Kalsium (Ca). tidak hanya untuk pembentukan tulang dan gigi, mineral ini penting untuk memelihara kelncaran rangsang saraf dan otot. Kekurangan kalsium menyebabkan gigi atau tulang rapuh, serta kesemutan pada sebagian tubuh, atau bahkan kejang. Biasanya, selama hamil kita membutuhkan kalsium sebanyak 1000-1200 mg sehari. Kelebihannya akan dibuang dari tubuh melalui urin.
Sumber kalsium: telur, susu, keju, kacang-kacangan, wortel, dan jeruk.

Magnesium (Mg). mengurangi kemungkinan terjadinya preeklampsia dan intra uterine growth retardation (gangguan pertumbuhan janin). Bisa jadi, karena magnesium berperan penting dalam aktivitas berbagai enzim dalam tubuh kita, serta dapat mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Dalam sehari kita membutuhkan sekitar 40 mg magnesium.
Sumber magnesium: daging, susu, ikan, dan sayur berwarna hijau.

Seng (Zn). Kekurangan mineral ini dapat menurunkan kekebalan tubuh. Akibatnya ibu hamil gampang tertular berbagai penyakit, terutama yang sangat membahayakan jiw aibu maupun janin, speerti HIV/AIDS.

Sumber seng: susu, daging, telur, seafood, dan kacang-kacangan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mineral.mencegah.komplikasi.kehamilan/001/001/1727/1
Beberapa zat mineral berikut sangat besar manfaatnya untuk menjaga agar kehamilan berjalan prima.

Zat besi (Fe). Ibu hamil membutuhkan sekitar 25 mg zat besi setiap hari untuk membantu kelancaran angkutan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tetap merasa segar. Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia (kurang darah), sheingga calon ibu akan merasa lesu, lemah dan mudha lelah, serta seringmengantuk. Bahkan, jika terjadi anemia berat, dikhawatirkan pada saat persalinan terjadi perdarahan yang sulit dihentikan.
Sumber zat besi: hati, telur, ikan, kerang, kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua, serta serea yang sudah difortikulasi (diperkuat) dengan zat besi.

Kalsium (Ca). tidak hanya untuk pembentukan tulang dan gigi, mineral ini penting untuk memelihara kelncaran rangsang saraf dan otot. Kekurangan kalsium menyebabkan gigi atau tulang rapuh, serta kesemutan pada sebagian tubuh, atau bahkan kejang. Biasanya, selama hamil kita membutuhkan kalsium sebanyak 1000-1200 mg sehari. Kelebihannya akan dibuang dari tubuh melalui urin.
Sumber kalsium: telur, susu, keju, kacang-kacangan, wortel, dan jeruk.

Magnesium (Mg). mengurangi kemungkinan terjadinya preeklampsia dan intra uterine growth retardation (gangguan pertumbuhan janin). Bisa jadi, karena magnesium berperan penting dalam aktivitas berbagai enzim dalam tubuh kita, serta dapat mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Dalam sehari kita membutuhkan sekitar 40 mg magnesium.
Sumber magnesium: daging, susu, ikan, dan sayur berwarna hijau.

Seng (Zn). Kekurangan mineral ini dapat menurunkan kekebalan tubuh. Akibatnya ibu hamil gampang tertular berbagai penyakit, terutama yang sangat membahayakan jiw aibu maupun janin, speerti HIV/AIDS.

Sumber seng: susu, daging, telur, seafood, dan kacang-kacangan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mineral.mencegah.komplikasi.kehamilan/001/001/1727/1

11 Mei 2011

Berapa Badan saat Kehamilan

Bila sebelum hamil berat badan Anda normal, jaga berat badan hanya naik antara 12 - 16 kg selama hamil. Sedangkan bila Anda mengawali kehamilan dengan berat badan berlebih, upayakan agar kenaikan berat badan sekitar 5-7 kg selama hamil.

Berat badan yang naik berlebihan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya.

Risiko pada ibu:

Preeklampsia. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urin. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal. Preeklampsia dapat berlanjut kepada eklampsia yang dapat menyebabkan ibu hamil koma, bahkan kematian, baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.
Diabetes gestasional. Diabetes atau penyakit tingginya kadar gula dalam darah yang terjadi selama proses kehamilan ini terjadi pada sekitar 4% dari jumlah total ibu hamil di seluruh dunia
Operasi Caesar. Ibu hamil obes akan sulit bersalin secara alami, karena timbunan lemaknya akan mempersulit proses kelahiran bayi lewat jalan lahir.

Risiko Obesitas pada Janin:

Bayi mengalami Makrosomia. Ukuran janin yang terlalu besar (lebar bahu lebih besar dari diameter kepala) ini akan menyulitkan proses kelahiran dan meningkatkan komplikasi persalinan.
Obesitas pada bayi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Lancet, Amerika Serikat, wanita yang berat badannya naik lebih dari 24 kilogram selama kehamilan dapat memiliki bayi dengan berat 150 gram lebih berat daripada wanita yang bertambah berat badannya sekitar (10 kilogram).
Bayi lahir prematur atau bayi lahir kurang dari 37 minggu.
Bayi lahir mati. Seperti yang dilaporkan kantor berita Reuters, menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Aimin Chen dari Fakultas Kedokteran Universitas Creighton, Omaha, Amerika Serikat, sejumlah bukti menunjukkan, angka kematian lebih tinggi pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang obes.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/berat.badan.saat.hamil.jangan.naik.berlebihan/001/001/1772/1
Bila sebelum hamil berat badan Anda normal, jaga berat badan hanya naik antara 12 - 16 kg selama hamil. Sedangkan bila Anda mengawali kehamilan dengan berat badan berlebih, upayakan agar kenaikan berat badan sekitar 5-7 kg selama hamil.

Berat badan yang naik berlebihan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya.

Risiko pada ibu:

Preeklampsia. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urin. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal. Preeklampsia dapat berlanjut kepada eklampsia yang dapat menyebabkan ibu hamil koma, bahkan kematian, baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.
Diabetes gestasional. Diabetes atau penyakit tingginya kadar gula dalam darah yang terjadi selama proses kehamilan ini terjadi pada sekitar 4% dari jumlah total ibu hamil di seluruh dunia
Operasi Caesar. Ibu hamil obes akan sulit bersalin secara alami, karena timbunan lemaknya akan mempersulit proses kelahiran bayi lewat jalan lahir.

Risiko Obesitas pada Janin:

Bayi mengalami Makrosomia. Ukuran janin yang terlalu besar (lebar bahu lebih besar dari diameter kepala) ini akan menyulitkan proses kelahiran dan meningkatkan komplikasi persalinan.
Obesitas pada bayi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Lancet, Amerika Serikat, wanita yang berat badannya naik lebih dari 24 kilogram selama kehamilan dapat memiliki bayi dengan berat 150 gram lebih berat daripada wanita yang bertambah berat badannya sekitar (10 kilogram).
Bayi lahir prematur atau bayi lahir kurang dari 37 minggu.
Bayi lahir mati. Seperti yang dilaporkan kantor berita Reuters, menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Aimin Chen dari Fakultas Kedokteran Universitas Creighton, Omaha, Amerika Serikat, sejumlah bukti menunjukkan, angka kematian lebih tinggi pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang obes.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/berat.badan.saat.hamil.jangan.naik.berlebihan/001/001/1772/1

Gusi berdarah saat Kehamilan

Selama kehamilan, ada saja perubahan kondisi tubuh yang kerap mengganggu kenyamanan. Diantaranya adalah gusi bengkak dan berdarah alias gingivitis. Apa yang perlu diperhatikan?

Gejala: Gusi bengkak, berwarna merah terang dan mudah berdarah. Biasa terjadi pada kehamilan akibat faktor hormononal, yaitu, jaringan ikat gigi membesar, selnya bertambah banyak dan pembuluh darah melebar. Gejala itu mirip perubahan akibat radang sehingga disebut gingivitis atau radang gusi pada kehamilan. Terjadi pada trimester 1 sampai 3, mereda pada bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Penyebab: Iritasi lokal seperti plak dan plak yang mengalami pengapuran (karang gigi), sisa-sisa makanan, tambalan dan gigi palsu yang kurang baik, serta perubahan keseimbangan hormonal terutama estrogen dan progesteron.

Perawatan:

Pembersihan karang gigi dengan scaling atau root planning (tergantung letak karang).
Memperbaiki tambalan atau gigi tiruan yang kurang baik
Sikat gigi minimal 2 kali sehari, misal, sesudah makan dan menjelang tidur.
Jika sering mual muntah di pagi hari, banyak kumur dengan air untuk menetralisir rasa asam akibat muntahan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.atasi.gusi.bengkak.dan.berdarah/001/001/385/17/1
Selama kehamilan, ada saja perubahan kondisi tubuh yang kerap mengganggu kenyamanan. Diantaranya adalah gusi bengkak dan berdarah alias gingivitis. Apa yang perlu diperhatikan?

Gejala: Gusi bengkak, berwarna merah terang dan mudah berdarah. Biasa terjadi pada kehamilan akibat faktor hormononal, yaitu, jaringan ikat gigi membesar, selnya bertambah banyak dan pembuluh darah melebar. Gejala itu mirip perubahan akibat radang sehingga disebut gingivitis atau radang gusi pada kehamilan. Terjadi pada trimester 1 sampai 3, mereda pada bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Penyebab: Iritasi lokal seperti plak dan plak yang mengalami pengapuran (karang gigi), sisa-sisa makanan, tambalan dan gigi palsu yang kurang baik, serta perubahan keseimbangan hormonal terutama estrogen dan progesteron.

Perawatan:

Pembersihan karang gigi dengan scaling atau root planning (tergantung letak karang).
Memperbaiki tambalan atau gigi tiruan yang kurang baik
Sikat gigi minimal 2 kali sehari, misal, sesudah makan dan menjelang tidur.
Jika sering mual muntah di pagi hari, banyak kumur dengan air untuk menetralisir rasa asam akibat muntahan.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.atasi.gusi.bengkak.dan.berdarah/001/001/385/17/1

10 Mei 2011

Gizi Ibu Hamil saat Kehamilan Trimester Pertama

Cukup banyak yang dialami ibu hamil di trimester pertama. Berapa kebutuhan gizi Anda? Simak juga apa dialami janin!

Minggu 1 sampai minggu ke-4
Ibu: Selama trimester 1 (hingga minggu ke-12), Anda harus mengonsumsi berbagai jenis makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori yang bertambah 170 kalori (setara 1 porsi nasi putih). Tujuannya, agar tubuh menghasilkan cukup energi, yang diperlukan janin yang tengah terbentuk pesat. Konsumsi minimal 2000 kilo kalori per hari. Penuhi melalui aneka sumber karbohidrat (nasi, mi, roti, sereal, dan pasta), dilengkapi sayuran, buah, daging-dagingan atau ikan-ikanan, susu dan produk olahannya.
Janin: Berbagai cikal bakal organ tubuhnya mulai terbentuk.

Minggu ke-5
Ibu: Agar asupan kalori terpenuhi, meski dilanda mual dan muntah, makan dalam porsi kecil tapi sering. Konsumsi makanan selagi segar atau panas. Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi per hari pada trimester 1, antara lain roti, sereal, nasi 6 porsi, buah 3 - 4 porsi, sayuran 4 porsi, daging, sumber protein lainnya 2 - 3 porsi, susu atau produk olahannya 3 - 4 porsi, camilan 2 - 3 porsi.
Janin: Cikal bakal hati (liver) tampak di tubuhnya yang baru berukuran 1,25 mm.

Minggu ke-7
Ibu: Konsumsi aneka jenis makanan sumber kalsium untuk menunjang pembentukan tulang kerangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan kalsium Anda 1000 miligram/hari. Didapat dari keju 3/4 cangkir, keju Parmesan atau Romano 1 ons, keju cheddar 1,5 ons, custard atau puding susu 1 cangkir, susu (full cream, skim) 8 ons, yoghurt 1 cangkir.
Janin: Cikal bakal kedua lengan tampak, bentuknya bak sirip ikan.

Minggu ke-9
Ibu: Jangan lupa penuhi kebutuhan asam folat 0,6 miligram per hari, diperoleh dari hati, kacang kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk. Konsumsi juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan mencegah pre-eklampsia. Sumbernya: 1 cangkir stroberi (94 miligram), 1 cangkir jus jeruk (82 miligram), 1 kiwi sedang (74 miligram), 1/2 cangkir brokoli (58 miligram).
Janin: Cikal bakal rongga mata terlihat sebagai 2 lekukkan di “bola” kepala. Kedua tunas lengannya memanjang.

Minggu ke-10
Ibu: Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak janin, diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. Sumber kolin; susu, telur, kacang-kacangan, daging sapi dan roti gandum. Sumber DHA: ikan, kuning telur, produk unggas, daging, dan minyak kanola.
Janin: Bentuk tubuhnya mirip “manusia” hanya sangat kecil.

Minggu ke-12
Ibu: Sejumlah vitamin yang harus Anda penuhi kebutuhannya adalah vitamin A, B1, B2, B3, dan B6, semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi, vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme. Jangan lupa konsumsi zat besi, karena volume darah Anda akan meningkat 50%. Zat besi berguna untuk memroduksi sel darah merah. Apalagi jantung janin siap berdenyut!
Janin: Jantungnya berdenyut!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.gizi.ibu.dan.perkembangan.janin.di.trimester.1/001/001/409/17/1
Cukup banyak yang dialami ibu hamil di trimester pertama. Berapa kebutuhan gizi Anda? Simak juga apa dialami janin!

Minggu 1 sampai minggu ke-4
Ibu: Selama trimester 1 (hingga minggu ke-12), Anda harus mengonsumsi berbagai jenis makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori yang bertambah 170 kalori (setara 1 porsi nasi putih). Tujuannya, agar tubuh menghasilkan cukup energi, yang diperlukan janin yang tengah terbentuk pesat. Konsumsi minimal 2000 kilo kalori per hari. Penuhi melalui aneka sumber karbohidrat (nasi, mi, roti, sereal, dan pasta), dilengkapi sayuran, buah, daging-dagingan atau ikan-ikanan, susu dan produk olahannya.
Janin: Berbagai cikal bakal organ tubuhnya mulai terbentuk.

Minggu ke-5
Ibu: Agar asupan kalori terpenuhi, meski dilanda mual dan muntah, makan dalam porsi kecil tapi sering. Konsumsi makanan selagi segar atau panas. Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi per hari pada trimester 1, antara lain roti, sereal, nasi 6 porsi, buah 3 - 4 porsi, sayuran 4 porsi, daging, sumber protein lainnya 2 - 3 porsi, susu atau produk olahannya 3 - 4 porsi, camilan 2 - 3 porsi.
Janin: Cikal bakal hati (liver) tampak di tubuhnya yang baru berukuran 1,25 mm.

Minggu ke-7
Ibu: Konsumsi aneka jenis makanan sumber kalsium untuk menunjang pembentukan tulang kerangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan kalsium Anda 1000 miligram/hari. Didapat dari keju 3/4 cangkir, keju Parmesan atau Romano 1 ons, keju cheddar 1,5 ons, custard atau puding susu 1 cangkir, susu (full cream, skim) 8 ons, yoghurt 1 cangkir.
Janin: Cikal bakal kedua lengan tampak, bentuknya bak sirip ikan.

Minggu ke-9
Ibu: Jangan lupa penuhi kebutuhan asam folat 0,6 miligram per hari, diperoleh dari hati, kacang kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk. Konsumsi juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan mencegah pre-eklampsia. Sumbernya: 1 cangkir stroberi (94 miligram), 1 cangkir jus jeruk (82 miligram), 1 kiwi sedang (74 miligram), 1/2 cangkir brokoli (58 miligram).
Janin: Cikal bakal rongga mata terlihat sebagai 2 lekukkan di “bola” kepala. Kedua tunas lengannya memanjang.

Minggu ke-10
Ibu: Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak janin, diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. Sumber kolin; susu, telur, kacang-kacangan, daging sapi dan roti gandum. Sumber DHA: ikan, kuning telur, produk unggas, daging, dan minyak kanola.
Janin: Bentuk tubuhnya mirip “manusia” hanya sangat kecil.

Minggu ke-12
Ibu: Sejumlah vitamin yang harus Anda penuhi kebutuhannya adalah vitamin A, B1, B2, B3, dan B6, semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi, vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme. Jangan lupa konsumsi zat besi, karena volume darah Anda akan meningkat 50%. Zat besi berguna untuk memroduksi sel darah merah. Apalagi jantung janin siap berdenyut!
Janin: Jantungnya berdenyut!

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/kehamilan.gizi.ibu.dan.perkembangan.janin.di.trimester.1/001/001/409/17/1

7 Mei 2011

Serat Cegah Sembelit untuk Ibu Hamil

Wasir atau sembelit memang seringkali menimbulkan gangguan ketika sedanga hamil. Nah, untuk mencegahnya, jangan lupa makan makanan berserat ya, Bunda..

Proses kehamilan yang Anda jalani dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada kerja sistem organ tubuh Anda. Salah satunya adalah sistem pencernaan. Tak jarang perubahan ini menimbulkan keluhan berupa sembelit. Dengan memasukkan serat di dalam daftar menu Anda sehari-hari, keluhan sembelit pun teratasi.

Serat yang mana? Serat makanan sebenarnya tergolong karbohidrat, tapi yang tidak dapat dicerna, sehingga akan dikeluarkan kembali bersama kotoran dan sisa makanan (“sampah”) lainnya. Serat tidak dapat dicerna tubuh karena tidak dapat diuraikan (dihidrolisa) oleh enzim pencernaan. Kondisi inilah yang harus dicarikan solusi bagi ibu hamil.

Namun ada serat yang sifatnya larut di dalam air, seperti kacang-kacangan, apel, buah pir, biji-bijian dan havermut. Sementara serat yang tidak larut dalam air misalnya wortel, roti gandum, beras merah, tomat, pepaya, dan timun.

Serat yang dapat mengatasi sembelit pada ibu hamil adalah yang bersifat tidak larut dalam air. Serat ini akan membuat “sampah” menjadi lebih padat, karena menyerap air yang terkandung di dalamnya. Volume “sampah” yang menjadi lebih besar akan merangsang otot-otot saluran pengeluaran berkontraksi dan mendorong “sampah” keluar.

Selain serat, memperbanyak konsumsi air juga akan sangat membantu ibu hamil. Jangan lupa, lakukan pula olahraga ringan, seperti jalan kaki. Aktivitas ini merangsang otot-otot rektum (saluran pembuangan sekitar anus) mendorong “sampah” dikeluarkan. Maka, bebaslah Anda dari gangguan sembelit.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/serat.pembuang.sampah.untuk.ibu.hamil/001/001/125/5/1
Wasir atau sembelit memang seringkali menimbulkan gangguan ketika sedanga hamil. Nah, untuk mencegahnya, jangan lupa makan makanan berserat ya, Bunda..

Proses kehamilan yang Anda jalani dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada kerja sistem organ tubuh Anda. Salah satunya adalah sistem pencernaan. Tak jarang perubahan ini menimbulkan keluhan berupa sembelit. Dengan memasukkan serat di dalam daftar menu Anda sehari-hari, keluhan sembelit pun teratasi.

Serat yang mana? Serat makanan sebenarnya tergolong karbohidrat, tapi yang tidak dapat dicerna, sehingga akan dikeluarkan kembali bersama kotoran dan sisa makanan (“sampah”) lainnya. Serat tidak dapat dicerna tubuh karena tidak dapat diuraikan (dihidrolisa) oleh enzim pencernaan. Kondisi inilah yang harus dicarikan solusi bagi ibu hamil.

Namun ada serat yang sifatnya larut di dalam air, seperti kacang-kacangan, apel, buah pir, biji-bijian dan havermut. Sementara serat yang tidak larut dalam air misalnya wortel, roti gandum, beras merah, tomat, pepaya, dan timun.

Serat yang dapat mengatasi sembelit pada ibu hamil adalah yang bersifat tidak larut dalam air. Serat ini akan membuat “sampah” menjadi lebih padat, karena menyerap air yang terkandung di dalamnya. Volume “sampah” yang menjadi lebih besar akan merangsang otot-otot saluran pengeluaran berkontraksi dan mendorong “sampah” keluar.

Selain serat, memperbanyak konsumsi air juga akan sangat membantu ibu hamil. Jangan lupa, lakukan pula olahraga ringan, seperti jalan kaki. Aktivitas ini merangsang otot-otot rektum (saluran pembuangan sekitar anus) mendorong “sampah” dikeluarkan. Maka, bebaslah Anda dari gangguan sembelit.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/serat.pembuang.sampah.untuk.ibu.hamil/001/001/125/5/1

4 Mei 2011

Cek Rutin Tensi Anda saat Hamil

Jika sebagian ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, sebagian lainnya justru mengalami tekanan darah rendah.

Tekanan darah rendah ( hipotensi), memang dapat menimbulkan rasa pusing, lemas, serta sekeliling kita seolah berputar-putar. Tidak jarang keadaan ini disertai pula dengan keluarnya keringat dingin.

Pada wanita hamil, keadaan hipotensi (tekanan darah rendah) lebih sering dijumpai karena adanya pengaruh hormon kehamilan. Selain itu, karena janin dalam kandungan juga memerlukan aliran darah dari ibu hamil, maka pasokan darah ke arah otak atau ke kepala ibu hamil agak berkurang. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan rasa pusing atau sakit kepala serta pandangan di sekeliling kita seolah-olah berputar.

Namun, kadang-kadang rasa pusing juga dapat disebabkan oleh karena kurang darah atau anemia. Untuk mengetahui apakah ibu hamil pusing karena anemia atau karena penyebab lain, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter lebih dahulu. Dengan demikian, penanganan untuk mengatasi rasa pusing itu pun bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

Untuk sehari-hari, ibu hamil bisa saja minum teh manis, susu manis atau makan makanan lain yang bergizi. Selain itu, pada kondisi seperti ini biasanya Anda dianjurkan untuk selalu mendapatkan istirahat yang cukup.

Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit biasanya hanya diberikan setelah semua usaha di atas tidak berhasil dan obat-obatan itu pun harus diberikan atas nasihat dokter. Ingatlah bahwa Anda sedang hamil, jadi tidak boleh minum sembarang obat.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/menyikapi.tekanan.darah.rendah.saat.hamil/001/001/948/1/4div class="addthis_toolbox addthis_default_style ">
Share |
Jika sebagian ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, sebagian lainnya justru mengalami tekanan darah rendah.

Tekanan darah rendah ( hipotensi), memang dapat menimbulkan rasa pusing, lemas, serta sekeliling kita seolah berputar-putar. Tidak jarang keadaan ini disertai pula dengan keluarnya keringat dingin.

Pada wanita hamil, keadaan hipotensi (tekanan darah rendah) lebih sering dijumpai karena adanya pengaruh hormon kehamilan. Selain itu, karena janin dalam kandungan juga memerlukan aliran darah dari ibu hamil, maka pasokan darah ke arah otak atau ke kepala ibu hamil agak berkurang. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan rasa pusing atau sakit kepala serta pandangan di sekeliling kita seolah-olah berputar.

Namun, kadang-kadang rasa pusing juga dapat disebabkan oleh karena kurang darah atau anemia. Untuk mengetahui apakah ibu hamil pusing karena anemia atau karena penyebab lain, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter lebih dahulu. Dengan demikian, penanganan untuk mengatasi rasa pusing itu pun bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

Untuk sehari-hari, ibu hamil bisa saja minum teh manis, susu manis atau makan makanan lain yang bergizi. Selain itu, pada kondisi seperti ini biasanya Anda dianjurkan untuk selalu mendapatkan istirahat yang cukup.

Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit biasanya hanya diberikan setelah semua usaha di atas tidak berhasil dan obat-obatan itu pun harus diberikan atas nasihat dokter. Ingatlah bahwa Anda sedang hamil, jadi tidak boleh minum sembarang obat.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/menyikapi.tekanan.darah.rendah.saat.hamil/001/001/948/1/4div class="addthis_toolbox addthis_default_style ">
Share |

1 Mei 2011

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat

Memilih dokter kandungan, perlu berbagai pertimbangan. Berikut 7 tips yang bisa Anda gunakan, sebelum menentukan dokter kandungan Anda.

Survey awal. Pilih dokter sebelum hamil atau saat berencana hamil. Misalnya, dokter kandungan yang Anda kunjungi untuk pemeriksaan rutin pap smear.
Sesuai kebutuhan. Pilih dokter dengan keahlian sesuai riwayat kesehatan Anda. Misalnya, ahli TORCH bila Anda pernah menderita TORCH.
Tempat praktek. Jangan terlalu jauh dari rute Anda ke/dari kantor atau ke/dari rumah.
Komunikatif dan bersedia dihubungi setiap saat. Sebab, keluhan atau masalah kehamilan bisa muncul setiap saat.
Waktu prakteknya sesuai. Sesuaikan dengan waktu luang Anda.
Sesuai rujuan kantor atau perusahaan asuransi, agra mudah mengurusi klaim.
Dokter pria atau wanita adalah pilihan subyektif. Pilihlah yang sesuai dan membuat Anda nyaman.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tips/7.tips.memilih.dokter.kandungan/001/005/373/12/1
Memilih dokter kandungan, perlu berbagai pertimbangan. Berikut 7 tips yang bisa Anda gunakan, sebelum menentukan dokter kandungan Anda.

Survey awal. Pilih dokter sebelum hamil atau saat berencana hamil. Misalnya, dokter kandungan yang Anda kunjungi untuk pemeriksaan rutin pap smear.
Sesuai kebutuhan. Pilih dokter dengan keahlian sesuai riwayat kesehatan Anda. Misalnya, ahli TORCH bila Anda pernah menderita TORCH.
Tempat praktek. Jangan terlalu jauh dari rute Anda ke/dari kantor atau ke/dari rumah.
Komunikatif dan bersedia dihubungi setiap saat. Sebab, keluhan atau masalah kehamilan bisa muncul setiap saat.
Waktu prakteknya sesuai. Sesuaikan dengan waktu luang Anda.
Sesuai rujuan kantor atau perusahaan asuransi, agra mudah mengurusi klaim.
Dokter pria atau wanita adalah pilihan subyektif. Pilihlah yang sesuai dan membuat Anda nyaman.

Sumber:http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Tips/7.tips.memilih.dokter.kandungan/001/005/373/12/1
 
Planet Bayi Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template